Film India dengan Sulih Suara Bahasa Indonesia: Inovasi Baru dalam Festival Film - Koran Mandalika

Film India dengan Sulih Suara Bahasa Indonesia: Inovasi Baru dalam Festival Film

Minggu, 9 Februari 2025 - 10:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 7 Februari 2025 – Festival Film India atau Indian Film Festival (IFF) 2025 pertama digelar pada 7-9 Februari 2025 di Jakarta. Festival ini menjadi momen istimewa bagi para pecinta film India di Indonesia. Sebagai negara dengan hubungan sejarah dan budaya yang erat, Indonesia dan India telah lama berbagi kecintaan terhadap seni, termasuk dunia perfilman. 

Selain di Jakarta, IFF 2025 ini juga digelar di Bali dan Medan di tanggal yang sama. Festival ini menampilkan dua judul film, yakni “English Vinglish” yang dibintangi Sridevi dan “Baaram” yang menceritakan kasus kematian misterius dari seorang penjaga malam. 

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menyambut baik acara ini dengan menyajikan film dengan cara yang berbeda. “Berbeda dengan festival film lainnya, kali ini kami membuat sulih suara bagi yang tidak mengerti bahasa Indonesia. Jadi, akan dapat menarik perhatian penonton yang tidak mengerti bahasa Inggris. Dialognya nanti akan Anda temukan lebih muda dalam bahasa Indonesia. Jadi, saya pikir ini unik,” kata Sandeep saat pembukaan di XXI Setiabudi, Jakarta Selatan pada Jumat (6/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Anindita Kusuma Listya, turut menyambut acara ini. “Ketika mendengar lagu Kuch Kuch Hota Hai, saya ingin bercerita. Ketika saya tumbuh besar, semua anak-anak di hidup saya pada saat saya berusia 6 tahun, saya menonton Rahul dan Anjali dari film itu. Kita tidak hanya menonton, namun juga membuat tarian mereka dengan nama ‘tarian Rahul dan Anjali’,” ceritanya.

Baca Juga :  Inovasi Indonesia Bersinar di Brunei: Elwyn.ai oleh Primeskills Raih Penghargaan di APICTA Awards 2024

Anindita mengatakan ia dan teman-temannya waktu itu tidak tahu bahasanya dan menganggap omongan Rahul dan Anjali mereka layaknya sebuah pidato dan menganggap hal itu bukan batasan bahasa. 

Anindita menambahkan dua minggu lalu, Duta Besar Sandeep menyebutkan bahwa sebelumnya Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di India telah menandatangani Program Pertukaran Budaya 2025-2028 antara India dan Indonesia. Program tersebut diharapkan dapat menguatkan hubungan kedua negara tersebut untuk melampaui industri budaya. 

CEO Rapi Films, Gope T Samtani, mengatakan bahwa festival film India pertama kali diadakan oleh Kedutaan Besar India di Jakarta dengan menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang dituturkan dalam film.

“Film ini bisa diputar di bioskop untuk umum biar rakyat bisa menikmati film India pakai bahasa Indonesia. Karena biasa mereka baca teks tidak terlalu enak bacanya,” kata Gope. 

Baca Juga :  KAI Gelar Online Training KRL Heritage ESS MCDW-30 di Balai Yasa Manggarai

Gope menambahkan festival yang diadakan selama tiga hari ini di Jakarta, Bali dan Medan ini memilih film-film yang fenomenal. Selain itu, Gope juga mengungkap Rapi Films rajin mengadakan bakti sosial setiap bulannya ke daerah-daerah terpencil. 

“Disitu kita cari lagu dengan bagi-bagi sembako. Mereka ikut joget, ikut nyanyi,” tuturnya.

Aktris sekaligus penyulih suara (dubber) tokoh Shashi dalam film “English Vinglish”, Ayu Azhari, mengatakan saat menerima tawaran sebagai dubber dari Counsellor Embassy of India, Ram Kumar, Ayu menanggapi tawaran tersebut dengan rasa bahagia dan film India memang ada di hati rakyat Indonesia.

“Sangat mengesankan. Permulaan saya pikir mudah, tapi ternyata Sridevi memang aktris yang sangat hebat, luar biasa. Menghayati dan suaranya lembut banget,” kata Ayu.

Ayu juga berharap kedepannya sineas dari India juga dapat memproduksi film dan merekrut aktor dan aktris dari Indonesia dan film-filmnya dapat dikenal di seluruh dunia. 

Berkat adanya festival ini, diharapkan bahwa selain hubungan antara Indonesia dan India dapat semakin diperkuat dan kebudayaan India dapat lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia, minat rakyat Indonesia terhadap film India akan semakin meningkat.

Berita Terkait

Inspeksi Aset Bawah Laut di Fasilitas Migas dengan FIFISH E-Master
Pemantauan Keamanan Hutan dan Deteksi Kebakaran Lahan dengan DJI Dock 3
Distribusi Material Konstruksi ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100
Deteksi Anomali Termal pada Aset Transmisi Listrik dengan Kamera Hikmicro
Distribusi Pupuk dan Agrokimia ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100
Kuantifikasi Emisi Metana di Fasilitas Migas dengan Sensor SeekOps
Mengatasi Ancaman Drone Tidak Sah dengan Anti Drone LZ Tech
Manajemen Vegetasi dan Analisis Koridor Transmisi dengan Software LiDAR Terrasolid

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 02:00

Inspeksi Aset Bawah Laut di Fasilitas Migas dengan FIFISH E-Master

Jumat, 20 Maret 2026 - 02:00

Pemantauan Keamanan Hutan dan Deteksi Kebakaran Lahan dengan DJI Dock 3

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:00

Distribusi Material Konstruksi ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:00

Deteksi Anomali Termal pada Aset Transmisi Listrik dengan Kamera Hikmicro

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:00

Distribusi Pupuk dan Agrokimia ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:00

Mengatasi Ancaman Drone Tidak Sah dengan Anti Drone LZ Tech

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:00

Manajemen Vegetasi dan Analisis Koridor Transmisi dengan Software LiDAR Terrasolid

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:00

KAI Divre III Palembang Imbau Masyarakat Manfaatkan Faskes Alternatif Selama Klinik Mediska Tutup Sementara

Berita Terbaru