Excimer Obat Apa? Pahami Dulu Aturan Pakai sebelum Minum! - Koran Mandalika

Excimer Obat Apa? Pahami Dulu Aturan Pakai sebelum Minum!

Rabu, 2 Oktober 2024 - 13:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ada banyak gangguan psikosis yang dapat seseorang alami, seperti delusi, halusinasi, agitasi dan jenis perilaku mental lainnya. Tentunya kondisi yang tidak stabil ini membutuhkan obat-obatan yang harus penderita konsumsi, salah satunya Excimer. 

Lalu, sebenarnya Excimer itu obat apa saja? Yuk, pahami dulu aturan pakai, manfaat, hingga efek samping sebelum minum!

Excimer obat apa?

Obat ini termasuk golongan antipsikotik fenotiazin yang bekerja mengatasi gangguan mental. Misalnya, bagi pasien yang mengalami delusi, agitasi, hingga halusinasi serta jenis perilaku yang tidak biasa. Obat ini tentunya memerlukan resep khusus untuk dapat bekerja secara maksimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cara kerja Excimer adalah dengan menghambat dopamine atau reseptor kimia pada otak sehingga gangguan mental yang terjadi pada pasien dapat terkendali sesuai dengan gejala yang pasien alami.

Selain itu, Excimer juga bekerja untuk membantu berbagai keluhan lain, seperti cegukan kronis, mual, muntah, serta kondisi lain yang dapat dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk dapat mendeskripsikan manfaatnya secara luas. Nama lain dari obat ini adalah Chlorpromazine yang hanya bisa Anda peroleh dengan dosis dan resep dari dokter.

Dosis dan aturan pakai

Pada umumnya, Chlorpromazine yang terkandung dalam Excimer harus Anda konsumsi sesuai dengan resep dokter karena obat ini termasuk dalam jenis kategori obat keras.

Baca Juga :  Hadapi Era Digital 2024: Implementasi AI Chatbot untuk Meningkatkan Layanan Customer Service

Penggunaannya harus sesuai kondisi pasien dan pasien juga harus mematuhi aturan dosis yang diberikan. Berikut dosis sesuai sediaan:

1. Dosis Excimer yang diminum

Untuk mengobati gejala psikosis 

– Dewasa: 25 mg (75 mg di malam hari). Dosis Perawatan: 25-100 mg 

– Anak-anak: Usia 1-12 tahun 500 mcg/kg berat badan setiap 4-6 jam. Dosis maksimal per hari 75 mg (usia 5 tahun ke atas, 40 mg (usia 1-4 tahun) 

– Lansia: Dosis awal 1/3 dari dosis orang dewasa 

Mengatasi cegukan kronis 

– Dewasa: Dosis awal 25-50 mg 3-4 kali sehari selama 2-3 hari (sebanyak 25-50 mg Excimer suntik atau 500-1000 ml) 

– Anak-anak: Usia 1-12 tahun 500 mcg/kg berat badan, dosis ini setiap 4-6 jam. Dosis maksimal anak-anak per hari 75 mg (usia 5 tahun ke atas, 40 mg (usia 1-4 tahun) 

– Lansia: Dosis awal 1/3 dari dosis orang dewasa

2. Dosis Excimer injeksi atau suntik

Sebagai terap untuk gejala psikosis

– Dewasa: 25-50 mg setiap 6-8 jam (ganti Excimer tablet atau minum setelah beberapa hari) 

– Anak-anak: Usia 1-12 tahun 500 mcg/kg berat badan, dosis ini setiap 4-6 jam. Dosis maksimal per hari 75 mg (usia 5 tahun ke atas, 40 mg (usia 1-4 tahun) 

Baca Juga :  Speed Distribusi dari Indogo: Mendorong Efektivitas dalam Manajemen Distribusi UMKM

– Lansia: Dosis awal 1/3 dari dosis orang dewasa 

Mengurangi gejala mual dan muntah 

– Dewasa: Dosis awal 25 mg, kemudian dosis naik 25-50 mg setiap 3-4 jam sampai gejala berhenti. 

– Anak-Anak: Usia 1-12 tahun 500 mcg/kg berat badan, dosis ini setiap 4-6 jam. Dosis maksimal per hari 75 mg (usia 5 tahun ke atas, 40 mg (usia 1-4 tahun) 

– Lansia: Dosis awal 1/3 dari dosis orang dewasa

Dosis atau aturan pakai Excimer di atas adalah gambaran umum pada pasien, akan tetapi dosis atau aturan pakai yang sesuai adalah yang dokter anjurkan atau resepkan.

Apakah ada efek sampingnya?

Excimer dapat memicu efek samping jika pasien overdosis terhadap obat ini. Jenis efek samping yang mungkin terjadi. yaitu:

1. Cemas

2. Tekanan darah rendah

3. Kejang

4. Koma

5. Gangguan irama jantung

Itulah informasi seputar obat yang perlu Anda ketahui. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat ini. Jangan sembarangan mengonsumsi obat ini tanpa pengawasan dokter karena setiap individu dapat menimbulkan efek samping yang berbeda. Temukan informasi seputar kesehatan lainnya di www.yoona.id/blog.

Berita Terkait

Besi UNP untuk Gudang: Salah Ukuran Bisa Berisiko Besar
Kuasai Bidang Manufaktur dan Otomotif Melalui Program Studi Teknik Mesin
Dukung Keberlanjutan Desa Qur’an, KAI Divre III Palembang Turut Hadir dalam Kegiatan Desa Qur’an Fest 2026
Liberta Malioboro Perluas Kapasitas Jadi 100 Kamar, Angkat Konsep Urban Stay Berbasis Ekosistem Lokal
PTPN IV Regional III Salurkan Rp2,4 Miliar untuk Perkuat Ekonomi dan Pendidikan di Rokan Hulu
Saat Kebersamaan Menjadi Cerita: Bukber Perdana Topotels Hadirkan Kehangatan Ramadan di Pusat Jakarta
BINUS @Bandung Dinobatkan Menjadi Kampus Pendukung Wirausaha Muda Terbaik di Jawa Barat
Rasakan Spirit Ramadan Bersama Swiss-Belhotel Rainforest

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:14

Besi UNP untuk Gudang: Salah Ukuran Bisa Berisiko Besar

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:24

Kuasai Bidang Manufaktur dan Otomotif Melalui Program Studi Teknik Mesin

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:56

Dukung Keberlanjutan Desa Qur’an, KAI Divre III Palembang Turut Hadir dalam Kegiatan Desa Qur’an Fest 2026

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:39

PTPN IV Regional III Salurkan Rp2,4 Miliar untuk Perkuat Ekonomi dan Pendidikan di Rokan Hulu

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:39

Saat Kebersamaan Menjadi Cerita: Bukber Perdana Topotels Hadirkan Kehangatan Ramadan di Pusat Jakarta

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:48

BINUS @Bandung Dinobatkan Menjadi Kampus Pendukung Wirausaha Muda Terbaik di Jawa Barat

Senin, 2 Maret 2026 - 20:27

Rasakan Spirit Ramadan Bersama Swiss-Belhotel Rainforest

Senin, 2 Maret 2026 - 16:22

Struktur Rangka Melengkung? Cek Dulu Spesifikasi Besi CNP yang Anda Pakai

Berita Terbaru