Dollar Cost Averaging dalam Reksa Dana: Strategi Investasi Bertahap untuk Pemula - Koran Mandalika

Dollar Cost Averaging dalam Reksa Dana: Strategi Investasi Bertahap untuk Pemula

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dollar Cost Averaging dalam Reksa Dana: Strategi Investasi Bertahap untuk Pemula

Dollar Cost Averaging (DCA) adalah strategi investasi dengan cara menanamkan dana dalam jumlah yang sama secara berkala, misalnya setiap bulan. Strategi ini banyak digunakan oleh investor karena membantu membangun kebiasaan investasi tanpa harus menunggu waktu yang dianggap paling tepat untuk masuk ke pasar.

Bagi kamu yang baru mulai berinvestasi, DCA dapat menjadi salah satu pendekatan yang layak dipertimbangkan. Bahkan, investasi dapat dimulai dari nominal yang relatif terjangkau, misalnya reksa dana 100 ribu, sesuai produk dan ketentuan yang berlaku.

Apa Itu Dollar Cost Averaging dalam Reksa Dana?

Dollar Cost Averaging atau DCA adalah metode investasi rutin dengan nominal tetap dalam periode tertentu, misalnya setiap bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai contoh, seseorang memutuskan untuk berinvestasi Rp1.000.000 setiap bulan ke produk reksa dana yang sama. Saat harga unit penyertaan naik, dana tersebut akan membeli unit lebih sedikit. Sebaliknya, ketika harga turun, dana yang sama akan memperoleh unit lebih banyak.

Dengan cara ini, investor tidak perlu terlalu fokus mencari waktu terbaik untuk mulai berinvestasi.

Mengapa Dollar Cost Averaging Banyak Digunakan?

Nilai investasi dapat mengalami kenaikan maupun penurunan mengikuti kondisi pasar. Karena itu, tidak mudah menentukan kapan waktu terbaik untuk membeli.

Melalui strategi DCA, investasi dilakukan secara konsisten sehingga keputusan investasi tidak hanya bergantung pada kondisi pasar dalam satu waktu tertentu.

Beberapa manfaat pendekatan ini antara lain:

1. Membantu membangun kebiasaan investasi secara rutin

2. Mengurangi kecenderungan mengambil keputusan berdasarkan emosi

3. Memudahkan pengelolaan anggaran bulanan

4. Cocok bagi investor yang ingin berinvestasi secara bertahap

Perlu dipahami bahwa DCA bukan merupakan strategi yang menjamin keuntungan atau menghilangkan risiko investasi.

Baca Juga :  Pelabuhan Tanjung Wangi Jadi Simpul Logistik Strategis Jawa Timur

Reksa Dana 100 Ribu, Apakah Bisa?

Banyak orang mengira investasi harus dimulai dengan modal besar. Padahal, kini tersedia produk yang memungkinkan investasi mulai dari nominal yang lebih terjangkau.

Misalnya, terdapat pilihan reksa dana 100 ribu yang dapat menjadi langkah awal bagi investor pemula untuk mulai membangun kebiasaan investasi.

Bagaimana Jika Investasi Reksa Dana 1 Juta per Bulan?

Jika memiliki anggaran lebih besar, sebagian investor memilih berinvestasi reksa dana 1 juta per bulan menggunakan strategi Dollar Cost Averaging.

Dengan investasi rutin setiap bulan, investor dapat membangun portofolio secara bertahap sesuai rencana keuangan jangka menengah maupun jangka panjang.

Besaran investasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Hindari menggunakan dana yang dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari atau dana darurat.

Bagaimana Memilih Reksa Dana yang Bagus?

Tidak ada satu produk yang dapat disebut sebagai reksa dana yang bagus untuk semua orang. Pilihan produk bergantung pada tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko masing-masing investor.

Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan sebelum memilih reksa dana antara lain:

– Tujuan investasi

– Profil risiko

– Jenis reksa dana yang dipilih

Kinerja produk berdasarkan informasi resmi (bukan sebagai jaminan hasil di masa depan)

Memahami Prospektus dan Fund Fact Sheet sebelum berinvestasi

Memahami karakteristik produk akan membantu investor mengambil keputusan yang lebih sesuai dengan kebutuhannya.

Reksa Dana untuk Pemula, Mulai dari yang Sesuai Profil Risiko

Bagi yang baru mengenal investasi, memilih reksa dana untuk pemula sebaiknya dimulai dengan memahami profil risiko terlebih dahulu.

