Dulu Jadi Primadona, Apa Kabar Mining Ethereum Setelah Beralih ke Proof-of-Stake? - Koran Mandalika

Dulu Jadi Primadona, Apa Kabar Mining Ethereum Setelah Beralih ke Proof-of-Stake?

Jumat, 16 Agustus 2024 - 13:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penambangan Ethereum, atau mining Ethereum, pernah menjadi salah satu cara paling populer untuk mendapatkan aset kripto. Namun, sejak Ethereum beralih ke mekanisme Proof-of-Stake (PoS), metode ini tak lagi didukung oleh jaringan Ethereum. Perubahan ini membawa dampak besar pada komunitas penambang dan jaringan Ethereum itu sendiri, mengakhiri era penambangan tradisional yang dikenal dengan konsumsi energi tinggi.

Mining Ethereum adalah proses memvalidasi transaksi dan menjaga keamanan jaringan Ethereum melalui pemecahan teka-teki matematika yang kompleks. Penambang menggunakan perangkat keras khusus untuk menemukan nilai hash yang tepat, memungkinkan mereka menambang blok baru di blockchain Ethereum dan mendapatkan imbalan berupa ETH. Sebelum peralihan ke PoS, mining Ethereum tidak hanya berperan dalam validasi transaksi tetapi juga dalam pasokan ETH, meski proses ini membutuhkan energi yang sangat besar.

Baca Juga :  Cara Investasi Bitcoin dengan Aman: Panduan Praktis untuk Pemula

Dalam proses mining, penambang menggunakan perangkat keras seperti GPU atau ASIC untuk melakukan hashing, yaitu enkripsi satu arah yang menghasilkan output hash unik. Algoritma Ethash digunakan untuk memproses hashing ini. Ketika hash yang sesuai ditemukan, blok baru ditambahkan ke blockchain, mengamankan seluruh rantai melalui mekanisme Proof-of-Work (PoW).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada September 2022, Ethereum resmi beralih dari PoW ke PoS melalui pembaruan besar yang dikenal sebagai “The Merge.” Pembaruan ini mengakhiri era penambangan dan menggantinya dengan mekanisme staking yang lebih ramah lingkungan. Validator dalam sistem PoS dipilih secara acak berdasarkan jumlah ETH yang mereka staking, mengurangi penggunaan energi hingga lebih dari 99% serta meningkatkan keamanan dan skalabilitas jaringan.

Baca Juga :  Pilih yang Paling Ampuh! Ini Jenis-Jenis Iklan Terbaik Untuk Bisnis

Dengan berakhirnya era mining Ethereum, banyak penambang beralih ke jaringan lain seperti Ethereum Classic (ETC) yang masih menggunakan PoW, atau mempertimbangkan opsi lain seperti Bitcoin, Litecoin, dan Dogecoin. Penambang yang masih memiliki perangkat keras Ethash juga bisa menambang aset kripto lain seperti MOAC, EtherZero, atau Bitcoin Gold.

Meskipun mining Ethereum kini hanya menjadi bagian dari sejarah, pemahaman tentang proses ini tetap penting. Peralihan ke PoS membawa perubahan besar bagi Ethereum, menjadikannya lebih ramah lingkungan dan efisien. Bagi penambang yang masih ingin melanjutkan aktivitas mereka, banyak alternatif menarik yang dapat dieksplorasi di dunia kripto yang terus berkembang ini.

Berita Terkait

Raih Pendanaan, PhotoBebaz Percepat Ekspansi sebagai Platform Creative-Tech Media
Usia Ideal Untuk Kitten Mulai Mencerna Makanan
Pelindo Multi Terminal Parepare Terapkan Pembayaran Nontunai di Pintu Masuk Pelabuhan Nusantara
Respons Pertumbuhan Industri Konsumsi Nasional, KAI Logistik Tambah Kapasitas Angkut Kontainer
Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, KAI Bandara Siapkan 637 Ribu Kursi dan 94 Perjalanan per Hari
BINUS @Bandung Kolaborasi dengan NVIDIA dan MSI Perkuat Potensi Mahasiswa Untuk Berdaya Saing Global
Perkuat Sinergi BUMN, KAI Services Jajaki Kolaborasi dengan PT Sucofindo
KAI Bandara Raih Top Digital Corporate Brand Award 2026

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 05:56

Raih Pendanaan, PhotoBebaz Percepat Ekspansi sebagai Platform Creative-Tech Media

Minggu, 8 Maret 2026 - 05:51

Usia Ideal Untuk Kitten Mulai Mencerna Makanan

Minggu, 8 Maret 2026 - 02:24

Pelindo Multi Terminal Parepare Terapkan Pembayaran Nontunai di Pintu Masuk Pelabuhan Nusantara

Minggu, 8 Maret 2026 - 02:19

Respons Pertumbuhan Industri Konsumsi Nasional, KAI Logistik Tambah Kapasitas Angkut Kontainer

Minggu, 8 Maret 2026 - 02:13

Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, KAI Bandara Siapkan 637 Ribu Kursi dan 94 Perjalanan per Hari

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:40

Perkuat Sinergi BUMN, KAI Services Jajaki Kolaborasi dengan PT Sucofindo

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:46

KAI Bandara Raih Top Digital Corporate Brand Award 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:43

Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, KAI Bandara Siapkan 361 Ribu Kursi di Sumatera Utara

Berita Terbaru

Teknologi

Usia Ideal Untuk Kitten Mulai Mencerna Makanan

Minggu, 8 Mar 2026 - 05:51