BRI Finance Catat Kinerja 2025 yang Adaptif di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan - Koran Mandalika

BRI Finance Catat Kinerja 2025 yang Adaptif di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

Selasa, 7 April 2026 - 21:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 7 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) membukukan kinerja keuangan tahun 2025 dengan tetap menjaga fundamental bisnis yang solid di tengah tantangan industri pembiayaan yang dinamis. Sepanjang periode tersebut, Perseroan mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp90,88 miliar.

Capaian ini mencerminkan upaya perusahaan dalam melakukan penyesuaian strategi bisnis secara prudent, seiring dengan dinamika pasar dan tekanan pada sisi pendapatan. Secara tahunan (year-on-year/YoY), laba tercatat mengalami penurunan sebesar 12,53% dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp103,90 miliar.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan, “Di tengah dinamika industri pembiayaan, kami tetap fokus pada pengelolaan risiko yang prudent dan peningkatan kualitas portofolio. Berbagai penyesuaian strategi bisnis kami lakukan untuk memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi top line, total pendapatan BRI Finance tahun 2025 tercatat sebesar Rp1,23 triliun, atau turun 12,76% YoY dari Rp1,41 triliun pada tahun sebelumnya. Struktur pendapatan Perseroan tetap ditopang oleh portofolio pembiayaan yang terdiversifikasi, dengan kontribusi utama berasal dari pembiayaan multiguna sebesar Rp546,57 miliar, diikuti pendapatan sewa operasi senilai Rp375,74 miliar, serta pembiayaan investasi sebesar Rp175,91 miliar.

Baca Juga :  Wujudkan Kepedulian di Bulan Suci, BRI KC Jakarta Otista Salurkan Bingkisan untuk Anak Yatim melalui Kelurahan Bidara Cina

Selain itu, BRI Finance juga mencatatkan pendapatan dari pembiayaan modal kerja sebesar Rp13,30 miliar, pendapatan bunga Rp11 miliar, serta keuntungan atas penjualan aset sewa operasi sebesar Rp46,11 miliar. Pendapatan lainnya, termasuk komisi dan pendapatan lain-lain, turut memberikan kontribusi sebesar Rp63,51 miliar.

Di sisi efisiensi, Perseroan berhasil menjaga pengendalian beban secara optimal. Total beban tercatat sebesar Rp1,11 triliun, menurun 12,59% YoY dari Rp1,27 triliun pada tahun sebelumnya. Beban pendanaan menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp335,30 miliar, diikuti beban depresiasi dan amortisasi sebesar Rp293,58 miliar, serta beban gaji dan tunjangan sebesar Rp198,96 miliar.

Baca Juga :  Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, Syailendra Capital Berkolaborasi dengan Bank Victoria

Lebih lanjut, Wahyudi menambahkan, “Kami secara konsisten memperkuat struktur permodalan dan melakukan optimalisasi liabilitas untuk meningkatkan fleksibilitas keuangan. Hal ini menjadi fondasi penting bagi BRI Finance dalam menangkap peluang pertumbuhan ke depan.”

Dari sisi neraca, BRI Finance menunjukkan penguatan struktur permodalan. Total ekuitas tercatat tumbuh 6,33% YoY menjadi Rp1,51 triliun per 31 Desember 2025, dibandingkan Rp1,42 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, Perseroan secara strategis menurunkan liabilitas sebesar 37,6% YoY menjadi Rp3,90 triliun dari Rp6,25 triliun.

Sejalan dengan penyesuaian tersebut, total aset BRI Finance tercatat sebesar Rp5,41 triliun, turun 29,46% YoY dari Rp7,67 triliun pada tahun sebelumnya. Langkah ini mencerminkan fokus Perseroan dalam menjaga kualitas aset serta memperkuat posisi keuangan secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Trading di HSB Investasi Dapat Fasilitas Perlindungan Ekstra Dana Tanpa Potongan Biaya
Empat Pilihan Liburan di Bulan Oktober: Marclan International Hadirkan Penawaran Menginap di Bali, Samosir, dan Jakarta
Berbekal Psikologi dan Manajemen Risiko, Aryasatya Wishnutama Soroti Faktor Manusia dalam Bisnis Energi
Merasa Sehat? Belum Tentu Tulangmu Kuat Osteoporosis Bukan Cuma untuk Lansia
Bank Mandiri Taspen Raih Penghargaan Most Efficient Bank KBMI 2 di BIFA 2026
Harga Minyak WTI Berpotensi Melemah, Pasar Waspadai Risiko Geopolitik
Dupoin Futures Analisis Prospek Emas, Support US$4.146 Jadi Level Kunci
SCALECON 2027, Konferensi Agentic AI Untuk Bisnis Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:02

Trading di HSB Investasi Dapat Fasilitas Perlindungan Ekstra Dana Tanpa Potongan Biaya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:02

Empat Pilihan Liburan di Bulan Oktober: Marclan International Hadirkan Penawaran Menginap di Bali, Samosir, dan Jakarta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:02

Berbekal Psikologi dan Manajemen Risiko, Aryasatya Wishnutama Soroti Faktor Manusia dalam Bisnis Energi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:02

Merasa Sehat? Belum Tentu Tulangmu Kuat Osteoporosis Bukan Cuma untuk Lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:02

Bank Mandiri Taspen Raih Penghargaan Most Efficient Bank KBMI 2 di BIFA 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:02

Dupoin Futures Analisis Prospek Emas, Support US$4.146 Jadi Level Kunci

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:02

SCALECON 2027, Konferensi Agentic AI Untuk Bisnis Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:02

BINUS @Semarang Dorong Transformasi Digital melalui Peluncuran Program Artificial Intelligence

Berita Terbaru