Dolar Menguat, Perlukah Memikirkan Ulang Rencana Traveling ke Luar Negeri? - Koran Mandalika

Dolar Menguat, Perlukah Memikirkan Ulang Rencana Traveling ke Luar Negeri?

Senin, 8 Juni 2026 - 16:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dolar Menguat, Perlukah Memikirkan Ulang Rencana Traveling ke Luar Negeri?

Kenaikan nilai tukar dolar AS sering menjadi perhatian masyarakat yang memiliki rencana bepergian ke luar negeri. Sebab, perubahan kurs dapat memengaruhi berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari tiket pesawat, akomodasi, transportasi lokal, hingga biaya makan selama berada di destinasi tujuan.

Namun, apakah menguatnya dolar berarti rencana traveling ke luar negeri harus dibatalkan?

Kenaikan Dolar Memang Bisa Meningkatkan Biaya Liburan

Ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, biaya perjalanan ke negara yang menggunakan dolar atau memiliki mata uang yang bergerak searah dengan dolar cenderung menjadi lebih mahal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa pengeluaran yang biasanya terdampak antara lain:

– Tiket pesawat internasional

– Hotel dan akomodasi

– Transportasi lokal

– Biaya makan dan hiburan

– Tiket atraksi wisata

– Belanja oleh-oleh

Perbedaan kurs yang terlihat kecil dapat memberikan dampak yang cukup signifikan jika dikalikan dengan total kebutuhan selama perjalanan.

Sebagai contoh, selisih beberapa ratus rupiah per dolar dapat membuat total biaya perjalanan meningkat ketika kebutuhan transaksi mencapai ratusan atau bahkan ribuan dolar selama liburan.

Tidak Semua Destinasi Terdampak dengan Besaran yang Sama

Penting untuk dipahami bahwa dampak kenaikan dolar tidak selalu sama untuk setiap negara tujuan.

Beberapa destinasi di Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, atau Malaysia memiliki struktur biaya yang relatif berbeda dibanding negara-negara dengan biaya hidup tinggi seperti Amerika Serikat, Inggris, atau Swiss.

Baca Juga :  5 Rekomendasi Sekolah Internasional Berkurikulum IB di Jakarta, Salah Satunya BINUS SCHOOL Simprug

Karena itu, sebelum mengubah rencana perjalanan, wisatawan sebaiknya melakukan simulasi ulang anggaran berdasarkan kondisi kurs terbaru dan biaya aktual di negara tujuan.

Dalam beberapa kasus, kenaikan biaya yang terjadi masih dapat ditoleransi tanpa perlu membatalkan perjalanan.

Fokus pada Anggaran, Bukan Sekadar Kurs

Sering kali perhatian hanya tertuju pada pergerakan nilai tukar, padahal faktor yang lebih penting adalah kesiapan anggaran secara keseluruhan.

Seseorang yang sudah mempersiapkan dana liburan jauh hari sebelumnya umumnya memiliki ruang yang lebih besar untuk menghadapi perubahan kurs dibanding mereka yang baru mulai mengumpulkan dana menjelang keberangkatan.

Karena itu, memiliki dana traveling yang dipersiapkan secara bertahap sejak awal dapat membantu mengurangi tekanan ketika terjadi perubahan nilai tukar.

Evaluasi Prioritas Perjalanan

Jika kenaikan kurs mulai memengaruhi anggaran secara signifikan, ada beberapa alternatif yang dapat dipertimbangkan:

– Mengubah waktu keberangkatan

– Memilih destinasi dengan biaya lebih terjangkau

– Mengurangi durasi perjalanan

– Menyesuaikan anggaran belanja dan hiburan

– Memanfaatkan promo tiket atau akomodasi

Pendekatan ini sering kali lebih realistis dibanding membatalkan seluruh rencana perjalanan.

Menyiapkan Dana Traveling Sejak Jauh Hari

Salah satu pelajaran yang sering muncul saat kurs berfluktuasi adalah pentingnya mempersiapkan dana perjalanan lebih awal.

Dengan menyisihkan dana secara bertahap, wisatawan memiliki waktu yang lebih panjang untuk membangun anggaran liburan dan mengurangi ketergantungan pada kondisi kurs menjelang keberangkatan.

Selain membantu menjaga disiplin menabung, pemisahan dana traveling dari kebutuhan sehari-hari juga dapat memudahkan pemantauan progres target keuangan.

Baca Juga :  Bitcoin Pizza Day 2026: Dari Dua Loyang Pizza Menjadi Simbol Pertumbuhan Aset Digital Global dan Indonesia

Perencanaan Keuangan Tetap Menjadi Faktor Utama

Naik turunnya nilai tukar merupakan bagian dari dinamika ekonomi yang sulit diprediksi. Namun, keputusan untuk tetap berlibur atau menunda perjalanan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada pergerakan kurs semata.

Pastikan bahwa anggaran perjalanan sudah disiapkan dengan baik, memiliki dana cadangan yang memadai, serta tetap mempertimbangkan kondisi keuangan secara keseluruhan.

Bagi masyarakat yang sedang mempersiapkan dana untuk berbagai tujuan keuangan, termasuk traveling ke luar negeri, pemisahan dana berdasarkan tujuan dapat membantu proses perencanaan menjadi lebih teratur.

Melalui bank dengan layanan digital seperti neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna dapat memanfaatkan Neo Wish sebagai salah satu fitur tabungan tujuan yang membantu mengelola dana untuk target keuangan tertentu, termasuk dana liburan. 

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan bank. 

Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,50% (https://apps.lps.go.id/BankPesertaLPSRate). Bunga di atas tingkat penjaminan tidak dijamin oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku.

Jika ingin mempelajari produk tabungan yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan Neo Wish atau https://s.id/fbneowish.

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama
Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut
Ruang Rapat Berisik dan Silau: Dua Hal yang Jarang Dihitung
BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru
Perkuat Aksi Kemanusiaan, BRI Finance dan YBM BRILiaN Bantu Masyarakat Terdampak Gempa NTT
NPF di Bawah Rata-Rata Industri, BRI Finance Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan
Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
Mengapa Pemeriksaan Keaslian Menjadi Langkah Penting dalam Gadai Tas Branded?

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:02

Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:02

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:02

Ruang Rapat Berisik dan Silau: Dua Hal yang Jarang Dihitung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

NPF di Bawah Rata-Rata Industri, BRI Finance Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

Mengapa Pemeriksaan Keaslian Menjadi Langkah Penting dalam Gadai Tas Branded?

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:02

Profesor Kardiologi University College London (UCL) Inggris: Pencegahan Jadi Kunci Penting Ketahanan Kesehatan

Berita Terbaru