Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) - Koran Mandalika

Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Rabu, 23 September 2026 - 14:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum yang mempertemukan CEO dan pemimpin bisnis global ini membahas berbagai isu strategis, termasuk investasi air yang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi, kesehatan, lingkungan, ketahanan pangan, hingga keberlanjutan bisnis dan pembangunan infrastruktur masa depan.

Jakarta, 22 September
2026 – Direktur Utama PAM JAYA, Arief
Nasrudin, menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia
yang diminta untuk memaparkan perspektif pengelolaan air minum perpipaan dalam Private CEO
Roundtable
di New York. Kehadiran tersebut merupakan
bagian dari rangkaian 81st UN General Assembly, agenda Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) yang mempertemukan para pemimpin dan pemangku
kepentingan global. PAM JAYA hadir atas undangan
Ministry of Foreign Affairs of the United
Arab Emirates (UAE)
selaku penyelenggara acara
tersebut untuk berbagi perspektif mengenai pengelolaan air minum perpipaan di
Jakarta.

Forum yang mempertemukan CEO dan pemimpin bisnis global ini
membahas berbagai isu strategis, termasuk investasi air yang menjadi fondasi
penting bagi pertumbuhan ekonomi, kesehatan, lingkungan, ketahanan pangan,
hingga keberlanjutan bisnis dan pembangunan infrastruktur masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PAM JAYA menargetkan 100% cakupan layanan di tahun 2029 dengan target
pengembangan kapasitas produksi hingga 32.950 liter per detik dan jaringan
perpipaan sepanjang 16.234 kilometer. Perluasan layanan tersebut juga diarahkan
untuk mengurangi ketergantungan terhadap
penggunaan air tanah
dan penurunan muka tanah,
meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta memperkuat daya dukung
Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan dan terus berkembang.

Baca Juga :  FLOQ Borong Tiga Penghargaan di Marketeers Editor's Choice Award 2026

Konteks Jakarta tersebut menjadi bagian dari perspektif
yang dibawa PAM JAYA ke dalam forum. Arief menempatkan kebutuhan pengembangan
infrastruktur air, peningkatan kualitas layanan, dan keberlanjutan sumber daya
air sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pertumbuhan kota.

Kebutuhan investasi menjadi bagian penting
dalam pengembangan layanan.
PAM JAYA terus mendorong
revitalisasi jaringan perpipaan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus
mengurangi kehilangan air atau non-revenue water (NRW). Jaringan yang sebagian besar telah berusia lebih dari dua dekade
menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan investasi dan dukungan dari mitra
strategis.

Selain membahas pengembangan layanan air, kehadiran PAM
JAYA dalam forum tersebut juga membuka peluang penjajakan awal di sektor industri yang berkaitan dengan water cooling
untuk kebutuhan data center. Penjajakan ini menjadi
bagian dari upaya melihat potensi peran PAM JAYA dalam mendukung kebutuhan air bagi perkembangan industri
berbasis teknologi dan infrastruktur digital.

Kehadiran Arief sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia
yang diminta untuk memaparkan perspektif dalam forum tersebut
juga menjadi kesempatan untuk membawa
pengalaman PAM JAYA ke dalam diskusi
bersama para pemimpin bisnis global. Dalam kesempatan yang sama, PAM JAYA
melakukan penjajakan awal mengenai creative financing dengan
sejumlah pemimpin bisnis sebagai salah satu alternatif pendekatan untuk
mendukung kebutuhan investasi dan pengembangan infrastruktur air.

Pengalaman Jakarta menunjukkan bahwa kebutuhan layanan air
minum perpipaan, pembangunan infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan kota
saling berkaitan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ruang yang diberikan kepada PAM JAYA di forum tersebut juga menjadi
kesempatan untuk berbagi
pengalaman Indonesia dalam
mengelola layanan air minum perpipaan di perkotaan sekaligus membahas peran air
dalam pembangunan dan investasi.

Baca Juga :  Selamatkan Masa Tanam, Kementerian PU Pulihkan Irigasi Batang Anai Terdampak Longsor di Sumatera

Pengalaman tersebut juga tidak terlepas dari transformasi PAM
JAYA dalam meningkatkan pengelolaan layanan melalui pemanfaatan teknologi,
seperti smart
water meter
, integrated billing system, dan enterprise
resource planning (ERP)
, yang mendukung efisiensi dan
akurasi data dalam pengambilan keputusan.

“Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi
kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika kita
berbicara mengenai pembangunan masa depan, maka pembicaraan mengenai air harus
ditempatkan di bagian paling fundamental,” ujar Arief.

Bagi PAM JAYA,
keterlibatan dalam rangkaian 81st UN General Assembly menjadi kesempatan untuk
membawa pengalaman Jakarta sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dan membuka peluang
kolaborasi dengan pemimpin
serta pelaku sektor air
di tingkat internasional. Penjajakan di bidang
water cooling
untuk kebutuhan data center
dan creative financing menjadi
bagian dari langkah PAM JAYA untuk terus mengembangkan layanan air minum perpipaan yang andal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kebutuhan Jakarta sebagai kota dengan aktivitas ekonomi dan populasi
yang terus berkembang

                                        -Selesai-

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026
Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai
5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri
KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026
Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek
Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:47

Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:40

Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:05

Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:11

Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:07

Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:02

Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:44

MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:21

275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama

Berita Terbaru