ENSIA 2026 Hadir Kembali, SUCOFINDO Dorong Inovasi Berkelanjutan dan Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Perubahan Iklim - Koran Mandalika

ENSIA 2026 Hadir Kembali, SUCOFINDO Dorong Inovasi Berkelanjutan dan Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Perubahan Iklim

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENSIA 2026 Hadir Kembali, SUCOFINDO Dorong Inovasi Berkelanjutan dan Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Perubahan Iklim

Jakarta, 8 Juni 2026 – PT SUCOFINDO (PERSERO) resmi meluncurkan Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026, sebuah ajang apresiasi yang mendorong lahirnya inovasi-inovasi terbaik di bidang lingkungan dan sosial dari berbagai sektor usaha di Indonesia. Peluncuran ENSIA 2026 menjadi bagian dari komitmen SUCOFINDO dalam memperkuat implementasi prinsip keberlanjutan sekaligus mendorong kontribusi dunia usaha dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Mengusung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Communities”, ENSIA 2026 diharapkan menjadi wadah bagi perusahaan untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, tetapi juga memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, mengatakan bahwa peluncuran ENSIA 2026 merupakan langkah strategis untuk memperluas gerakan inovasi keberlanjutan di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ENSIA merupakan bentuk komitmen SUCOFINDO dalam mendorong dunia usaha untuk terus berinovasi dan mengambil peran aktif dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan dan sosial. Melalui ENSIA 2026, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mampu mempercepat lahirnya solusi-solusi inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan bisnis,” ujar Sandry.

Menurut Sandry, saat ini dunia usaha tidak lagi hanya dituntut untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan. Oleh karena itu, inovasi menjadi kunci dalam menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Pertahankan Kualitas di Tengah Anomali Cuaca, PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Borong 14 Gelar di National Tea Competition 2026

“Melalui ENSIA 2026, kami berharap semakin banyak perusahaan yang menunjukkan praktik-praktik terbaiknya dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, memperkuat ketahanan masyarakat, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi dunia usaha,” tambahnya.

Sebagai rangkaian peluncuran ENSIA 2026, SUCOFINDO menyelenggarakan Cerita Bersama SUCOFINDO (Carbon Talk) yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, lembaga riset, dan sektor industri untuk membahas tantangan serta peluang dalam menghadapi perubahan iklim.

Dalam sesi tersebut, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Franky Zamzani, memaparkan bahwa perubahan iklim telah memengaruhi berbagai sektor strategis, mulai dari pangan, sumber daya air, energi, kesehatan, hingga ekosistem. Karena itu, penguatan kapasitas adaptasi menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan.

Selanjutnya, Franky menambahkan bahwa pemerintah terus mendorong upaya adaptasi iklim yang terintegrasi, inklusif, dan berbasis ilmu pengetahuan untuk memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan ekosistem. “Upaya tersebut dijalankan melalui berbagai program prioritas pada sektor pangan, sumber daya air, energi, kesehatan, dan ekosistem guna mengurangi risiko serta dampak perubahan iklim. Hal ini sejalan dengan pilar KLH, yaitu lima bidang prioritas adaptasi yang tertuang dalam Perpres Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional,” kata Franky.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN, Andes Hamuraby Rozak, memaparkan pentingnya riset dan inovasi dalam mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Menurutnya, pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan memerlukan pendekatan berbasis sains agar menghasilkan solusi yang terukur dan berdampak.

Baca Juga :  EL Medinah Indonesia Hadirkan Talbinah El Medinah : Solusi Herbal Alami untuk Lambung Sehat

Andes Hamuraby Rozak melanjutkan bahwa Solusi Berbasis Alam (Nature-based Solutions) menjadi tren sebagai upaya perlindungan, pemanfaatan secara bijaksana, serta pemulihan ekosistem.

“Restorasi tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga mengintegrasikan aspek iklim, keanekaragaman hayati, dan masyarakat. Restorasi lahan gambut yang dilakukan secara berkelanjutan dapat mendukung mitigasi perubahan iklim, pemulihan biodiversitas, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui dukungan ilmu pengetahuan, pemantauan berkelanjutan, dan partisipasi masyarakat,” ujar Andes.

Pada kesempatan yang sama, Senior Staff General Affairs & CSR PT Smelting, Rachmayani, menekankan pentingnya peran sektor usaha dalam mendukung pengendalian perubahan iklim melalui kolaborasi dengan masyarakat. Menurutnya, dunia usaha dapat berkontribusi melalui berbagai program lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, konservasi air, penghijauan, hingga pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Pengendalian perubahan iklim bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Kolaborasi sektor usaha dan masyarakat menjadi kunci terciptanya masa depan yang berkelanjutan,” ujar Rachmayani.

Menutup kegiatan peluncuran ENSIA 2026, PT SUCOFINDO (PERSERO) mengajak seluruh pelaku usaha, institusi, dan organisasi di Indonesia untuk berpartisipasi dalam ajang ini sebagai wadah berbagi inovasi, memperkuat kolaborasi, serta menunjukkan kontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan pengendalian perubahan iklim nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Resmi Buka Kampus Baru, BINUS ASO Siapkan Talenta Engineering untuk Industri Masa Depan
Jasa Buzzer Adalah Promosi dengan Ketentuan dan Risiko Menurut JasaViral
MEDIA ALERT: RECAP OF HIGHLIGHTS – PURANA AT SOLO BATIK FASHION X SOLO FASHION WEEK 2026
TOMOHON JAZZ FESTIVAL 2026 SUKSES DIGELAR DUA HARI DAN CATAT SEJARAH FESTIVAL BARU DI SULAWESI UTARA
Jaga Kesehatan Pekerja, LRT Jabodebek Perkuat Fondasi Pelayanan Transportasi Publik
Echoes from the Land of the Dragon: Karya Film Roxx memenangkan Award di ART & TUR 2026
BRI Finance Optimalkan Jaringan Cabang, Siapkan Ekspansi Selektif pada 2027
Asa Kemandirian Ekonomi dari Santri Al-Fatah Temboro melalui Rumah Tempe Higienis

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:02

Resmi Buka Kampus Baru, BINUS ASO Siapkan Talenta Engineering untuk Industri Masa Depan

Senin, 2 November 2026 - 21:02

Jasa Buzzer Adalah Promosi dengan Ketentuan dan Risiko Menurut JasaViral

Senin, 2 November 2026 - 19:02

MEDIA ALERT: RECAP OF HIGHLIGHTS – PURANA AT SOLO BATIK FASHION X SOLO FASHION WEEK 2026

Senin, 2 November 2026 - 19:02

TOMOHON JAZZ FESTIVAL 2026 SUKSES DIGELAR DUA HARI DAN CATAT SEJARAH FESTIVAL BARU DI SULAWESI UTARA

Senin, 2 November 2026 - 17:02

Echoes from the Land of the Dragon: Karya Film Roxx memenangkan Award di ART & TUR 2026

Senin, 2 November 2026 - 17:02

BRI Finance Optimalkan Jaringan Cabang, Siapkan Ekspansi Selektif pada 2027

Senin, 2 November 2026 - 17:02

Asa Kemandirian Ekonomi dari Santri Al-Fatah Temboro melalui Rumah Tempe Higienis

Senin, 2 November 2026 - 15:02

SATU University Hadirkan Program Studi Baru di Palembang dan Pontianak, Siapkan Talenta Digital untuk Masa Depan

Berita Terbaru