Bitcoin Naik ke US$100.000, Apakah Terlambat Investasi BTC? - Koran Mandalika

Bitcoin Naik ke US$100.000, Apakah Terlambat Investasi BTC?

Rabu, 11 Desember 2024 - 14:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar di dunia, baru saja mencatatkan lonjakan harga signifikan, mencapai lebih dari US$100.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Meskipun baru-baru ini mengalami penurunan harga, Bitcoin tetap menjadi sorotan banyak investor. Sekarang, pertanyaan yang muncul di kalangan investor adalah: Apakah sudah terlambat untuk berinvestasi, atau justru saat yang tepat untuk masuk ke pasar?

Pada hari Jumat (6/12), BTC turun sekitar 1%, sebagian membalikkan kenaikan 2,96% sehari sebelumnya. Bitcoin mencapai rekor tertinggi US$103.630 sebelum berbalik di bawah US$100.000, ditutup pada US$97.093.

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, melihat tren harga BTC jangka pendek akan bergantung pada data arus ETF BTC-spot AS dan nominasi Trump sebagai Ketua Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC). Nominasi yang pro-kripto dapat membuka jalan bagi BTC untuk menjadi aset cadangan strategis AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, investor harus memantau aktivitas Mt. Gox dan pemerintah AS. BTC dapat menghadapi tekanan jual lebih lanjut jika terjadi pergerakan yang cukup besar. Pada hari Kamis (5/12), Mt. Gox memindahkan $2,43 miliar dalam bentuk BTC ke dompet baru, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kelebihan pasokan. 

“Mt.Gox saat ini memegang 39.878 BTC, setara dengan US$3,92 miliar, untuk dikembalikan kepada investor. Mt. Gox kolaps pada Februari 2014, saat BTC kurang dari US$600. Komunitas kripto mengharapkan kreditor untuk menguangkan keuntungan besar setelah dibayarkan dalam BTC. Transfer dalam jumlah besar tersebut kemungkinan berkontribusi terhadap penurunan BTC dari US$100.000 di samping aksi ambil untung dari para investor jangka pendek,” ungkap Fyiqeh.

Baca Juga :  Antusiasme Mudik Mulai Meningkat, KAI Daop 9 Jember Catat Puluhan Ribu Tiket Terjual dan Hadirkan Fitur Connecting Train

Di sisi lain, Bitcoin telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa sepanjang tahun 2024 mencapai 131% (YTD). Menurut berbagai analis, Bitcoin berpotensi untuk melanjutkan tren kenaikan harga dalam jangka panjang, meskipun harga saat ini masih mengalami fluktuasi. 

Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa harga Bitcoin bisa mencapai US$200.000 pada akhir 2025, sementara ada yang lebih optimis memproyeksikan harga BTC akan melampaui US$1 juta pada tahun 2030. Salah satu alasan di balik proyeksi kenaikan ini adalah adopsi Bitcoin yang semakin meluas, baik di kalangan investor institusional maupun regulasi yang mendukung ekosistem kripto.

“Ketika kita melihat Bitcoin menembus level harga US$100.000, ini menunjukkan bahwa Bitcoin telah mencapai tahap penting dalam perjalanan menjadi aset yang lebih diterima secara luas. Dengan meningkatnya adopsi institusional, Bitcoin semakin dianggap sebagai aset yang sah dan stabil,” kata Fyqieh. Ia menambahkan bahwa meskipun ada fluktuasi harga dalam jangka pendek, tren jangka panjang Bitcoin tetap optimis.

FOMO dan Strategi Investasi Bitcoin

Ilustrasi beli Bitcoin di aplikasi Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

Dengan harga Bitcoin yang telah melampaui US$100.000, banyak investor yang kini merasa khawatir ketinggalan momentum (FOMO). Apakah ini artinya mereka sudah terlambat untuk berinvestasi? Beberapa menyarankan untuk membeli Bitcoin saat harga sedang mengalami penurunan atau stagnasi, sementara yang lain berpendapat bahwa meskipun harga saat ini tinggi, Bitcoin tetap menawarkan potensi keuntungan besar dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Peresmian Satgas MBG DPP APJI

“Memang, banyak yang merasa terintimidasi melihat harga yang sudah tinggi, tapi bagi investor jangka panjang, Bitcoin masih memberikan peluang,” ujar Fyqieh. “Apakah harganya sudah terlalu tinggi? Itu tergantung pada pandangan investor terhadap perkembangan masa depan kripto. Jika investor percaya pada teknologi blockchain dan potensi adopsi kripto global, saat ini mungkin masih menjadi waktu yang baik untuk berinvestasi.”

Meskipun mengalami koreksi harga setelah mencapai level US$100.000, Bitcoin masih menunjukkan potensi untuk terus tumbuh. Saat ini, harga Bitcoin bergerak sekitar US$97.393, dan beberapa analis memperkirakan harga akan melanjutkan kenaikan menuju US$120.000 pada kuartal pertama tahun 2025. Hal ini didorong oleh sejumlah faktor, termasuk ketertarikan institusional yang semakin besar dan kemungkinan besar regulasi yang lebih jelas di berbagai negara.

“Bagi investor yang mempertimbangkan untuk membeli Bitcoin, penting untuk memiliki strategi jangka panjang dan menghindari keputusan impulsif berdasarkan pergerakan harga jangka pendek. Bitcoin, meskipun volatile, tetap menjadi aset yang menarik bagi mereka yang ingin berinvestasi dalam teknologi blockchain dan melihat kripto sebagai bagian dari portofolio investasi yang lebih besar,” pungkas Fyqieh.

Berita Terkait

AI Connect Innovation Lab Dorong Peserta Bangun Produk AI yang Relevan dengan Kebutuhan Pasar
Telkom AI Connect Makassar Gandeng Skillforcuan, Latih 20 UMKM Strategi Influencer Marketing Berbasis AI
Akselerasi Produktivitas Mahasiswa Bali, Seminar ‘AI Connect’ Kupas Tuntas Pemanfaatan NotebookLM
Cara Mengatur Cicilan Agar Tidak Mengganggu Kebutuhan Rumah Tangga
Membandingkan DJI Dock 2 dan DJI Dock 3 untuk Operasi Drone Otomatis di Indonesia
Kolaborasi Pertamina Siapkan Generasi Pelaut Unggul untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
GameMarket.gg Expands Secure Global Marketplace for Game Currency and Boosting Services
BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Tetap Bertumbuh Hingga Akhir 2026

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:02

AI Connect Innovation Lab Dorong Peserta Bangun Produk AI yang Relevan dengan Kebutuhan Pasar

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02

Telkom AI Connect Makassar Gandeng Skillforcuan, Latih 20 UMKM Strategi Influencer Marketing Berbasis AI

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02

Akselerasi Produktivitas Mahasiswa Bali, Seminar ‘AI Connect’ Kupas Tuntas Pemanfaatan NotebookLM

Senin, 27 Juli 2026 - 19:02

Cara Mengatur Cicilan Agar Tidak Mengganggu Kebutuhan Rumah Tangga

Senin, 27 Juli 2026 - 19:02

Membandingkan DJI Dock 2 dan DJI Dock 3 untuk Operasi Drone Otomatis di Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 - 17:02

GameMarket.gg Expands Secure Global Marketplace for Game Currency and Boosting Services

Senin, 27 Juli 2026 - 17:02

BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Tetap Bertumbuh Hingga Akhir 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 16:02

Bali Gapura Marina Perkuat Posisi Indonesia sebagai Destinasi Yachting Asia Pasifik

Berita Terbaru