Emas dalam Tren Bullish Menuju $ 3.364, Setelah Sentimen Dovish The Fed - Koran Mandalika

Emas dalam Tren Bullish Menuju $ 3.364, Setelah Sentimen Dovish The Fed

Senin, 21 Juli 2025 - 09:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) menutup sesi Jumat (18/7) lalu dengan kenaikan yang solid setelah pelemahan Dolar AS memicu aksi profit taking pelaku pasar menjelang akhir pekan. Sentimen dovish semakin menguat tatkala seorang Gubernur The Fed memberi sinyal kuat penurunan suku bunga pada pertemuan Juli mendatang. XAU/USD menembus kembali level $ 3.350 sebelum akhirnya menutup minggu ini di area $3.348, dan dibuka stabil di kisaran $3.350-an pada perdagangan sesi Asia hari Senin (21/7).

Menurut analisis teknikal Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, pola candlestick pada grafik harian masih menampilkan formasi higher low–higher high, sementara moving average jangka pendek terus naik melewati garis MA jangka menengah. “Konfigurasi ini menegaskan bahwa tekanan beli masih terjaga, dengan koreksi semata-mata sebagai jeda sebelum rally lanjutan,” ujar Andy. Sinyal ini menjadi landasan bagi proyeksi pergerakan XAU/USD hari ini.

Berdasarkan pemantauan Andy, jika tren bullish tetap berlanjut, XAU/USD berpotensi menguji level psikologis berikutnya di $3.364. Level ini akan menjadi titik resistensi utama yang, jika berhasil ditembus, membuka peluang kenaikan lebih lanjut ke kisaran $3.380–$3.390. Trader disarankan memanfaatkan momentum positif ini dengan menempatkan posisi buy ketika harga memantul dari support, sambil melonggarkan stop-loss sedikit di bawah level $3.346.

Namun, skenario alternatif juga tak bisa diabaikan. Apabila Dolar AS kembali menguat misalnya setelah pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, pada hari Selasa (22/7) menunjukkan sikap hawkish terselubung tekanan jual bisa kembali mendorong XAU/USD turun menuju area support di S$ 3.346 atau bahkan menembus $ 3.330. Penembusan di bawah level ini akan memicu aksi jual lebih dalam, dengan target koreksi jangka pendek di kisaran $ 3.320.

Di sisi fundamental, perundingan perdagangan dan tenggat waktu tarif AS pada 1 Agustus menjadi katalis penting bagi permintaan safe‑haven emas. Menteri Perdagangan AS menegaskan bahwa bea masuk akan diberlakukan tegas kepada negara-negara mitra yang belum menyelesaikan kesepakatan. Ketidakpastian ini menambah daya tarik emas, meski optimisme Sentimen Konsumen University of Michigan yang naik tipis ke 61,8 memperkuat Dolar AS.

Sentimen dovish semakin mendapat dukungan dari komentar Gubernur The Fed Christopher Waller yang menyarankan penurunan suku bunga dalam rapat Juli. Pernyataan tersebut meredam imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun, sehingga mengurangi biaya peluang memegang emas. Indeks Dolar AS (DXY) sempat terkoreksi 0,13% ke 98,48, menciptakan ruang bagi XAU/USD untuk bergerak lebih tinggi.

Baca Juga :  Semarak Kemerdekaan Bersama Keluarga di Hublife Taman Anggrek

Bagi para pelaku pasar, perhatian utama kini tertuju pada pidato Powell, data Indeks Harga Konsumen (IHK), dan statistik Penjualan Ritel AS yang akan dirilis pekan ini. Setiap indikasi inflasi mereda atau dukungan kuat bagi pelonggaran moneter akan menambah nafas emas. Sebaliknya, data ekonomi yang menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja atau inflasi lebih tinggi dari ekspektasi dapat mengangkat kembali Dolar dan menekan logam mulia.

Secara keseluruhan, kombinasi antara pelemahan Dolar, sinyal dovish The Fed, serta ketidakpastian tarif perdagangan global menegaskan momentum bullish pada XAU/USD. Dengan rentang pergerakan krusial di antara $ 3.346 sebagai support dan $ 3.364 sebagai resistance, para trader sebaiknya memantau kedua level ini untuk menentukan strategi entry dan exit yang adaptif sesuai dinamika pasar.

Berita Terkait

Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance
Kekeringan di Banyumas, Bank Mandiri Taspen Bantu Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga
OSL Indonesia Hadirkan Launchpool Solana, Bagikan hingga Rp100 Juta Rewards Pool
Triwulan III 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 1,37 Juta Pengguna Jasa KA Jarak Jauh, Tumbuh 10 Persen
Barang Branded Pertama: Cara Menabung agar Bisa Membelinya
FisTx Lengkapi NAWASENA Water Test Kit dengan Varian Nitrit, Pantau Tiga Parameter Kunci Tambak Lebih Mudah dan Terjangkau
Doran Gadget 23 Mall Semarang Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Ritel di Jawa Tengah
CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:02

Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:02

Kekeringan di Banyumas, Bank Mandiri Taspen Bantu Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:02

OSL Indonesia Hadirkan Launchpool Solana, Bagikan hingga Rp100 Juta Rewards Pool

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:02

Triwulan III 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 1,37 Juta Pengguna Jasa KA Jarak Jauh, Tumbuh 10 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:02

Barang Branded Pertama: Cara Menabung agar Bisa Membelinya

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

Doran Gadget 23 Mall Semarang Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Ritel di Jawa Tengah

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

JETE 23 Mall Semarang Sudah Dibuka, Bawa Konsep Experience Store & Produk Unggulan

Berita Terbaru