Fure: Inovasi Mahasiswa dalam Pengelolaan Sampah Menjadi Furniture Berkelanjutan - Koran Mandalika

Fure: Inovasi Mahasiswa dalam Pengelolaan Sampah Menjadi Furniture Berkelanjutan

Senin, 3 Maret 2025 - 22:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Mahasiswa Indonesia Berinovasi dalam Pengelolaan Sampah

Inovasi dalam pengelolaan sampah semakin berkembang di kalangan mahasiswa Indonesia. Dixon Marcello dan Sulthan Atha Muhammad, dua mahasiswa semester 8 dari STIE BMIT dan UPN Veteran Jawa Timur, melihat peluang besar dalam memanfaatkan limbah plastik menjadi produk bernilai tinggi. Dengan semangat keberlanjutan, mereka mendirikan Fure, sebuah brand furniture dan home decor berbasis material daur ulang yang kini berkembang pesat dan mendapat respons positif dari pasar.

Dalam perjalanannya, Dixon dan Sulthan juga mendapatkan bimbingan dalam program Sociopreneur Journey yang diselenggarakan oleh MAXY Academy bekerja sama dengan TBN Indonesia. Program ini membantu mereka memahami lebih dalam bagaimana membangun bisnis sosial yang berdampak dan berkelanjutan.

Perjalanan Fure: Dari Inspirasi Hingga Aksi

Image

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fure didirikan pada November 2023 setelah Dixon dan Sulthan berinteraksi dengan para pengepul sampah plastik dan mengetahui harga jual plastik per kilogram. Dari situ, mereka mulai menggali lebih dalam tentang potensi pengolahan limbah menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

Baca Juga :  Pelatihan "Jago Digital" Maxy Academy Berakhir Sukses dengan Peserta Siap Hadapi Dunia Digita

Selain itu, mereka juga terinspirasi oleh Brothersmake, yang telah berhasil mengubah sampah menjadi produk inovatif. Dengan wawasan yang mereka peroleh, keduanya mulai merancang bisnis berbasis daur ulang melalui program WMK di Universitas Ciputra (UC). Awalnya, mereka hanya mencoba menjual produk home decor kecil berbasis material daur ulang seperti coaster (tatakan gelas), namun respons pasar yang sangat positif membuat mereka yakin untuk melanjutkan bisnis ini lebih serius.

Menjangkau Pasar dan Misi Sosial

Image

Seiring berjalannya waktu, Fure berkembang pesat dan produknya mulai dikenal luas, bahkan hingga ke Makassar. Pada Maret 2025, Fure semakin memantapkan fokusnya dalam membangun pasar dan memperluas jangkauan produk. Namun, lebih dari sekadar bisnis, Fure juga memiliki misi sosial yang kuat.

Fure berupaya untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pertama, yaitu No Poverty. Dengan melibatkan masyarakat dalam rantai produksi dan distribusi, Fure memberdayakan komunitas lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan mereka melalui ekonomi sirkular.

Baca Juga :  Permendag 19/2026 Resmi Berlaku, 6 Poin Penting Ini Wajib Diketahui Pengusaha Digital

Isaac Munandar, CEO & Co-Founder MAXY Academy, mengapresiasi langkah Dixon dan Sulthan dalam membangun bisnis berbasis dampak sosial. “Fure adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa bisa berinovasi dan menciptakan solusi berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat, bisnis sosial seperti Fure bisa tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Isaac.

Furniture Ramah Lingkungan: Solusi Masa Depan

Fure percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya tren, tetapi kebutuhan masa depan. Dengan menggunakan material daur ulang berkualitas tinggi, Fure membuktikan bahwa produk ramah lingkungan tidak harus mengorbankan kualitas dan estetika. Setiap produk Fure dirancang dengan desain modern dan fungsional, memastikan bahwa pelanggan mendapatkan nilai lebih dari setiap pembelian mereka.

“Kami ingin menunjukkan bahwa material daur ulang dapat menjadi solusi dalam industri furniture tanpa mengorbankan kualitas dan estetika. Lebih dari sekadar bisnis, Fure adalah gerakan untuk menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Dixon Marcello, CEO dan Co-Founder Fure.

Berita Terkait

Ketika Komunitas Menjadi Mesin Pertumbuhan Esports: EVOS dan GoPay Bawa MPL Lebih Dekat ke Sidoarjo
Smart Futuristic City Diorama Karya BINUS @Semarang Tampil di Sewunara 2026
Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda
Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan
Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang
KAI Bandara Raih Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Railink Magazine Vol. 4
Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen
Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:45

Bezzecchi Juara Race MotoGP di Mandalika, R. Fernandez dan J. Martin Lengkapi Podium

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:31

ITDC Gandeng BSI, Mandalika Perkuat Identitas Wisata Halal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:27

Ducati Berjaya di Mandalika, Marc Marquez Rebut Podium Tertinggi Sprint

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:36

Tiket Mahal Justru Cepat Ludes, Troy Sebut Sinyal Ekonomi Positif

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:50

Dari Layanan hingga Lintasan, SDM Lokal Jadi Kekuatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:45

MotoGP Mandalika 2026, Merchandise Veda Ega Pratama dan Marc Marquez Diminati Pembeli

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:18

Pertamina Mandalika International Circuit Naik Level! Homologasi Grade A FIM Resmi Dikantongi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:46

Jelang Pilkades, DPMD Loteng Akui Konflik Horizontal Rentan Terjadi

Berita Terbaru