BRI Finance Optimalkan Strategi Pendanaan, Jaga Stabilitas Cost of Fund Kuartal I-2026 - Koran Mandalika

BRI Finance Optimalkan Strategi Pendanaan, Jaga Stabilitas Cost of Fund Kuartal I-2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 18 Mei 2026 – Di tengah tren kenaikan suku bunga dan meningkatnya imbal hasil (yield) obligasi yang masih membayangi industri jasa keuangan, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) tetap mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan perusahaan pada kuartal I-2026. Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi industri multifinance yang saat ini masih mengandalkan pendanaan dari sektor perbankan sebagai sumber utama pendanaan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa hingga Maret 2026, pendanaan industri pembiayaan nasional masih didominasi oleh pinjaman perbankan dengan total mencapai Rp279,74 triliun atau setara 73,65% dari keseluruhan sumber pendanaan. Ketergantungan tersebut membuat industri multifinance menghadapi tantangan yang cukup besar ketika suku bunga bergerak naik dan pasar obligasi mengalami tekanan yield.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “BRI Finance secara aktif melakukan penyesuaian strategi pendanaan agar tetap adaptif terhadap dinamika suku bunga dan kondisi likuiditas pasar. Dukungan sinergi dengan Group BRI juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat stabilitas biaya dana perusahaan.”

Hingga Maret 2026, komposisi pendanaan BRI Finance berasal dari pendanaan perbankan sebesar Rp2,32 triliun atau 56,01% dari total pendanaan perusahaan. Selain itu, pendanaan dari obligasi tercatat sebesar Rp1 triliun atau 24,22%, sementara joint financing mencapai Rp818,7 miliar atau 19,77%.

Perseroan kemudian melakukan penyesuaian strategi pendanaan pada April 2026 seiring perkembangan kondisi pasar. Porsi pendanaan dari perbankan tercatat turun menjadi 52,72% atau sebesar Rp2,20 triliun. Di saat yang sama, kontribusi joint financing meningkat menjadi Rp973,9 miliar atau 23,29%, sedangkan porsi obligasi berada di level 23,99% atau sekitar Rp1 triliun.

Baca Juga :  Humas KAI Daop 2 Bandung Raih Penghargaan Narasumber Korporasi Terbaik pada IWEB Awards 2026, Bukti Komitmen Hadirkan Informasi Cepat, Akurat, dan Terpercaya

Peningkatan porsi joint financing dilakukan karena skema tersebut dinilai mampu memberikan alternatif pendanaan dengan tingkat bunga yang lebih kompetitif. Perusahaan juga memanfaatkan pendanaan jangka pendek secara lebih optimal untuk menjaga fleksibilitas pengelolaan dana.

Selain melakukan diversifikasi sumber pendanaan, BRI Finance turut memperkuat pengelolaan likuiditas internal melalui optimalisasi arus kas dan efisiensi penggunaan dana. Perseroan juga terus meningkatkan kualitas penagihan guna mempercepat cash inflow serta menjaga posisi likuiditas tetap solid.

Dalam strategi penerbitan obligasi, BRI Finance juga menerapkan pendekatan yang lebih selektif dengan mempertimbangkan momentum pasar serta tenor yang dinilai paling optimal bagi perusahaan. “Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga kesinambungan bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan pembiayaan secara sehat di tengah tantangan industri yang terus bergerak dinamis,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

FisTx Lengkapi NAWASENA Water Test Kit dengan Varian Nitrit, Pantau Tiga Parameter Kunci Tambak Lebih Mudah dan Terjangkau
Doran Gadget 23 Mall Semarang Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Ritel di Jawa Tengah
CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis
JETE 23 Mall Semarang Sudah Dibuka, Bawa Konsep Experience Store & Produk Unggulan
Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures
Metranet Perkuat Ekosistem Digital Koperasi di Kabupaten Bogor melalui KoperasiGO
Prediksi XAUUSD Hari Ini, Dupoin Futures Pantau Sinyal Pembalikan Tren Emas
Menteri PKP Apresiasi Kinerja Tiga Kedeputian BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

FisTx Lengkapi NAWASENA Water Test Kit dengan Varian Nitrit, Pantau Tiga Parameter Kunci Tambak Lebih Mudah dan Terjangkau

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

Doran Gadget 23 Mall Semarang Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Ritel di Jawa Tengah

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

JETE 23 Mall Semarang Sudah Dibuka, Bawa Konsep Experience Store & Produk Unggulan

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Prediksi XAUUSD Hari Ini, Dupoin Futures Pantau Sinyal Pembalikan Tren Emas

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Menteri PKP Apresiasi Kinerja Tiga Kedeputian BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:02

Berteman di Sanct Social Dimulai dari Bertemu Langsung: Episode 6 Mengikuti Satu Hari di Jakarta Bersama Teman dari Singapura dan Malaysia

Berita Terbaru