Bittime Mining Points Resmi Berakhir, Volume Perdagangan Naik Lebih dari 50% - Koran Mandalika

Bittime Mining Points Resmi Berakhir, Volume Perdagangan Naik Lebih dari 50%

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampanye Bittime Mining Points resmi berakhir pada 5 Maret 2026, dengan total volume perdagangan di Bittime yang meningkat hingga lebih dari 50% sepanjang periode kampanye berlangsung. Capaian positif ini menandakan besarnya antusiasme trader terhadap aktivitas trading di tengah kondisi volatilitas pasar.

Pada puncak aktivitasnya, momentum perdagangan harian bahkan sempat melonjak hingga melampaui 300%, didorong oleh tingginya minat pengguna dalam memanfaatkan program insentif berbasis aktivitas trading dan referal tersebut.

Aktivitas perdagangan selama program berlangsung didominasi oleh $USDT, $BTC, $BNB, $USDC, dan $SOL yang merupakan aset-aset yang paling banyak diperdagangkan pada platform Bittime, sepanjang kampanye berlangsung. Hal ini membuktikan bahwa meskipun pengguna diberi insentif berupa hadiah, mereka tetap mempertahankan pendekatan investasi yang sangat strategis dan stabil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam praktik industri aset kripto global, istilah “mining” kini tidak lagi hanya merujuk pada proses teknis pemrosesan blockchain, tetapi juga berkembang sebagai mekanisme insentif berbasis partisipasi pengguna yang bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan aktivitas ekosistem.

Selaras dengan ini, 88% dari total poin yang dihasilkan pada kampanye ini berasal dari aktivitas perdagangan langsung, sementara 12% lainnya berasal dari aktivitas referal. Menunjukkan bahwa mayoritas partisipan memilih untuk mengoptimalkan peluang melalui strategi perdagangan mereka secara langsung.

Baca Juga :  TripZilla Excellence Awards celebrates landmark 10th year with over 60 awards given out in 2024

Lebih lanjut, PT Global Karya Wisesa (Palapa) yang bekerja sama dengan Bittime, telah  mengalokasikan total hadiah sebesar 2.615.719 token Palapa ($PLPA) atau setara dengan $30.000. Total $PLPA yang diberikan akan dialokasikan sebagai reward utama dalam kampanye untuk para user yang berpartisipasi.

Di mana, seluruh distribusi hadiah dihitung secara transparan berdasarkan rasio kontribusi poin dari masing-masing pengguna. Dan dengan mengecualikan akun Market Maker dan pengguna VIP guna menjaga keadilan bagi para pengguna ritel.

Kerjasama yang strategis antara Bittime dan tim Palapa menjadi faktor utama terlaksananya kampanye ini. Hal ini ditujukan guna memperkuat sinergi ekosistem blockchain sekaligus memperluas partisipasi komunitas aset kripto di Indonesia.

Sebagai tahapan akhir dari kampanye, seluruh partisipan dapat menukarkan poin Mining yang telah dikumpulkan menjadi reward dalam token $PLPA, melalui halaman kampanye Bittime Mining Points pada 9 Maret 2026.

Baca Juga :  XRP Price New ATH & Ripple's RLUSD Stablecoin Launch Reshape the Digital Asset Market

Melalui kampanye ini, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) Berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap dapat terus mendorong aktivitas perdagangan yang sehat serta memperkuat partisipasi pengguna dalam pengembangan industri aset kripto nasional.

Namun demikian, investasi aset kripto tetap memiliki risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga, potensi kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, hingga perubahan regulasi yang menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk selalu melakukan riset mendalam dan berdiskusi dengan komunitas terpercaya.

Tentang Bittime

Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta terdaftar pada Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO).

Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Rico Wisnu Wibisono (CEO FisTx) : 78.000 Hektare Tambak Mangkrak Pantura Kunci Indonesia Kuasai Pasar Nila Dunia
Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026
Hari Terakhir BRI KKB Expo, BRI Finance Ajak Masyarakat Lampung Manfaatkan Promo Pembiayaan Kendaraan
Mengapa IDBW 2026 di JICC Jadi Investasi Bisnis Paling Strategis Tahun Ini
Tahukah Kamu? Hati Bekerja Tanpa Henti Menjaga Tubuh, Tapi Saat Bermasalah, Gejalanya Sering Tidak Disadari
Marianna Resort Luncurkan Paket Escape Lake Toba untuk Liburan Juli di Pulau Samosir
Ingin Punya Tas Branded dengan Harga Lebih Terjangkau? Coba Ikuti Luxury Bag Auction deGaiya Setiap Senin dan Kamis
Bitcoin Rebound, Tapi Volatilitas Masih Tinggi: FLOQ Soroti Faktor Penentu Arah Pasar Kripto

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:02

Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Ideal? Begini Cara Menghitungnya

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:02

Menjaga Mangrove, Mengamankan Masa Depan: SUCOFINDO Dukung Konservasi Pesisir di Kalimantan Selatan

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:02

Digitalisasi Administrasi Pemerintahan dengan Tanda Tangan Elektronik

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Paviliun Indonesia Debut di INNOPROM 2026, Perkuat Diplomasi Industri di Pasar Rusia dan Eurasia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Indonesia Tandatangani 7 Memorandum of Understanding (MoU) pada INNOPROM 2026 untuk Tembus Pasar Eurasia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Indonesia Perkuat Diplomasi Industri Lewat Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Hari Anak Nasional, drg. Ambar Puspitasari SpKGA, Edukasi Kesehatan Gigi Murid Disabilitas pada Pengguna Transportasi Publik

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:02

Sektor Jasa Keuangan dan Korporasi Indonesia Terancam Denda 2 Persen dari Pendapatan Saat Aturan AI Mulai Ditegakkan. Sebagian Besar Belum Mampu Membuktikan Apa yang Dikerjakan AI Mereka

Berita Terbaru