Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan Menaikkan Daya Listrik - Koran Mandalika

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan Menaikkan Daya Listrik

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebutuhan listrik di rumah bisa berubah seiring waktu. Penambahan perangkat elektronik, penggunaan AC, water heater, mesin cuci, atau peralatan rumah tangga lainnya dapat membuat daya listrik yang tersedia terasa semakin terbatas.

Dalam kondisi tertentu, menaikkan daya listrik bisa menjadi salah satu pilihan. Namun, keputusan tersebut sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan listrik dan kondisi anggaran rumah tangga. Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum mengajukan tambah daya.

Apa Itu Tambah Daya Listrik?

Tambah daya listrik adalah layanan untuk meningkatkan kapasitas listrik yang terpasang pada pelanggan PLN. Layanan ini dapat dipertimbangkan ketika kebutuhan listrik di rumah sudah meningkat dan kapasitas yang tersedia tidak lagi mencukupi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum mengajukan perubahan daya, kenali terlebih dahulu pola penggunaan listrik di rumah. Jika kebutuhan meningkat karena adanya beberapa perangkat elektronik baru, menghitung kebutuhan listrik dapat membantu menentukan apakah daya memang perlu dinaikkan.

Kapan Perlu Menaikkan Daya Listrik?

Tidak setiap peningkatan penggunaan listrik berarti harus langsung menaikkan daya. Beberapa kondisi berikut dapat menjadi pertimbangan.

1. Peralatan elektronik semakin banyak

Coba perhatikan perangkat yang digunakan secara bersamaan, seperti AC, kulkas, mesin cuci, microwave, pompa air, dan perangkat elektronik lainnya.

Jika beberapa perangkat sering digunakan dalam waktu yang sama dan kapasitas listrik yang tersedia tidak lagi mencukupi, penambahan daya dapat dipertimbangkan.

2. Ada rencana membeli perangkat dengan kebutuhan listrik lebih besar

Jika dalam beberapa bulan ke depan berencana membeli AC tambahan, kompor listrik, water heater, atau perangkat lainnya, perhitungkan kebutuhan dayanya terlebih dahulu.

Dengan begitu, keputusan menaikkan daya dapat didasarkan pada kebutuhan yang sudah direncanakan, bukan sekadar perkiraan.

Baca Juga :  BRI Kalimalang Akselerasi Klaim Asuransi Mikro Nasabah

3. Pola penggunaan listrik sudah berubah

Kebutuhan listrik rumah dapat berubah ketika jumlah penghuni bertambah atau aktivitas di rumah semakin banyak. Rumah yang sebelumnya lebih sering digunakan pada malam hari, misalnya, bisa memiliki kebutuhan listrik yang berbeda ketika salah satu anggota keluarga mulai bekerja dari rumah.

Karena itu, melihat pola penggunaan listrik secara berkala dapat membantu menentukan apakah kapasitas daya yang tersedia masih sesuai dengan kebutuhan.

Perhatikan Tagihan Listrik Bulanan

Menaikkan daya tidak berarti tagihan listrik otomatis bertambah dalam jumlah tertentu. Besaran tagihan dipengaruhi oleh penggunaan energi listrik serta komponen biaya dan tarif yang berlaku.

Sebelum mengajukan tambah daya, coba cek tagihan listrik bulanan selama beberapa periode terakhir. Perhatikan perubahan jumlah pembayaran dan kaitkan dengan pola penggunaan listrik di rumah.

Bagi pelanggan pascabayar, informasi mengenai tagihan dan penggunaan listrik dapat diakses melalui kanal layanan PLN yang tersedia.

Hitung Kembali Anggaran Bulanan

Setelah mengetahui pola penggunaan listrik, masukkan biaya listrik ke dalam anggaran rumah tangga secara keseluruhan.

Selain listrik, ada pengeluaran lain seperti internet, air, transportasi, kebutuhan rumah tangga, cicilan, hingga kebutuhan rutin lainnya. Dengan melihat seluruh pengeluaran, kamu dapat mengetahui ruang yang tersedia dalam anggaran bulanan.

Keputusan menaikkan daya sebaiknya tetap mempertimbangkan kemampuan mengatur pengeluaran secara rutin.

Cek Tarif dan Ketentuan yang Berlaku

Tarif tenaga listrik tidak hanya berkaitan dengan daya terpasang. PLN menetapkan tarif berdasarkan golongan pelanggan dan ketentuan pemerintah. Untuk golongan tertentu, tarif juga dapat mengalami penyesuaian sesuai mekanisme yang berlaku.

Karena itu, sebelum mengajukan perubahan daya, cek informasi tarif dan biaya layanan terbaru melalui kanal resmi PLN. Hindari menggunakan nominal dari simulasi atau informasi lama sebagai patokan pembayaran saat ini.

Baca Juga :  BRI Kramat Region 6 Gandeng Yayasan Bunda Hati Kudus Sediakan Pembayaran PPDB 0%

Pertimbangkan Kembali Penggunaan Pinjaman untuk Tagihan Rutin

Tagihan listrik merupakan bagian dari pengeluaran rumah tangga yang perlu diperhitungkan secara berkala. Ketika anggaran sedang terbatas, mencari pinjaman untuk menutup pengeluaran rutin mungkin terlihat sebagai salah satu alternatif.

Namun, pinjaman tetap merupakan kewajiban yang perlu dibayar kembali beserta biaya yang berlaku. Jika kesulitan membayar tagihan terjadi secara berulang, evaluasi kembali anggaran rumah tangga dan penggunaan listrik dapat menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan sebelum menambah kewajiban baru.

Setelah mengetahui kebutuhan dan anggaran, pastikan tagihan listrik dibayar sesuai jadwal. Untuk pelanggan pascabayar, kamu dapat melakukan cek tagihan listrik bulanan terlebih dahulu agar mengetahui jumlah yang perlu dibayarkan.

Bayar Listrik di neobank

Kalau kamu ingin membayar tagihan listrik tanpa berpindah aplikasi, Bayar listrik di neobank dapat dilakukan melalui fitur Tagihan dan Isi Ulang. Selain tagihan PLN, fitur Tagihan & Isi Ulang di neobank juga menyediakan berbagai layanan pembayaran lainnya, seperti BPJS, PDAM, internet, TV kabel, dan pembelian token PLN.

Di aplikasi neobank, pembayaran tagihan listrik tersedia secara online melalui fitur Tagihan & Isi Ulang. Sebelum melakukan pembayaran, periksa kembali detail tagihan yang ditampilkan agar nominal yang dibayarkan sesuai.

***

Jika ingin membayar tagihan dan isi ulang unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tagihan dan Isi Ulang di website resmi Bank Neo Commerce. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026
Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai
5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri
KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026
Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek
Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:47

Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:40

Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:05

Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:11

Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:07

Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:02

Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:44

MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:21

275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama

Berita Terbaru