Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis - Koran Mandalika

Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FisTx ajak petambak kembali ke dasar budidaya: ganti air dengan air bersih dan steril. Baskara UV dan Cakra Elektrolisis, tanpa kaporit. Simak caranya.

Yogyakarta – Ketika kualitas air tambak udang menurun, jawaban paling tua dan paling sederhana tetap sama: ganti air dengan volume yang cukup dan air yang berkualitas. FisTx Indonesia (PT Aditya Inovasi Makmur), perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, mengajak petambak kembali ke prinsip dasar itu, sambil memastikan syarat kedua terpenuhi: air pengganti harus bersih dan steril sebelum masuk kolam. Dua teknologi FisTx, Baskara UV dan Cakra Elektrolisis, dirancang untuk itu.

Ganti Air: Cara Lama Yang Masih Paling Masuk Akal

Di tambak tradisional, pergantian air memanfaatkan pasang surut dan menjadi cara berbiaya rendah menjaga mutu air. Kajian budidaya udang windu yang dirangkum Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur juga mencatat bahwa kolam tandon (reservoir) sebelum air masuk ke petak membantu memperbaiki kualitas air, mengurangi risiko masuknya organisme pembawa penyakit, dan meningkatkan kelangsungan hidup udang. Prinsipnya sama di tambak intensif: air yang buruk dibuang, diganti dengan air yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun ganti air hanya menolong jika air penggantinya memang lebih baik. Praktisi nutrisi akuakultur Alune mengingatkan bahwa pergantian air membawa risiko patogen ikut masuk, sehingga air sebaiknya diolah lebih dulu sebelum dipakai.

Masalahnya Ada di Air Penggantinya

Selama ini jalan pintas yang umum adalah kaporit. Murah di awal, tetapi berulang setiap siklus. Berdasarkan data lapangan FisTx, dosis 30 ppm untuk kolam 1.000 m² dapat menghabiskan hingga Rp 44 juta per siklus. Residu klorinnya dapat menghambat mikroba baik, dan Vibrio bisa muncul kembali ketika efek kaporit memudar karena sterilisasi kimia bekerja sekali sentuh.

Baca Juga :  Telkom dan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Bersinergi Menuju Kota Kreatif Kelas Dunia

Dengan kata lain, mengganti air itu sendiri tidak rumit. Yang rumit adalah mendapatkan air pengganti yang benar-benar bersih.

Tiga Memudahan: Ganti Air Cepat, Mudah, dan Berkualitas

FisTx menempatkan dua teknologi pada jalur air masuk dan sistem air tambak agar petambak bisa kembali ke SOP dasar tanpa menambah bahan kimia:

Baskara UV mensterilkan air input dengan sinar UV-C pada panjang gelombang 253,7 nanometer yang merusak DNA dan RNA patogen, tanpa residu kimia. Umur lampunya sekitar 12.000 jam. UV bekerja optimal pada air yang jernih, sehingga dipasangkan dengan filtrasi.

Cakra Elektrolisis menghasilkan disinfektan asam hipoklorit (HOCl) langsung dari air laut lewat proses elektrokimia, dengan dosis 2 ppm dan debit 50 m³ per jam (hingga 200 m³ per jam). Teknologi ini tetap bekerja pada air keruh, kondisi yang membatasi UV.

Keduanya saling menutup celah. UV memberi disinfeksi cepat di pintu masuk, sedangkan HOCl menjaga air tetap terlindungi setelah masuk ke sistem. Menurut FisTx, sistem ini tidak memerlukan netralisasi residu kimia seperti pada kaporit, sehingga air siap dipakai tanpa langkah tambahan. Bagi petambak, artinya ganti air lebih cepat, lebih mudah dijalankan, dan memakai air yang telah disterilkan dari patogen termasuk Vibrio.

Bukti Dari Lapangan

Di sebuah tambak intensif di Pantai Blimbingsari, Banyuwangi, Baskara UV dan Cakra Elektrolisis dipasang bersama sebagai perlindungan berlapis. Pada Kolam B7 (5.000 m², tebar DOC 80), panen siklus pertama setelah implementasi Cakra Elektrolisis (Juli 2026) mencatat survival rate 82%, FCR 1,21, dan total panen 9.501 kg dengan size 46,8. Angka ini baru dari satu kolam di siklus pertama, dan FisTx akan memperbarui data seiring bertambahnya siklus. Uji laboratorium independen PT Suri Tani Pemuka (JAPFA) Animal Health & Laboratory Service di Banyuwangi juga mengkonfirmasi perbaikan parameter kualitas air pasca instalasi.

Baca Juga :  Cara Bayar Pakai QRIS neobank yang Cepat dan Praktis

Di Tambak Agro Udang Manis, Bali, total panen naik dari 8,76 ton menjadi 13,6 ton setelah Baskara UV dipasang, dengan ukuran panen membaik dari size 86 ke size 37.

Sepanjang 2026, Cakra Elektrolisis terpasang di empat area Pulau Jawa: Banyuwangi (Pantai Blimbingsari), Kota Serang (Banten), Purworejo (pantai selatan), dan Jepara (pantai utara). Petambak bisa berkunjung, mengambil sampel air sendiri, dan mengujinya di laboratorium pilihan masing-masing.

“Kualitas air itu pondasi. Dulu petambak berhasil bukan karena resep rumit, melainkan karena airnya bersih dan volume pergantianya cukup. Teknologi kami tidak mengubah resep itu, hanya memastikan air yang masuk ke kolam memang bersih dan steril.” Rico Wisnu Wibisono, CEO FisTx Indonesia 

“Air yang steril itu pondasi budidaya yang sehat. FDS (fistx disinfektan system) sudah kami buktikan di berbagai daerah, hasilnya konsisten.” Bachtiar Umar, Head of Farming Expert FisTx 

Pengamat akuakultur Dr. Hasanuddin Atjo sebelumnya menegaskan bahwa teknologi pengolahan air baku perlu mendapat perhatian lebih dalam budidaya udang, “Teknologi treatment air baku untuk budidaya perlu menjadi perhatian. Inovasi ciptakan infrastruktur sterilisasi air dalam negeri yang murah seperti teknologi UV serta elektrolisis perlu didorong agar tidak lagi menggunakan bahan kimia.” (Oktober 2025)

Mulai Dari Air

Pesan FisTx sederhana: budidaya udang tidak harus selalu rumit. Mulailah dari memastikan air yang masuk ke kolam bersih dan berkualitas, lalu ganti air dengan volume yang cukup saat kualitas menurun. Petambak yang ingin berkonsultasi atau survei spesifikasi sesuai kondisi tambak dapat menghubungi tim teknologi FisTx melalui WhatsApp +62 821-2399-971.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?
1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam
Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM
PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear
Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan
Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia
KAI Bandara Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak-anak Panti Asuhan Al Washliyah Lubuk Pakam
MiiTel Phone Kini Dilengkapi Fitur Auto Answer Calls, Sederhanakan Operasional Call Center

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:02

MiiTel Phone Kini Dilengkapi Fitur Auto Answer Calls, Sederhanakan Operasional Call Center

Berita Terbaru