Harga Bitcoin Tertekan: Dampak Peretasan Bybit dan Sentimen Pasar - Koran Mandalika

Harga Bitcoin Tertekan: Dampak Peretasan Bybit dan Sentimen Pasar

Senin, 24 Februari 2025 - 14:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 24 Februari 2025 – Harga Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi di bawah $100.000, dengan volatilitas yang dipicu oleh salah satu peretasan terbesar dalam sejarah kripto.

BTC sempat melonjak ke level tertinggi mingguan di $98.940 sebelum mengalami penurunan tajam lebih dari $4.000, mencapai titik terendah tiga hari di $94.800. Penurunan ini menciptakan pola bearish engulfing, sementara pasar kripto lebih luas mengalami likuidasi lebih dari $600 juta.

Analyst Tokocrypto, Fyqieh Facrur, mengatakan salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan harga Bitcoin adalah pelanggaran keamanan di Bybit yang menyebabkan hilangnya sekitar $1,4 miliar dalam bentuk Ethereum (ETH).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Insiden ini menjadi salah satu peretasan terbesar dalam sejarah kripto dan langsung berdampak pada pasar. Bitcoin, yang sebelumnya mendekati angka psikologis $100.000, langsung mengalami koreksi dan kembali ke kisaran konsolidasi,” jelas Fyqieh.

Dampak Faktor Makroekonomi terhadap Bitcoin

Analyst Tokocrypto, Fyqieh Facrur. Sumber: Tokocrypto.

Sejumlah laporan ekonomi terbaru menunjukkan adanya pelemahan dalam ekonomi AS, dengan PMI sektor jasa berada di level terendah dalam lebih dari dua tahun. Data inflasi PDB dan PCE yang akan dirilis minggu ini diperkirakan akan mengguncang pasar lebih lanjut.

Menurut Fyqieh, data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini meliputi keyakinan konsumen pada Selasa (25/2), data penjualan rumah baru pada Rabu, serta data PDB kuartal keempat pada Kamis.

“Angka pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari perkiraan bisa mengurangi peluang pemangkasan suku bunga, sementara angka yang lebih rendah dapat memberikan alasan bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneternya,” terangnnya.

Baca Juga :  Privasi, Keamanan, dan Bunga 0%: Strategi deGadai Hadapi Persaingan Industri Gadai

Jumat (28/2) ini, laporan Core Personal Consumption Expenditures (PCE) bulan Januari akan dirilis, yang digunakan sebagai indikator utama inflasi oleh pembuat kebijakan Federal Reserve.

Sementara itu, sidang Komite Perbankan Senat pada Rabu (26/2) mengenai “Exploring Bipartisan Legislative Frameworks for Digital Assetsl” dapat memberikan dampak positif bagi pasar kripto. Selain itu, Nvidia juga akan melaporkan pendapatannya, yang berpotensi memengaruhi aset kripto terkait AI. Beberapa perusahaan penambang kripto besar seperti Riot, Marathon, Bitdeer, Terawulf, dan Core Scientific juga akan merilis laporan pendapatannya pekan ini.

Prospek Pasar Kripto

Market Cap kripto turun 2,3% dalam 24 jam terakhir menjadi $3,28 triliun. Namun, pasar tetap terkonsolidasi pada level saat ini selama seminggu terakhir, sebagian besar pulih dari dampak peretasan Bybit.

Analisa Fyqoeh, Bitcoin turun tipis setelah jatuh di bawah $96.000 selama sesi perdagangan Asia pada Senin pagi. Volatilitas tetap rendah, dengan BTC masih berada dalam kisaran ketat sepanjang bulan ini.

Ilustrasi harga Bitcoin (BTC) di aplikasi Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

Ethereum telah pulih sepenuhnya dari berita peretasan, sempat menyentuh level tertinggi intraday $2.835 sebelum kembali turun ke $2.740 pada saat penulisan.

