Ethereum 2.0: Upgrade Besar yang Siap Mengubah Segalanya - Koran Mandalika

Ethereum 2.0: Upgrade Besar yang Siap Mengubah Segalanya

Rabu, 4 September 2024 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ethereum telah berkembang pesat, dan kini hadir dengan pembaruan besar yang disebut Ethereum 2.0. Ethereum 2.0 adalah langkah maju yang dirancang untuk meningkatkan kecepatan, keamanan, dan efisiensi dalam teknologi blockchain. 

Mengenal Ethereum 2.0

Ethereum 2.0 yang juga dikenal dengan nama ETH 2.0 atau Serenity adalah evolusi besar-besaran dari blockchain Ethereum. Update ini bertujuan meningkatkan skalabilitas, keamanan, dan keberlanjutan jaringan.

Update ini mewakili perubahan signifikan dalam algoritma konsensus jaringan, transisi dari PoW ke PoS. Transisi ini menawarkan banyak manfaat, termasuk peningkatan skalabilitas, keamanan, dan aksesibilitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika Ethereum sebelumnya hanya mampu memproses sekitar 20 transaksi per detik, update terbaru dari Ethereum ini menjanjikan kemampuan untuk menangani hingga 100.000 transaksi dalam rentang waktu yang sama. 

Peningkatan dramatis ini bukan hanya angka di atas kertas. Upgrade ini adalah fondasi untuk aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang lebih responsif, biaya transaksi yang lebih terjangkau, dan pengalaman pengguna yang jauh lebih mulus.

Perbandingan Proof-of-Stake Proof-of-Work

Salah satu perubahan paling mendasar dalam upgrade ini adalah peralihan dari mekanisme konsensus Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS). Hal ini bukan sekadar perubahan teknis, melainkan sebuah revolusi dalam cara blockchain beroperasi.

Baca Juga :  Mengapa Membeli Tiket Pesawat Dadakan Mahal?

Dalam sistem PoW, para “penambang” berlomba memecahkan teka-teki matematika kompleks untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. Proses ini memakan energi luar biasa besar, setara dengan konsumsi listrik sebuah negara kecil. 

Di sisi lain, PoS memperkenalkan konsep “validator” yang menyetorkan (stake) minimal 32 ETH sebagai jaminan untuk berpartisipasi dalam proses validasi.

Perbedaan Ethereum dan Ethereum 2.0

Perbedaan antara Ethereum klasik dan Ethereum 2.0 seperti membandingkan mobil listrik dengan pendahulunya yang berbahan bakar bensin. Keduanya memiliki tujuan yang sama, namun cara mencapainya sangat berbeda.

ETH 2.0 tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga jauh lebih efisien. Dengan kemampuan memproses hingga 100.000 transaksi per detik, ini adalah peningkatan yang luar biasa dibandingkan dengan 15 transaksi per detik yang mampu ditangani oleh Ethereum versi lama.

Baca Juga :  PETUALANGAN SERU BARENG PICBY BERMAIN DI INFLATABLE BOUNCY RAKSASA di PIK AVENUE

Namun, transisi ini tidak terjadi dalam semalam. Sebuah versi Ethereum berbasis PoW yang disebut ETHPoW tetap diluncurkan pasca-Merge, memberikan pilihan bagi mereka yang masih ingin bertahan dengan mekanisme konsensus lama.

Perjalanan Menuju Ethereum 2.0

Upgrade ETH 2.0 bukanlah proyek yang dikerjakan secara terburu-buru. Ini adalah hasil dari bertahun-tahun perencanaan, pengembangan, dan pengujian yang cermat. 

Berbeda dengan Bitcoin yang terutama berfungsi sebagai penyimpan nilai digital, Ethereum telah lama memposisikan dirinya sebagai platform untuk aplikasi terdesentralisasi dan kontrak pintar.

Setelah bertahun-tahun pengembangan, Ethereum 2.0 resmi dirilis. “The Merge”, yang menandai transisi resmi ke PoS, berhasil dilaksanakan pada September 2022. Peningkatan ini adalah tonggak sejarah yang mengubah lanskap cryptocurrency secara fundamental.

Namun, perjalanan belum berakhir. Tim pengembang Ethereum terus bekerja pada fase-fase berikutnya, termasuk implementasi sharding yang akan meningkatkan skalabilitas jaringan secara eksponensial. 

Update-update ini diharapkan akan membawa Ethereum semakin dekat ke visi awalnya sebagai “komputer dunia” yang benar-benar terdesentralisasi dan dapat diakses oleh semua orang.

Berita Terkait

LRT Jabodebek Lakukan Uji Coba Perjalanan 05.30 WIB untuk Dukung Pengguna Whoosh Keberangkatan Pagi
Pesan Balasan WhatsApp Jadi Berbayar, Masih Worth It Kah? Begini Cara Hitungnya
Akulaku Finance Bersama BAZNAS RI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT
MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional
CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global
Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?
Banyak Pelaku Usaha Baru Tahu Ada Layanan Ini, Akses Kesehatan Lintas Negara Jadi Sorotan di BNI National Conference 2026
Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:54

Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026

Rabu, 16 September 2026 - 11:07

Proyek Seaplane Bendungan Batujai Mundur dari Target

Selasa, 15 September 2026 - 19:08

Gubernur NTB : Harus Memiliki Komitmen Jangka Panjang dan Belajar Pada Perusahaan Tempat Bekerja

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Senin, 14 September 2026 - 19:41

Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal

Minggu, 13 September 2026 - 18:13

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

Minggu, 13 September 2026 - 12:12

NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi

Berita Terbaru