GAGAL NYALEG & DITIPU 100 JUTA : BAGAIMANA AGUS PRIYANTO MENEMUKAN CAHAYA DARI LUKISAN - Koran Mandalika

GAGAL NYALEG & DITIPU 100 JUTA : BAGAIMANA AGUS PRIYANTO MENEMUKAN CAHAYA DARI LUKISAN

Selasa, 10 Juni 2025 - 17:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus Priyanto adalah sosok sederhana—pegawai kantoran yang rajin mengajar mengaji dan aktif di lingkungan sosial. Namun, saat gagal nyaleg DPRD Surakarta pada 2019, hidupnya terguncang hebat.
Malam itu, insomnia dan kecemasan menyergapnya, Ia lagi-lagi tak bisa tidur tenang. Di dalam keputusasaan, ia mengambil kuas dan melukis secara impulsif. Satu jam setelah mencoret-coret kanvas dengan warna hitam pekat, ia merasakan sesuatu yang asing namun mendalam: ketenangan mulai mengalir perlahan.

Cahaya Itu Bernama “Melukis”

Apa yang dialami Agus ia tuangkan dalam metode bernama Soul Release Art Therapy. Ini bukan terapi biasa, ini adalah ruang aman di mana ia membimbing peserta melalui:

Meditasi untuk mencapai kondisi mindful dan berada di “saat sekarang”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ekspresi lewat lukisan: warna, goresan, clay, bahkan audio-visual

Pembacaan emosi dari simbol, skema warna, dan bentuk yang muncul tanpa rencana

Baca Juga :  BUSINESS 4.0 - Bridging Generations: How Gen Z is Redefining Business and Romance in the Digital Age

Pada intinya, metode ini memberikan ruang bagi emosi tersembunyi untuk keluar, tanpa tekanan verbal atau penilaian estetika.

Lukisan yang Bicara Lebih Keras Daripada Kata

Satu contoh sangat kuat. Seorang ibu yang baru kehilangan orang tercinta datang ke sesi fullday therapy bimbingan Agus Priyanto. Ia melukis secara intuitif, tanpa rencana, dengan warna dan bentuk yang dipilih spontan. 

Ketika selesai, lukisannya menampilkan figur malaikat yang memeluk sosok kehilangan warna itu bahkan identik dengan favorit sang almarhum. Saat itulah ia menangis: “Saya tak tahu merindukannya seperti ini,” katanya. 

Melalui lukisan, ia memahami emosi terdalamnya tanpa perlu mengucapkannya.

Lebih Dari Sekadar Relaksasi

Bagi Agus, melukis bukan sekadar kegiatan kreatif, tetapi ia adalah metode penyembuhan yang serius:

1) Pensil untuk struktur narasi batin

2) Cat & kuas untuk mengalirkan emosi dan memberi ruang relaksasi

Baca Juga :  Perkuat Dukungan Infrastruktur Air Krakatau Pipe Resmi Memulai Pengiriman Perdana Proyek Karian

3) Clay untuk meraba dan menyentuh trauma lewat jari

Metode ini bisa digunakan siapa pun—balita, remaja, hingga lansia—terutama bagi mereka yang sulit atau tidak mau berbicara. Terapi seni ini bukan hanya untuk “menenangkan”, tapi benar-benar memetakan & menyembuhkan luka batin dengan cara yang lebih dalam.

 Membuka Jalan Harapan Baru Lewat Lukisan

Agus kini berdiri bukan hanya sebagai orang yang sembuh sendiri, tapi juga pendamping bagi mereka yang kehilangan arah batin. Melalui program Soul Release Art Therapy, ia membuka sesi harian maupun workshop intensif yang menjembatani peserta untuk melepaskan luka batin mereka dengan cara yang sangat personal dan tidak menghakimi.

Harapannya sederhana: semakin banyak orang menemukan tempat pelarian dari stres, trauma, atau tekanan dengan satu medium: kuas dan kanvas kosong.

Berita Terkait

Hari Anak Nasional, LRT Jabodebek Jadikan Transportasi Publik sebagai Ruang Belajar Anak
BP Tapera Bersama Kementerian PKP Akan Gelar Akad Massal 62.000 Unit KPR Subsidi dan KUR Perumahan Sebesar Rp880 Miliar “Hunian Berkualitas Menuju Indonesia Sejahtera”
BP Tapera Dukung Penguatan Ekosistem Perumahan dalam Pertemuan Menteri PKP dan Ketua DEN
Ini yang Harus Kamu Lakukan Kalau Ganti Nomor di neobank
RevComm Raih Pendanaan 20,6 Juta Dolar AS pada First Close Seri B, Total Pendanaan Capai 52,8 Juta Dolar AS
Potensi Pasar Tokenisasi Aset Capai US$88 Miliar, Bittime: Tokenized US Stocks Diminati Investor
ORIJIN JAPANESE DINING Hadirkan Japanese Sunday Brunch dengan Cita Rasa Autentik Jepang
Diakui Lembaga Independen di Dalam dan Luar Negeri, Prudential Syariah Raih Tiga Penghargaan sebagai Pemimpin Asuransi Jiwa Syariah Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:02

Hari Anak Nasional, LRT Jabodebek Jadikan Transportasi Publik sebagai Ruang Belajar Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:02

BP Tapera Bersama Kementerian PKP Akan Gelar Akad Massal 62.000 Unit KPR Subsidi dan KUR Perumahan Sebesar Rp880 Miliar “Hunian Berkualitas Menuju Indonesia Sejahtera”

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:02

BP Tapera Dukung Penguatan Ekosistem Perumahan dalam Pertemuan Menteri PKP dan Ketua DEN

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:02

Ini yang Harus Kamu Lakukan Kalau Ganti Nomor di neobank

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:02

RevComm Raih Pendanaan 20,6 Juta Dolar AS pada First Close Seri B, Total Pendanaan Capai 52,8 Juta Dolar AS

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:02

ORIJIN JAPANESE DINING Hadirkan Japanese Sunday Brunch dengan Cita Rasa Autentik Jepang

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:02

Diakui Lembaga Independen di Dalam dan Luar Negeri, Prudential Syariah Raih Tiga Penghargaan sebagai Pemimpin Asuransi Jiwa Syariah Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:02

GAILBOOK HADIRKAN INSTALASI SENI FUGUKU × PURANA DI TANGLIN MALL MENJELANG ORCHARD ROAD FASHION WEEK

Berita Terbaru

Teknologi

Ini yang Harus Kamu Lakukan Kalau Ganti Nomor di neobank

Jumat, 24 Jul 2026 - 17:02