Deforestasi di Sumatra Memicu Kayu Hanyut Saat Banjir, LindungiHutan Serukan Reforestasi Hulu DAS - Koran Mandalika

Deforestasi di Sumatra Memicu Kayu Hanyut Saat Banjir, LindungiHutan Serukan Reforestasi Hulu DAS

Rabu, 17 Desember 2025 - 10:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lonjakan deforestasi di Pulau Sumatra dalam dua tahun terakhir kembali menunjukkan dampak nyatanya. Kayu-kayu besar terbawa arus banjir dalam sejumlah kejadian akhir November hingga awal Desember 2025, menandai bahwa hutan di hulu tidak lagi berfungsi sebagai penyangga air dan tanah. Fenomena ini menjadi alarm bagi publik bahwa kerusakan ekosistem di hulu tidak lagi sebatas statistik, tetapi sudah terlihat dalam bentuk material raksasa yang hanyut melewati permukiman warga.

Pulau Sumatra tercatat kehilangan sekitar 222.000 hektar hutan pada periode 2023–2024,  sebuah kenaikan signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa daerah tangkapan air, lereng bukit, dan wilayah hulu yang mestinya menjadi zona perlindungan justru mengalami tekanan paling besar. Ketika pohon hilang, akar yang seharusnya menahan tanah ikut hilang. Ketika kanopi hutan menipis, hujan deras tidak lagi tertahan dan langsung mengalir deras ke hilir.

Itulah sebabnya banjir tahun ini membawa kayu gelondongan dan batang besar yang seharusnya masih berdiri kokoh sebagai bagian dari hutan dewasa. Bagi banyak ahli lingkungan, ini adalah indikator paling jelas bahwa deforestasi sudah merusak struktur ekosistem. Tanah menjadi rentan erosi, air mengalir dengan kecepatan lebih tinggi, dan sungai mendadak meluap membawa material berat yang dapat menghancurkan jembatan, rumah, lahan pertanian, bahkan membahayakan nyawa.

Bencana yang berulang bukan hanya soal cuaca ekstrem. Di banyak daerah, hujan deras yang dahulu tidak menimbulkan masalah kini berubah menjadi banjir bandang atau longsor. Masyarakat hilir yang tidak pernah menyentuh hutan di hulu justru menjadi pihak yang menanggung kerugiannya. Kerusakan rumah, akses tertutup, air bersih terganggu, aktivitas ekonomi lumpuh. Semua terjadi karena hutan yang seharusnya menjadi peredam bencana sudah tidak lagi utuh.

Melihat kondisi ini, LindungiHutan menegaskan bahwa reforestasi adalah langkah mendesak, bukan pilihan jangka panjang. Pemulihan kawasan hulu, terutama di daerah aliran sungai yang kritis, diperlukan untuk mengembalikan kemampuan tanah menyerap air dan mengurangi risiko banjir. Menanam pohon bukan lagi sekadar simbol gerakan hijau, tetapi sebuah intervensi ekologis yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.

“Setiap pohon yang tumbuh kembali adalah satu penahan tanah, satu penyimpan air, satu pelindung bagi warga di hilir. Ketika kayu hanyut menjadi pemandangan rutin setiap banjir, itu artinya kita kehilangan pertahanan alami kita,” ujar Arin Khurota, Publications Officer LindungiHutan.

Baca Juga :  Mengapa Bubur Ayam Jakarta 46 Menjadi Favorit Warga Surabaya?

LindungiHutan mengajak masyarakat, perusahaan, dan berbagai pihak untuk ikut mendukung reforestasi dan memulihkan fungsi hulu sungai. Aksi ini dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni dengan menanam pohon di area kritis. Untuk berkontribusi dalam kampanye penanaman, publik dapat mengunjungi www.lindungihutan.com/corporatree dan memilih lokasi yang ingin dibantu pemulihannya.

LindungiHutan percaya bahwa dengan mengembalikan hutan, kita mengembalikan masa depan. Kayu hanyut yang kita lihat hari ini adalah peringatan. Pohon yang kita tanam hari ini adalah harapan.

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 600+ brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Home Deco Expo Bali 2026 Jadi Indikator Positif Kebangkitan Industri Bahan Bangunan Nasional
PT KSI Siapkan Kawasan Industri Terintegrasi Baru sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Bidik Investasi Global dan Dorong Hilirisasi Nasional
Bitcoin Tembus $80.000 di Tengah Ketegangan Global, Momentum Emas Optimalkan Portofolio Melalui Fitur IDR Swap Tanpa Biaya di Bittime
Pengguna LRT Jabodebek Tembus 139 Ribu Saat Long Weekend May Day, Jadi Tulang Punggung Mobilitas Liburan
Ajak Pengunjung Nikmati Aktivitas Interaktif, Mall @ Alam Sutera Hadirkan Event Pop and Play
Langkah Baru, Semangat Baru: PT Pelindo Sinergi Lokaseva Hadirkan Harapan dan Kemandirian bagi Penyandang Disabilitas
Meningkatkan Kesiapan Karier Anak: BINUS @Malang Jawab Kekhawatiran Orang Tua dalam Memilih Kampus
Alphabet Melesat: AI dan Cloud Dorong Laba 85%, Saham Langsung Terbang 9,3%

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 23:00

Home Deco Expo Bali 2026 Jadi Indikator Positif Kebangkitan Industri Bahan Bangunan Nasional

Senin, 4 Mei 2026 - 19:00

PT KSI Siapkan Kawasan Industri Terintegrasi Baru sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Bidik Investasi Global dan Dorong Hilirisasi Nasional

Senin, 4 Mei 2026 - 19:00

Bitcoin Tembus $80.000 di Tengah Ketegangan Global, Momentum Emas Optimalkan Portofolio Melalui Fitur IDR Swap Tanpa Biaya di Bittime

Senin, 4 Mei 2026 - 19:00

Pengguna LRT Jabodebek Tembus 139 Ribu Saat Long Weekend May Day, Jadi Tulang Punggung Mobilitas Liburan

Senin, 4 Mei 2026 - 18:00

Langkah Baru, Semangat Baru: PT Pelindo Sinergi Lokaseva Hadirkan Harapan dan Kemandirian bagi Penyandang Disabilitas

Senin, 4 Mei 2026 - 17:00

Meningkatkan Kesiapan Karier Anak: BINUS @Malang Jawab Kekhawatiran Orang Tua dalam Memilih Kampus

Senin, 4 Mei 2026 - 16:01

Alphabet Melesat: AI dan Cloud Dorong Laba 85%, Saham Langsung Terbang 9,3%

Senin, 4 Mei 2026 - 16:01

Tips Kirim Uang ke Luar Negeri: Lebih Efisien di Tengah Kurs yang Dinamis

Berita Terbaru