CARA GADAI BARANG YANG AMAN: 7 HAL YANG WAJIB DICEK SEBELUM MENYERAHKAN ASET - Koran Mandalika

CARA GADAI BARANG YANG AMAN: 7 HAL YANG WAJIB DICEK SEBELUM MENYERAHKAN ASET

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ingin menggadaikan barang? Jangan hanya mencari pencairan tertinggi. Periksa legalitas OJK, biaya, penyimpanan, nilai appraisal, jatuh tempo, dan Surat Bukti Gadai.

Ketika membutuhkan dana dalam waktu relatif
cepat, gadai menjadi salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan karena
dana diperoleh dengan menjadikan aset tertentu sebagai jaminan.

Jangan memilih tempat gadai hanya berdasarkan
besarnya dana yang ditawarkan.

 Keamanan aset, legalitas perusahaan,
struktur biaya, hingga mekanisme apabila terjadi keterlambatan sama pentingnya.
Berikut tujuh hal yang sebaiknya diperiksa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Pastikan Perusahaan Pergadaian Berizin OJK

Ini adalah pemeriksaan pertama. OJK
menganjurkan masyarakat memilih perusahaan pergadaian yang terdaftar dan
berizin. Jangan hanya percaya kepada tulisan “terpercaya”, “aman”, atau “resmi”
dalam sebuah iklan. Verifikasi perusahaan dan informasi izinnya.

Sebagai contoh, PT deGadai Solusi Digital
memperoleh izin usaha perusahaan pergadaian berdasarkan Keputusan Anggota Dewan
Komisioner OJK Nomor KEP-31/D.05/2023 tanggal 10 Mei 2023.

2. Ketahui Nilai Pasar Barang Anda

Sebelum datang, lakukan riset sederhana.
Jika barangnya mobil, cari harga kendaraan dengan tahun, tipe, kilometer dan
kondisi yang sebanding. Jika berupa jam tangan atau tas mewah, lihat transaksi
di pasar preloved untuk model serupa.

Harga beli tidak selalu sama dengan nilai
gadai. Nilai sebuah aset dapat berubah karena depresiasi, kondisi, likuiditas
pasar, kelengkapan, keaslian, model hingga permintaan.

Baca Juga :  Dupoin Futures Raih 4 Penghargaan JFX dan KBI, Volume Transaksi Capai 833 Ribu Lot

3. Tanyakan Cara Barang Dinilai

Perusahaan pergadaian perlu menilai barang
karena aset tersebut menjadi jaminan atas dana yang diberikan. Untuk barang
luxury, faktor keaslian menjadi sangat penting. Pada tas branded, pemeriksaan
dapat meliputi material, jahitan, hardware, serial atau date code, kondisi,
model hingga bukti autentikasi.

deGadai juga menyediakan pemeriksaan tas
branded
menggunakan Entrupy, teknologi autentikasi yang melakukan analisis
terhadap karakteristik fisik produk.

4. Jangan Hanya Bertanya “Bunganya Berapa?”

Tanyakan total biaya, bukan hanya bunga.
Dalam layanan pergadaian dapat terdapat komponen biaya yang relevan dengan
transaksi, sehingga konsumen perlu memahami angka rupiah keseluruhan yang harus
dibayar.

Pertanyaan yang lebih tepat: “Jika saya
menerima dana Rp50 juta dan menebus pada tanggal X, berapa total uang yang
harus saya bayarkan?”

 

5. Pastikan Cara Penyimpanan Barang

Barang bernilai tinggi seperti mobil,
Rolex, Hermès, Chanel, laptop atau perhiasan memerlukan perlakuan yang sesuai.
OJK mewajibkan perusahaan pergadaian memiliki tempat penyimpanan yang memenuhi
persyaratan keamanan dan keselamatan serta mengasuransikan barang jaminan
sebagai bagian dari mitigasi risiko.

·      
Di mana barang saya disimpan?

Baca Juga :  BCA Syariah Apresiasi Program LindungiHutan

·      
Apakah barang diasuransikan?

·      
Bagaimana prosedur
pengamanannya?

6. Baca Surat Bukti Gadai Sebelum Menandatangani

Jangan terburu-buru. Perhatikan jumlah
pinjaman, periode gadai, biaya, tanggal jatuh tempo, mekanisme pelunasan,
ketentuan perpanjangan dan konsekuensi apabila kewajiban tidak diselesaikan.
Setelah menerima Surat Bukti Gadai, simpan dokumen tersebut dengan baik.

7. Pastikan Sudah Punya Exit Plan

Sebelum menggadaikan aset, tanyakan: “Uang
untuk menebus barang ini nanti berasal dari mana?”

Sumbernya bisa berupa invoice klien yang
cair dua minggu lagi, bonus tahunan, pembayaran proyek, hasil penjualan stok,
atau sumber dana lain yang sudah cukup terukur. Jika jawabannya hanya “nanti
cari lagi”, sebaiknya hitung ulang kemampuan pembayaran.

Gadai Bukan Sekadar Mendapatkan Dana Cepat

Gadai yang sehat bukan tentang mendapatkan
dana sebesar-besarnya. Tujuannya adalah memperoleh likuiditas sesuai kebutuhan
dengan biaya dan risiko yang sudah dipahami, kemudian mendapatkan kembali aset
setelah kewajiban diselesaikan.

Karena itu, legalitas, transparansi dan
kemampuan melunasi harus datang sebelum pencairan. PT deGadai Solusi Digital
merupakan perusahaan pergadaian yang telah memperoleh izin usaha OJK
KEP-31/D.05/2023.

Langkah Selanjutnya

Punya aset dan ingin mengetahui estimasi
nilainya? Konsultasikan terlebih dahulu di deGadai.com sebelum mengambil
keputusan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRI BO Gading Boulevard Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Dari Pengukuran hingga Optimasi, Avonetiq Hadirkan AVO Lifetime Plan
BRI BO Cut Mutiah Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Mengelola Aset di Usia Muda: Langkah Awal Membangun Keuangan Jangka Panjang
FLIX Cinema Buka Ruang bagi Sinema Asia melalui Nanyang Film Festival
Ketika Komunitas Menjadi Mesin Pertumbuhan Esports: EVOS dan GoPay Bawa MPL Lebih Dekat ke Sidoarjo
Smart Futuristic City Diorama Karya BINUS @Semarang Tampil di Sewunara 2026
Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:48

Iqbal dan Dinda Satu Suara: Marquez! Sembeq Sasak Ikut Mengiringi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:30

Bale Kita Hadir di BIZAM, Kerajinan NTB Makin Mendunia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:10

Mandalika Street Food: Dari Keramaian MotoGP Menuju Destinasi Sepanjang Tahun

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:32

Bank NTB Syariah Kucurkan Beasiswa Rp111,6 Juta untuk 15 Mahasiswa Unram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:40

Riders MotoGP Diserbu Fans di Mataram, Troy: Lebih Ramai dan Tertib

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:29

Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01

Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:41

Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik

Berita Terbaru