“Indikator teknikal menunjukkan tekanan bearish yang masih mendominasi pasar. Relative Strength Index (RSI) dalam skala harian dan 4 jam tetap berada di wilayah bearish, mengindikasikan kemungkinan penurunan lebih lanjut. Selain itu, Exponential Moving Average (EMA) 100 hari di $94.100 menjadi level support penting. Jika terjadi penembusan di bawah level ini, tekanan jual dapat meningkat, mendorong BTC menuju level yang lebih rendahm,” analisanya.

Baca Juga :  Kementerian PU Renovasi Ribuan Madrasah, Prioritaskan Lingkungan Belajar yang Layak

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan pada $96.500 per 22 Februari, dengan pasar masih dalam kondisi tidak menentu. Kegagalan Bitcoin untuk bertahan di atas $98.940 serta ketidakpastian pasar yang lebih luas menyoroti lemahnya tren naik. Trader perlu mengawasi apakah BTC dapat merebut kembali $98.940 atau justru menembus di bawah EMA 100 hari, yang bisa memicu koreksi lebih dalam.

Bisakah Bitcoin Kembali ke $100.000?

Bitcoin hampir menciptakan pola golden cross sebelum peretasan Bybit memicu aksi jual dari $98.000 ke $95.000 dalam waktu singkat. Saat ini, EMA jangka pendek masih berada di bawah EMA jangka panjang, menandakan tekanan jual yang dominan.

Jika penjual terus mengontrol pasar, Bitcoin dapat menguji kembali support di $94.818. Jika level ini gagal bertahan, BTC bisa turun lebih lanjut ke $93.415 atau bahkan $91.300. Namun, jika harga berhasil pulih dari level ini, tren turun mungkin mulai melemah.

“Dalam skenario bullish, Bitcoin bisa kembali menguji resistance di $97.756, dan jika berhasil menembusnya, BTC bisa melaju ke $100.000, dengan target berikutnya di $102.668,” terang Fyqieh.

Dengan kondisi pasar yang masih rapuh, investor dan trader harus terus memantau indikator teknikal untuk menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya.

Berita Terkait

KAI Bandara Raih Top Digital Corporate Brand Award 2026
Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, KAI Bandara Siapkan 361 Ribu Kursi di Sumatera Utara
Pilihan Program S2 Kelas Karyawan Cocok Untuk Pekerja Profesional
Anggaran Riset Rp12 Triliun Dukung Hilirisasi dan Swasembada Energi, Kemendiktisaintek Kerja Sama dengan MIND ID
Jurusan Kuliah Ini Bantu Kamu Memahami Artificial Intelligence
Topotels Hadirkan Struktur Corporate Baru Dorong Transformasi Hospitality Indonesia
Jumlah Penumpang LRT Jabodebek Terus Meningkat, Capai 5,2 Juta Pengguna di Awal 2026
PTPP Catatkan Perolehan Kontrak Baru Rp2,76 Triliun pada Januari 2026, Tumbuh 120,8% YoY

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:15

‎Gubernur Iqbal Ganti Plh Sekda NTB, Ada Apa?

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:57

‎NTB di Posisi 12 Provinsi Termiskin, Gubernur Iqbal: Kurangnya Orkestrasi dalam Bekerja

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:17

‎86 UMKM Kantongi NIE, BBPOM Mataram Pastikan Produk Obat dan Makanan Aman

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:11

‎Pemprov NTB Sampaikan Laporan Kondisi PMI dan Jemaah Umrah di Tengah Konflik

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:21

‎Respons Kemenhaj NTB di Tengah Panas Perang Israel Vs Iran: Persiapan Haji Aman

Selasa, 3 Maret 2026 - 11:09

‎Cuaca Buruk, Dinkes NTB Beberkan Tips Tubuh Sehat saat Berpuasa

Senin, 2 Maret 2026 - 21:08

‎Lentera Ramadan, Program Baru Pemprov NTB Perkuat Syiar Islam

Senin, 2 Maret 2026 - 21:03

‎Timur Tengah Memanas, Gubernur NTB Lakukan Koordinasi dengan Sejumlah KBRI

Berita Terbaru

Teknologi

KAI Bandara Raih Top Digital Corporate Brand Award 2026

Sabtu, 7 Mar 2026 - 16:46