Harga Emas Hari Ini Menguat di Tengah Pelemahan USD, Dupoin Futures Soroti Peluang Bullish - Koran Mandalika

Harga Emas Hari Ini Menguat di Tengah Pelemahan USD, Dupoin Futures Soroti Peluang Bullish

Selasa, 3 November 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Hari Ini Menguat di Tengah Pelemahan USD, Dupoin Futures Soroti Peluang Bullish

Harga emas dunia atau XAUUSD berpotensi kembali menguat pada perdagangan hari Selasa (3/11/26) setelah menyelesaikan fase kenaikan awal dan menyentuh target harga pertama di US$3.940. Kendati demikian, pergerakan emas masih berpeluang mengalami koreksi sementara sebelum melanjutkan tren positif. Perkembangan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, pergerakan dolar AS, serta agenda ekonomi dan politik yang berlangsung pekan ini akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah harga logam mulia.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, melihat adanya peluang kelanjutan tren bullish berdasarkan analisis teknikal pada timeframe empat jam (H4). Setelah berhasil mencapai target awal di US$3.940, harga emas diperkirakan berpotensi mengalami pullback menuju area support terdekat, yakni US$3.890–US$3.907. Fase koreksi ini dapat menjadi proses penyesuaian harga sebelum pasar menentukan momentum pergerakan berikutnya.

Dalam analisis Dupoin Futures, zona US$3.890–US$3.907 menjadi area krusial yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar. Jika harga mampu bertahan di atas rentang tersebut, peluang pembentukan momentum bullish lanjutan masih terbuka. Kondisi ini dapat memberikan ruang bagi XAUUSD untuk kembali bergerak naik dan menguji resistance di kisaran US$3.960–US$3.970.

Sebaliknya, apabila tekanan jual meningkat hingga mendorong harga menembus support tersebut, prospek penguatan perlu dievaluasi kembali. Karena itu, Dupoin Futures menilai bahwa reaksi harga terhadap zona support akan menjadi indikator penting untuk menilai apakah koreksi hanya bersifat sementara atau justru berkembang menjadi pelemahan yang lebih dalam.

Dari perspektif fundamental, pemulihan harga emas turut didukung oleh pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak yang sempat mengurangi kekhawatiran pasar terhadap inflasi. Berdasarkan rangkuman Reuters, emas mulai menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup besar hingga menyentuh level terendah dalam satu tahun. Pelemahan dolar dapat membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain, sehingga berpotensi meningkatkan daya tariknya di pasar global.

Namun, prospek kenaikan emas masih dibayangi ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat kembali menaikkan suku bunga pada Desember. Jika peluang kenaikan suku bunga semakin diperhitungkan oleh pasar, dolar AS berpotensi menguat dan memberikan tekanan terhadap harga emas. Hal ini berkaitan dengan karakter emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga daya tariknya dapat berkurang ketika suku bunga meningkat.

Baca Juga :  Wall Street Mulai Konsolidasi, Pasar Cerna Risiko Inflasi dengan Hati-Hati

Selain kebijakan moneter, investor juga akan memantau hasil pemilu paruh waktu AS dan rilis data tenaga kerja pada pekan ini. Kedua perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi sentimen pasar sekaligus memberikan petunjuk mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat. Data tenaga kerja yang lebih lemah dapat mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed dan mendukung pemulihan emas. Sebaliknya, data yang kuat berpotensi memperkuat pandangan hawkish dan membatasi kenaikan XAUUSD.

Berdasarkan kombinasi faktor tersebut, Dupoin Futures menilai peluang penguatan emas masih terbuka selama harga mampu mempertahankan support US$3.890–US$3.907. Apabila pembeli kembali mendominasi pasar setelah fase pullback, resistance US$3.960–US$3.970 menjadi area yang berpotensi diuji. Meski begitu, pelaku pasar perlu mencermati arah dolar AS, ekspektasi suku bunga, serta data ekonomi terbaru sebelum menyimpulkan keberlanjutan tren kenaikan.

Analisis Dupoin Futures ini merupakan skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pra-Munas APPSI, Sudaryono Diusung Kembali Jadi Ketua Umum APPSI Periode 2026–2031
Prediksi Harga Minyak WTI Hari Ini: Dupoin Futures Waspadai Koreksi Menuju US$89,28
Dari target ke proyek: Solar & Storage Live dan EVCharge Live Indonesia 2026 berfokus pada penyediaan infrastruktur
Tanggal Rilis Versi Steam ADV Pendamping Kerja & Komunikasi “Muv-Luv Girls Garden Mellow Days”: Kamis, 19 November
Sanct Social Mampir ke ARCHIWEEK 4.0 UMN, Kampus Pertama Setelah Singapura dan Jakarta dalam Tujuh Minggu
Resmi Buka Kampus Baru, BINUS ASO Siapkan Talenta Engineering untuk Industri Masa Depan
Jasa Buzzer Adalah Promosi dengan Ketentuan dan Risiko Menurut JasaViral
MEDIA ALERT: RECAP OF HIGHLIGHTS – PURANA AT SOLO BATIK FASHION X SOLO FASHION WEEK 2026

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:02

Pra-Munas APPSI, Sudaryono Diusung Kembali Jadi Ketua Umum APPSI Periode 2026–2031

Selasa, 3 November 2026 - 11:02

Prediksi Harga Minyak WTI Hari Ini: Dupoin Futures Waspadai Koreksi Menuju US$89,28

Selasa, 3 November 2026 - 11:02

Harga Emas Hari Ini Menguat di Tengah Pelemahan USD, Dupoin Futures Soroti Peluang Bullish

Selasa, 3 November 2026 - 11:02

Dari target ke proyek: Solar & Storage Live dan EVCharge Live Indonesia 2026 berfokus pada penyediaan infrastruktur

Selasa, 3 November 2026 - 10:02

Tanggal Rilis Versi Steam ADV Pendamping Kerja & Komunikasi “Muv-Luv Girls Garden Mellow Days”: Kamis, 19 November

Senin, 2 November 2026 - 22:02

Resmi Buka Kampus Baru, BINUS ASO Siapkan Talenta Engineering untuk Industri Masa Depan

Senin, 2 November 2026 - 21:02

Jasa Buzzer Adalah Promosi dengan Ketentuan dan Risiko Menurut JasaViral

Senin, 2 November 2026 - 19:02

MEDIA ALERT: RECAP OF HIGHLIGHTS – PURANA AT SOLO BATIK FASHION X SOLO FASHION WEEK 2026

Berita Terbaru