Setiap orang memiliki toleransi risiko yang berbeda. Ada yang lebih nyaman dengan fluktuasi yang relatif rendah, sementara yang lain siap menghadapi pergerakan nilai investasi yang lebih tinggi untuk tujuan jangka panjang.

Baca Juga :  Port Academy dan Akademik Maritim Cirebon Gelar Diklat Pengurusan Muatan Angkutan Laut

Karena itu, penting memilih produk yang sesuai dengan tujuan keuangan, bukan hanya mengikuti tren.

Mulai Investasi Reksa Dana di neobank

Reksa Dana neobank adalah layanan investasi reksa dana melalui mitra di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce yang memungkinkan nasabah berinvestasi pada berbagai pilihan produk sesuai profil risiko dan tujuan investasi.

Beberapa keunggulan Reksa Dana di neobank:

– Investasi mulai dari Rp100.000

– Pilihan produk yang beragam sesuai profil risiko

– Seluruh proses dilakukan secara digital melalui aplikasi neobank

– Dapat memantau investasi langsung dari aplikasi

Dollar Cost Averaging merupakan strategi investasi yang dilakukan dengan nominal tetap secara berkala. Pendekatan ini dapat membantu membangun kebiasaan investasi tanpa harus menentukan waktu terbaik untuk masuk ke pasar.

Baik memulai dengan reksa dana 100 ribu maupun reksa dana 1 juta per bulan, yang terpenting adalah menyesuaikannya dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan kemampuan finansial. Sebelum memilih reksa dana yang bagus, pastikan memahami karakteristik produk, membaca Prospektus dan Fund Fact Sheet, serta memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan investasi.

***

Investasi reksa dana mengandung risiko. Calon investor wajib membaca dan memahami prospektus serta Ringkasan Informasi Produk sebelum melakukan investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang.

Jika ingin mulai investasi reksa dana, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Reksa Dana di website resmi Bank Neo Commerce. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Investasi Emas dan Perak Bisa Kena Pajak hingga 35%, Bagaimana dengan Versi Kriptonya?
ARBA International Grup Perkuat Ekspansi Hospitality Indonesia dengan 106 Properti dan Peluncuran MANTRA OS V2.0
JUVA by ZAP Hadirkan Pengalaman Pilates Istimewa di Jewel Changi Airport, Singapura
India Siapkan Rp5,39 Triliun untuk Perkuat Industri Pengolahan Mineral Kritis
Kuansing Siap Kirim 24 Atlet Pacu Jalur ke Ajang Internasional Mahanadi Boita Race 2026 di India
Siswa Bimbel Patriot Muda Bandar Lampung Tembus Akmil dan Bintara TNI AD 2026
Tips Tidur Nyenyak Selama Mengalami Gejala PMS (Menstruasi)
Peluang Belajar Global Sejak Dini : 609 siswa SMP dari Indonesia dan Jepang belajar bersama dengan Coding First Purwokerto

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:02

Investasi Emas dan Perak Bisa Kena Pajak hingga 35%, Bagaimana dengan Versi Kriptonya?

Kamis, 5 November 2026 - 07:02

ARBA International Grup Perkuat Ekspansi Hospitality Indonesia dengan 106 Properti dan Peluncuran MANTRA OS V2.0

Kamis, 5 November 2026 - 07:02

JUVA by ZAP Hadirkan Pengalaman Pilates Istimewa di Jewel Changi Airport, Singapura

Rabu, 4 November 2026 - 22:02

India Siapkan Rp5,39 Triliun untuk Perkuat Industri Pengolahan Mineral Kritis

Rabu, 4 November 2026 - 20:02

Siswa Bimbel Patriot Muda Bandar Lampung Tembus Akmil dan Bintara TNI AD 2026

Rabu, 4 November 2026 - 20:02

Tips Tidur Nyenyak Selama Mengalami Gejala PMS (Menstruasi)

Rabu, 4 November 2026 - 19:02

Peluang Belajar Global Sejak Dini : 609 siswa SMP dari Indonesia dan Jepang belajar bersama dengan Coding First Purwokerto

Rabu, 4 November 2026 - 19:02

Bank Mandiri Taspen Jalin Kerja Sama dengan KSPPS Sena Putra Mandiri, Perkuat Sinergi Layanan Perbankan

Berita Terbaru