Dominasi Koreksi Harga Bitcoin Sebabkan Depresiasi Altcoin? - Koran Mandalika

Dominasi Koreksi Harga Bitcoin Sebabkan Depresiasi Altcoin?

Selasa, 11 November 2025 - 22:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 5 November 2025 – Pasar aset kripto saat ini tengah melalui salah satu fase terberat dalam beberapa bulan terakhir. Setelah sempat catatkan ATH hingga $125.000, kini Bitcoin tertekan hingga $101.000 yang diikuti dengan tekanan harga pada alternatif coin atau altcoin.

Meski terguncang jauh ke bawah, Bitcoin relatif mampu mempertahankan harganya. Berbeda dengan sebagian besar Altcoin yang mengalami penurunan tajam, dan memicu pertanyaan besar di kalangan trader mengenai alasan di balik koreksi drastis tersebut.

Analis aset kripto ternama, Michaël van de Poppe, menjelaskan bahwa salah satu pemicu utama di balik curamnya penurunan ini adalah masalah pasokan yang terbatas untuk diperdagangkan atau limited tradable supply di  pasar Altcoin. Fenomena ini berarti bahwa jika hanya sekitar 10% dari total pasokan suatu Altcoin yang tersedia di bursa untuk diperdagangkan, maka sell order dalam jumlah besar dapat mengguncang seluruh pasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faktor kunci lain di balik kelemahan Altcoin adalah Dominasi Bitcoin,  yaitu persentase total nilai pasar aset kripto yang dipegang oleh Bitcoin. Dominasi BTC baru-baru ini berhasil menembus keluar dari ascending channel, sebuah indikasi jelas bahwa dana secara agresif mengalir keluar dari Altcoin dan kembali masuk ke Bitcoin.

Baca Juga :  Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek

Kenaikan dominasi ini menunjukkan sentimen risk-off, di mana investor memilih aset yang dianggap lebih aman di dalam ekosistem aset kripto itu sendiri, yakni BTC.

Bersamaan dengan itu, komentar kehati-hatian dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengenai pemangkasan suku bunga telah membuat investor menjadi lebih defensif.

Namun, meski gambaran saat ini terlihat suram, masih ada ruang untuk optimisme yang kuat. Di mana secara historis, setiap kali Altcoin mengalami periode lagging, terdapat potensi hadirnya gerak pemulihan yang kuat setelahnya. Hal ini dapat terjadi begitu likuiditas membaik dan kepercayaan pasar kembali.

Di sisi lain, di tengah tren tekanan harga pada pasar BTC dan altcoin lainnya, Palapa (PLPA), token platform Bittime justru menunjukkan adanya sentimen bullish. Jika dilihat dalam 24 jam terkahir, PLPA berhasil naik hingga 22.88% berdasarkan grafik pasar di Bittime saat artikel ini ditulis,

Pencapaian ini menunjukkan ketahanan PLPA sebagai aset alternatif yang mampu bertahan di tengah gejolak kondisi ekonomi global, sekaligus menempatkan PLPA sebagai salah satu aset lokal yang dapat dipertimbangkan sebagai aset diversifikasi.

kondisi pasar saat ini merupakan momentum untuk mulai mengenal dan mempelajari aset kripto sebagai salah satu pilihan diversifikasi aset di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga :  PTP Nonpetikemas Cabang Banten Tangani Ekspor Perdana Wind Mill Tower Tujuan Kanada

Apalagi, PLPA merupakan token platform Bittime, bursa pertukaran aset kripto yang aman, berizin dan diawasi di Indonesia. Di mana, Bittime terus menunjukkan potensi pertumbuhannya yang besar, dan menghadirkan berbagai mekanisme jangka panjang guna mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekosistem PLPA.

Namun, tentu perlu dipahami bahwa investasi aset kripto mengandung risiko yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, sangat penting mengetahui tingkat toleransi risiko, serta strategi dan metode investasi yang sesuai bagi masing-masing investor.

Tentang Bittime Indonesia
Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO). Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Godrej Consumer Products Lanjutkan Ekspansi di Indonesia Dengan Meresmikan Pabrik Baru di Kendal
Ada yang Makin PLUS di neobank Menjelang Akhir Tahun
Prediksi Harga Minyak Hari Ini: WTI Berpotensi Turun ke US$84,95
Dolar dan Yield Jadi Beban, Emas Berpotensi Turun ke US$4.064
FLOQ Hadir di TOKEN2049 Singapore 2026, Jadi Bagian dari Momentum Besar Industri Kripto Global
BRI BO Kalimalang Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Cempaka Mas Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Salah Pilih Media Filter Air Bisa Menambah Biaya Operasional, Begini Cara Menentukannya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Godrej Consumer Products Lanjutkan Ekspansi di Indonesia Dengan Meresmikan Pabrik Baru di Kendal

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Ada yang Makin PLUS di neobank Menjelang Akhir Tahun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Prediksi Harga Minyak Hari Ini: WTI Berpotensi Turun ke US$84,95

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Dolar dan Yield Jadi Beban, Emas Berpotensi Turun ke US$4.064

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:02

FLOQ Hadir di TOKEN2049 Singapore 2026, Jadi Bagian dari Momentum Besar Industri Kripto Global

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:05

BRI BO Cempaka Mas Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:02

Salah Pilih Media Filter Air Bisa Menambah Biaya Operasional, Begini Cara Menentukannya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:02

Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir dan Syukur kepada 1.200 Anak Binaan

Berita Terbaru

Teknologi

Ada yang Makin PLUS di neobank Menjelang Akhir Tahun

Rabu, 7 Okt 2026 - 14:02