Emas Menguat Tajam, Tren Bullish Kian Kokoh Didukung Melemahnya Dolar AS - Koran Mandalika

Emas Menguat Tajam, Tren Bullish Kian Kokoh Didukung Melemahnya Dolar AS

Senin, 1 Desember 2025 - 23:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Menguat Tajam, Tren Bullish Kian Kokoh Didukung Melemahnya Dolar AS

Harga emas (XAU/USD) kembali bergerak positif pada perdagangan Kamis setelah lonjakan kuat sehari sebelumnya. Pada Rabu (26/11), emas mencatat kenaikan lebih dari 0,80%, terdorong oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta pelemahan Dolar AS. Kedua faktor ini meningkatkan minat investor terhadap aset aman, terutama ketika peluang penurunan suku bunga oleh Federal Reserve masih tinggi meski data ekonomi Amerika menunjukkan ketahanan. XAU/USD sempat menyentuh $4.165 setelah rebound dari level terendah hariannya di $4.127.

Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, sinyal teknikal emas memperlihatkan kecenderungan bullish yang semakin dominan. Pola candlestick harian yang terbentuk, ditambah posisi harga yang bergerak di atas indikator Moving Average, menunjukkan momentum kenaikan masih kuat. “Selama dorongan beli tetap terjaga, prospek emas untuk melanjutkan penguatan masih sangat terbuka,” jelas Andy.

Dalam pandangan Andy, ada dua skenario utama yang berpotensi terjadi hari ini. Jika tekanan beli terus berlanjut, emas diperkirakan dapat menembus area $4.208, yang menjadi resistance penting. Namun, jika momentum memudar dan harga terkoreksi, maka penurunan kemungkinan mengarah ke $4.116, yang saat ini berfungsi sebagai support jangka pendek.

Pada Kamis pagi (27/11), XAU/USD sempat bergerak di kisaran $4.150, sedikit melemah dibanding penutupan sebelumnya, namun tetap berada dalam jalur bullish. Dari sisi fundamental, data ekonomi terbaru dari AS turut memberikan dinamika baru. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim tunjangan pengangguran mingguan turun ke 216.000—level terendah sejak pertengahan April—dan lebih baik dari perkiraan. Meski Pesanan Barang Tahan Lama untuk September mengalami penurunan dari bulan sebelumnya, angka tersebut tetap berada di atas ekspektasi pasar.

Menariknya, data ekonomi yang cukup kuat ini tidak mengurangi keyakinan pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember. Probabilitas kebijakan dovish tersebut berada di sekitar 85%, menurut CME FedWatch Tool. Ekspektasi ini menjadi faktor utama pelemahan Dolar AS, tercermin dari turunnya Indeks Dolar (DXY) ke level 99,60 atau 0,19% lebih rendah dari sesi sebelumnya. Melemahnya dolar memberikan dorongan tambahan bagi emas, yang memiliki hubungan terbalik terhadap pergerakan mata uang tersebut.

Baca Juga :  Cara Mendapatkan Centang Biru WhatsApp Bisnis & Barantum

Di sisi geopolitik, ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan kembali meningkat setelah Taiwan menilai adanya perubahan pola manuver militer Beijing. Sementara itu, kabar adanya perkembangan positif menuju potensi resolusi konflik Rusia-Ukraina juga ikut memengaruhi sentimen pasar. Walau perdamaian biasanya menekan permintaan aset safe haven seperti emas, ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed masih menjadi penopang utama pergerakan harga.

Secara keseluruhan, tren emas pada hari ini masih menunjukkan arah naik yang kuat. Didukung oleh pelemahan dolar, meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga, dan kondisi global yang dinamis, potensi penguatan emas tetap besar. Meski demikian, pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap potensi koreksi teknikal di tengah pergerakan harga yang semakin sensitif terhadap sentimen global.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2
Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman
Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar
Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah
Jakarta, Indonesia Bioluminesensi Nusantara: Fuguku Luncurkan “Nudi Series” yang Skulptural dan Bawa Streetwear Bertekstur Uniseks ke USS 2026
BRI Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial melalui Jalan Sehat dan Berbagi Sembako
Website Company Profile Adalah Alamat Resmi Bisnis, Beda dengan Toko Online dan Media Sosial
VIHEF 2027 Perkuat Posisi Vietnam sebagai Pusat Perdagangan dan Pengadaan Produk Halal yang Berkembang

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 09:02

Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2

Sabtu, 7 November 2026 - 08:02

Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman

Sabtu, 7 November 2026 - 08:02

Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar

Sabtu, 7 November 2026 - 06:02

Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah

Sabtu, 7 November 2026 - 00:02

Jakarta, Indonesia Bioluminesensi Nusantara: Fuguku Luncurkan “Nudi Series” yang Skulptural dan Bawa Streetwear Bertekstur Uniseks ke USS 2026

Jumat, 6 November 2026 - 22:02

Website Company Profile Adalah Alamat Resmi Bisnis, Beda dengan Toko Online dan Media Sosial

Jumat, 6 November 2026 - 20:02

VIHEF 2027 Perkuat Posisi Vietnam sebagai Pusat Perdagangan dan Pengadaan Produk Halal yang Berkembang

Jumat, 6 November 2026 - 20:02

Split Bill Saat Nongkrong, Cara Simpel Mengatur Pengeluaran Bareng Teman

Berita Terbaru

Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman

Teknologi

Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman

Sabtu, 7 Nov 2026 - 08:02