Green Skilling #28 Bahas Peluang Startup dan Korporasi di Circular Economy dan Pasar Karbon 2026 - Koran Mandalika

Green Skilling #28 Bahas Peluang Startup dan Korporasi di Circular Economy dan Pasar Karbon 2026

Minggu, 2 November 2025 - 19:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 30 Oktober 2025 — LindungiHutan kembali menghadirkan Green Skilling edisi ke-28 bertajuk “Carbon Innovation Landscape 2026: Peluang Startup & Corporate di Circular Economy & Carbon Market”, yang akan digelar pada Kamis, 30 Oktober 2025. Webinar ini mengupas tuntas tren inovasi karbon global dan nasional, serta bagaimana startup dan korporasi dapat berkolaborasi membangun ekosistem bisnis rendah emisi yang kredibel dan berdampak.

Menuju tahun 2026, isu inovasi karbon kian menjadi sorotan dunia. Data dari World Bank (2024) menunjukkan bahwa pasar karbon global telah tumbuh hingga lebih dari US$ 100 miliar dan diprediksi akan meningkat dua kali lipat dalam lima tahun ke depan, seiring meningkatnya regulasi dan komitmen perusahaan terhadap target net zero emission. Indonesia sendiri memiliki potensi besar, terutama melalui kekayaan hutan tropis dan ekosistem karbon biru seperti mangrove yang mampu menyerap hingga 1.500 ton karbon per hektare (Kementerian KLHK, 2023).

Namun, tantangan masih besar. Banyak perusahaan belum memahami bagaimana mengintegrasikan inovasi karbon ke dalam model bisnis mereka. Di sisi lain, startup teknologi hijau menghadapi kesulitan dalam pendanaan dan kemitraan jangka panjang. Green Skilling #28 hadir untuk menjembatani dua dunia ini, yakni antara inovasi teknologi dengan kebutuhan korporasi dan arah kebijakan nasional.

“Kolaborasi antara startup dan corporate adalah kunci untuk membangun ekosistem inovasi karbon yang berkelanjutan. Tidak cukup hanya mengurangi emisi; kita perlu menciptakan model bisnis baru yang memutar kembali sumber daya, mengubah limbah menjadi nilai ekonomi, dan mendukung circular economy,” ujar Dara, Event Organizer LindungiHutan dalam keterangan tertulisnya.

Acara ini akan menampilkan dua sesi utama. Sesi pertama menghadirkan perspektif dari startup founder di bidang circular economy dan carbon tech, yang akan membahas potensi teknologi daur ulang, bio-material, dan platform digital dalam mendukung carbon trading. Sesi berikutnya diisi oleh corporate sustainability leader dan investor, yang akan mengulas strategi perusahaan besar dalam mendorong inovasi karbon serta peran investasi hijau dalam membangun pasar karbon Indonesia.

Baca Juga :  Tangguh di Tengah Tekanan Global, IPCC Bukukan Kinerja Keuangan Positif Q1 2026

Selain diskusi utama, peserta akan mendapatkan wawasan tentang peta jalan (roadmap) menuju Carbon Innovation Landscape 2026, termasuk tren regulasi, peluang pendanaan startup hijau, dan strategi pengembangan open innovation lintas sektor.

“Pasar karbon bukan lagi masa depan, ia sedang terbentuk sekarang. Pertanyaannya, apakah pelaku usaha kita siap beradaptasi atau justru tertinggal?” tambah Dara.

Webinar ini terbuka untuk publik, khususnya bagi profesional, pegiat lingkungan, pelaku bisnis, dan akademisi yang tertarik dengan isu ESG, circular economy, serta inovasi karbon di Indonesia. Pendaftaran dapat dilakukan melalui kanal resmi di https://tinyurl.com/greenskilling28.

Tentang LindungiHutan
LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 600+ brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia
Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan
Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis
Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?
1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam
Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM
PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear
Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:02

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02

Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Berita Terbaru

Daerah

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Okt 2026 - 19:01