GOW Loteng Ajarkan Kader Olah Jajanan Sehat untuk Cegah Stunting - Koran Mandalika

GOW Loteng Ajarkan Kader Olah Jajanan Sehat untuk Cegah Stunting

Rabu, 4 November 2026 - 14:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GOW Loteng Ajarkan Kader Olah Jajanan Sehat untuk Cegah Stunting

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Upaya mencegah stunting di Kabupaten Lombok Tengah tidak hanya dilakukan melalui penyuluhan, tetapi juga dengan mengajarkan keterampilan mengolah jajanan sehat untuk balita.

Langkah ini dilakukan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Loteng agar para kader dapat meneruskan pengetahuan tentang makanan bergizi kepada keluarga di desa.

Ketua GOW Lombok Tengah, Hj. Winarsih, mengatakan edukasi mengenai pola makan dan pola asuh menjadi salah satu fokus organisasi dalam membantu pemerintah menekan risiko stunting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di desa dan kecamatan, GOW menyasar berbagai kelompok, mulai dari remaja, orang tua, pengurus PKK hingga kader posyandu.

Mereka tidak hanya diberikan pemahaman mengenai pencegahan stunting, tetapi juga diajak praktik membuat jajanan sehat untuk balita.

“Kami tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga mengajarkan keterampilan membuat jajanan sehat. Dalam satu jenis jajanan itu, kami upayakan sudah ada kandungan karbohidrat, protein, dan vitaminnya,” kata Winarsih.

Menurutnya, keterampilan tersebut penting agar kader memiliki bekal untuk mengedukasi para orang tua tentang pilihan makanan yang lebih sehat bagi anak.

Baca Juga :  Usai Viral di Medsos, Dea Lipa Buat Klarifikasi Nama Asli Deni Apriadi Rahman

Sebab, pemenuhan gizi tidak cukup hanya diperhatikan saat anak masih dalam kandungan, tetapi harus berlanjut setelah bayi dilahirkan.

Winarsih menilai, salah satu persoalan yang masih ditemukan adalah kebiasaan memberikan jajanan kemasan kepada anak sejak usia dini.

Padahal, sejumlah jajanan tersebut mengandung gula, garam, dan bahan tambahan pangan yang perlu dibatasi.

Kebiasaan itu dikhawatirkan membuat anak lebih menyukai makanan ringan dibandingkan makanan bergizi yang disiapkan di rumah, seperti nasi, sayur, dan buah.

“Kadang anak belum berusia dua tahun sudah dibiasakan membeli jajanan di kios. Akibatnya, anak menjadi kurang tertarik makan makanan rumah. Ini yang perlu kita edukasi kepada orang tua,” ujarnya.

Selain pola makan, GOW juga menaruh perhatian pada pernikahan usia anak. Winarsih mengatakan, perempuan yang menikah sebelum usia 19 tahun belum tentu memiliki kesiapan fisik, mental, maupun pengetahuan untuk menjalani kehamilan dan mengasuh anak.

Menurutnya, anak yang lahir dengan kondisi normal tetap berisiko mengalami gangguan pertumbuhan apabila tidak mendapatkan ASI eksklusif, makanan bergizi, dan pola pengasuhan yang tepat.

Baca Juga :  Evakuasi Anak Hanyut di Aik Mual, Satu Korban Meninggal Dunia

Karena itu, GOW terus mendorong kolaborasi dengan organisasi perempuan dan perangkat daerah terkait agar edukasi pencegahan stunting dapat menjangkau lebih banyak keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Lombok Tengah, H. Kusriadi, S.K.M., M.Si., menyebutkan, berdasarkan data 2025 yang digunakan pada 2026, terdapat sekitar 35 ribu pasangan usia subur yang masuk kategori keluarga berisiko stunting di Loteng.

Angka tersebut turun dari periode sebelumnya yang mencapai sekitar 40 ribu pasangan.
Untuk mengawal keluarga berisiko tersebut, pemerintah daerah mengerahkan 2.391 Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Setiap tim terdiri dari tiga orang yang berasal dari unsur tenaga kesehatan dan kader masyarakat.

Kusriadi mengatakan, pendampingan dilakukan melalui kunjungan dan edukasi kepada keluarga sasaran.

Pasangan yang belum berusia 19 tahun diarahkan menunda kehamilan, sedangkan ibu yang sudah hamil didampingi untuk rutin memeriksakan kehamilan dan memantau pertumbuhan janin.

“Kalau sudah terjadi kehamilan, kita kawal. Pastikan pemeriksaan rutin dan pantau pertumbuhan janinnya sampai nanti bagaimana kondisi bayi saat lahir,” kata Kusriadi. (*)

Berita Terkait

Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan
Bawa 4 PR Besar dari Desa Penujak, Lalu Akhyar Siap Dobrak Alokasi Anggaran OPD
Polisi Kantongi CCTV Pengeroyokan di Puyung, Identitas Pelaku Mulai Diburu
Pulang Kerja dari Mataram, Pria Asal Jago Jadi Korban Pengeroyokan di Puyung
Akses Jalan Dirusak Usai Pilkades, Warga Desa Pengadang Minta Bupati Turun Tangan
​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan
Reses Di Tengah Kebijakan Buntu: Haji Supli Dituntut Perjuangkan Usulan Yang Terlarang Dianggarkan
Awas! Nyamuk dan Air Kencing Tikus Mengintai Lombok Tengah, Dinkes: Jangan Tunggu Sakit Baru Bergerak
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:02

Minerba Convex 2026, MIND ID Hadirkan Arti Mineral untuk Kehidupan

Rabu, 4 November 2026 - 14:02

Analisis Dupoin Futures: Prospek WTI Dibayangi Harapan Perdamaian AS-Iran

Rabu, 4 November 2026 - 14:02

Isi Kuliah Praktisi di USU, Dirut PTPN III (Persero) Bagikan Pengalaman Pembenahan Proses Bisnis

Rabu, 4 November 2026 - 12:02

Insiden Peretasan Global Jadi Sorotan terhadap Harga Bitcoin dan Ethereum, Bittime Soroti Peluang di Tengah Volatilitas Pasar

Rabu, 4 November 2026 - 11:02

Semarak 98 Tahun Sumpah Pemuda, HIIGC Gelar Golf Tournament & Charity: Satukan Semangat Kebersamaan, Sportivitas, dan Kepedulian Sosial

Rabu, 4 November 2026 - 11:02

Prudential Syariah Dukung OJK Perluas Inklusi Keuangan melalui SYAFIF Goes to Makassar

Rabu, 4 November 2026 - 11:02

CrowdStrike Luncurkan AI Kill Switch, Bisa Hentikan AI Agent yang Bermasalah

Rabu, 4 November 2026 - 11:02

Bunga Mulai 0,7% per Bulan, BRI Finance Dukung Rencana Kepemilikan Motor

Berita Terbaru