Bukan Hanya Biaya, Developer Mulai Pertimbangkan Efisiensi dan Ketahanan Sistem Pintu - Koran Mandalika

Bukan Hanya Biaya, Developer Mulai Pertimbangkan Efisiensi dan Ketahanan Sistem Pintu

Selasa, 1 September 2026 - 13:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biaya tetap menjadi faktor penting dalam proyek konstruksi. Namun, keputusan terhadap komponen bangunan semakin perlu melihat nilai yang diberikan sepanjang masa penggunaan, termasuk ketahanan, kebutuhan perawatan, biaya penggantian, dan performa.

Perubahan cara melihat biaya ini membuat pemilihan komponen bangunan tidak cukup hanya membandingkan harga pembelian awal. Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Indeks Kemahalan Konstruksi 2025 menghitung biaya konstruksi melalui sejumlah komponen, termasuk harga material, sewa alat berat, dan upah jasa konstruksi. Artinya, biaya konstruksi memang terbentuk dari berbagai komponen, bukan hanya satu biaya pembelian.

Pendekatan yang melihat biaya secara lebih menyeluruh juga semakin mendapat perhatian dalam industri bangunan. Studi yang dipublikasikan Discover Applied Sciences pada Januari 2026, setelah meninjau 51 studi kasus, menemukan adanya peningkatan penggunaan Life Cycle Costing (LCC) untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi berbagai strategi dalam sektor konstruksi bangunan, meskipun penerapannya masih menghadapi sejumlah keterbatasan.

Dalam konteks tersebut, sistem pintu menjadi salah satu komponen yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan bangunan, bukan semata harga produk. 

Sistem pintu digunakan secara berulang dan memiliki kebutuhan yang berbeda berdasarkan fungsi serta intensitas penggunaan ruang. Karena itu, aspek seperti durability, maintenance, keamanan, dan kebutuhan penggantian dapat memengaruhi value yang diberikan selama bangunan beroperasi.

“Developer tentu tetap memperhatikan harga. Tetapi harga seharusnya dilihat bersama dengan kebutuhan dan performa sistem. Kalau sebuah produk memiliki harga awal yang lebih rendah tetapi membutuhkan maintenance atau penggantian lebih sering, maka biaya dan value-nya perlu dihitung secara lebih menyeluruh,” ujar Bernardus Rizky, COO PT Roda Bangun Mandiri (RBM).

Menurut Bernardus, pendekatan tersebut penting terutama ketika sistem pintu dipilih sejak tahap perencanaan. Jenis bangunan, frekuensi penggunaan, kebutuhan keamanan, kondisi lingkungan, serta pola operasional perlu menjadi bagian dari spesifikasi agar sistem yang dipilih sesuai dengan kebutuhan proyek.

Baca Juga :  Tumbuh Signifikan 310,18%, AUM Produk Reksa Dana Gamasteps BRI-MI Tembus Rp1,1 Triliun

“Yang kami lihat, pembahasan mengenai sistem pintu seharusnya tidak berhenti pada produk mana yang paling murah. Pertanyaannya adalah sistem mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bangunan dan mampu memberikan performa yang dibutuhkan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Pergeseran perspektif ini menempatkan sistem pintu pada posisi yang lebih strategis dalam proses perencanaan. Bukan berarti harga kehilangan relevansinya, tetapi harga menjadi salah satu bagian dari pertimbangan yang lebih luas mengenai efisiensi, ketahanan, maintenance, dan performa bangunan.

Bagi developer dan tim proyek, pendekatan tersebut dapat membantu memastikan keputusan spesifikasi tidak hanya menjawab kebutuhan saat konstruksi, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana komponen tersebut akan bekerja selama bangunan digunakan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?
Warna Urine Anjing, Panduan Mengenali Kondisi Kesehatannya
KAI Logistik Perkuat Angkutan KA Kontainer sebagai Solusi Logistik Berkelanjutan
Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta
Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?
Gelar ICCE 2026, ICCA Hadirkan Konferensi Layanan Pelanggan dan Pameran Teknologi di Jakarta
Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026
Laba BRI Finance Melonjak 91,2% hingga Semester I2026, Ditopang Segmen Ini

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:24

Dua Bulan Puasa Es dan Gorengan, Khairunnisa Sukses Juara MTQ Nasional 2026

Senin, 21 September 2026 - 18:54

PPPK Paruh Waktu Menanti Kepastian Jadi ASN, BKN: Masih Tahap Pematangan

Senin, 21 September 2026 - 17:47

Gemilang di Semarang, NTB Naik ke Peringkat 9 MTQ Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 13:16

Alasan Dana Bansos NTB Naik, Kadinsos P3A: Rp36,11 Miliar untuk Desa Berdaya

Kamis, 17 September 2026 - 18:59

Gubernur NTB: Konektivitas Jadi Urat Nadi Pembangunan

Kamis, 17 September 2026 - 17:07

Inspektorat Review Pokir DPRD NTB, Muzihir: Kita Terima, Daripada Berurusan dengan KPK

Kamis, 17 September 2026 - 10:50

DPRD NTB Soroti Rebutan Penumpang di Kuta Mandalika, Pemkab Diminta Cari Solusi

Kamis, 17 September 2026 - 08:54

Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026

Berita Terbaru

Teknologi

Warna Urine Anjing, Panduan Mengenali Kondisi Kesehatannya

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:02

Teknologi

Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:02