Dupoin Futures Analisis Prospek Emas, Support US$4.146 Jadi Level Kunci - Koran Mandalika

Dupoin Futures Analisis Prospek Emas, Support US$4.146 Jadi Level Kunci

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dupoin Futures Analisis Prospek Emas, Support US.146 Jadi Level Kunci

Harga emas berpeluang melanjutkan penguatan setelah menyelesaikan koreksi menuju area support US$4.146. Berdasarkan analisis harian Dupoin Futures, pergerakan XAUUSD berpotensi kembali membentuk tren utama atau primary trend bullish dengan target resistance terdekat di US$4.226–US$4.253.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, melihat level US$4.146 sebagai area penting yang dapat menentukan arah pergerakan emas selanjutnya. Selama harga mampu bertahan di atas support tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Namun, apabila tekanan jual kembali meningkat hingga menembus area support, skenario penguatan perlu dievaluasi kembali.

Dari sisi teknikal, zona US$4.226–US$4.253 menjadi resistance yang perlu diperhatikan. Jika momentum beli terus menguat, harga emas berpotensi menguji area tersebut. Meski demikian, pergerakan menuju resistance tidak berlangsung secara otomatis karena tetap bergantung pada kekuatan permintaan dan respons pasar terhadap perkembangan ekonomi global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faktor geopolitik menjadi salah satu pendorong yang dapat menopang harga emas. Ketidakpastian global berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Dalam situasi ketika risiko politik dan ekonomi meningkat, sebagian investor cenderung mencari aset yang dinilai dapat membantu melindungi nilai kekayaan mereka.

Baca Juga :  Panduan Hukum dalam Menamai PT PMA Anda di Indonesia

Meski demikian, penguatan emas masih menghadapi sejumlah tantangan. Dolar Amerika Serikat yang menguat dapat membatasi kenaikan XAUUSD karena membuat emas relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dapat meningkatkan daya tarik instrumen berbunga dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil secara langsung.

Sikap hawkish Federal Reserve atau The Fed juga menjadi perhatian pasar. Ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan pada tingkat tinggi dapat mendukung dolar AS dan imbal hasil obligasi, sehingga berpotensi menekan harga emas. Oleh karena itu, perkembangan kebijakan moneter tetap menjadi salah satu faktor yang menentukan arah pergerakan logam mulia.

Baca Juga :  PLANTIQ Cashew Milk: Inovasi Susu Nabati Pertama dari Kacang Mede Asli Indonesia

Pelaku pasar juga mencermati data inflasi AS yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga berikutnya. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat. Sebaliknya, meredanya tekanan inflasi dapat mengubah pandangan pasar terhadap prospek suku bunga dan memberikan ruang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, prospek emas masih terbuka untuk menguat selama support US$4.146 mampu dipertahankan. Area US$4.226–US$4.253 menjadi sasaran resistance terdekat yang perlu dipantau, sementara perkembangan geopolitik, dolar AS, imbal hasil obligasi, dan data inflasi akan memengaruhi keberlanjutan momentum kenaikan.

Proyeksi ini merupakan skenario berdasarkan kondisi pasar dan bukan kepastian arah harga. Pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perubahan sentimen serta mengelola risiko dalam mengambil keputusan perdagangan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Perkuat Akses Perlindungan Pekerja, BRI BO Wonosari Bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui BRILink Agen
Kapan Harus Membayar Pinjaman? Pahami Jatuh Tempo dan Pilihan Pelunasan Lebih Awal
NEXTGEN MANAGER 2026 – KESEMPATAN UNTUK MENGUJI DAN MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MANAJERIAL
BRI Unit Ciracas Konsisten Dukung Pelaku UMKM Menjadikan Atin Kurniawati Sukses Kembangkan Usaha Siomay dan Batagor Berkat KUR BRI
Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS
Sebelum Gadai Barang Mewah, Konsumen Perlu Memeriksa Legalitas hingga Ketentuan Penebusan
Pasar Kripto Dilanda Extreme Fear, Bitcoin Hadapi Tekanan Baru
Perkuat Penanganan Dampak Karhutla, Elnusa Petrofin Pasok Alat Medis untuk 3 Rumah Oksigen di Kalsel

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 21:02

Perkuat Akses Perlindungan Pekerja, BRI BO Wonosari Bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui BRILink Agen

Minggu, 8 November 2026 - 20:02

Kapan Harus Membayar Pinjaman? Pahami Jatuh Tempo dan Pilihan Pelunasan Lebih Awal

Minggu, 8 November 2026 - 19:02

NEXTGEN MANAGER 2026 – KESEMPATAN UNTUK MENGUJI DAN MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MANAJERIAL

Minggu, 8 November 2026 - 18:02

BRI Unit Ciracas Konsisten Dukung Pelaku UMKM Menjadikan Atin Kurniawati Sukses Kembangkan Usaha Siomay dan Batagor Berkat KUR BRI

Minggu, 8 November 2026 - 15:02

Sebelum Gadai Barang Mewah, Konsumen Perlu Memeriksa Legalitas hingga Ketentuan Penebusan

Minggu, 8 November 2026 - 14:02

Pasar Kripto Dilanda Extreme Fear, Bitcoin Hadapi Tekanan Baru

Minggu, 8 November 2026 - 12:02

Perkuat Penanganan Dampak Karhutla, Elnusa Petrofin Pasok Alat Medis untuk 3 Rumah Oksigen di Kalsel

Minggu, 8 November 2026 - 08:02

Kenali Keunggulan Charm Pantyliner Cooling Fresh

Berita Terbaru