Harga Emas Jatuh ke $4.030, Pasar Fokus pada Data NFP Pekan Ini - Koran Mandalika

Harga Emas Jatuh ke $4.030, Pasar Fokus pada Data NFP Pekan Ini

Kamis, 20 November 2025 - 11:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) kembali menunjukkan pergerakan tidak stabil pada awal pekan, di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat. Pada sesi Senin (17/11), emas diperdagangkan fluktuatif setelah pasar mulai memperkirakan bahwa Federal Reserve (Fed) kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan Desember. Ketidakpastian arah kebijakan moneter dan respons pasar terhadap data ekonomi membuat harga emas terus berada di bawah tekanan.

Memasuki perdagangan Selasa (18/11), emas kembali melemah dan bergerak di kisaran $4.030. Pelemahan ini terjadi seiring menurunnya ekspektasi penurunan suku bunga bulan depan, setelah serangkaian komentar hawkish dari pejabat The Fed. Selain itu, penguatan dolar AS selama tiga hari berturut-turut membuat emas semakin mahal dan menurunkan minat beli dari investor global. Pasar kini menunggu data Nonfarm Payrolls (NFP) AS bulan September, yang akan menjadi penggerak utama sentimen pada pekan ini. Setelah penutupan pemerintah AS yang panjang, banyak data resmi tertunda, sehingga laporan ekonomi mendatang diprediksi membawa volatilitas yang lebih besar.

Secara teknikal, analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai tekanan bearish pada XAU/USD kini semakin kuat. Berdasarkan formasi candlestick dan posisi Moving Average, Nugraha memperkirakan bahwa harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju area $3.987, yang menjadi support penting pada perdagangan hari ini. Sementara itu, jika emas gagal menembus support tersebut dan muncul koreksi teknikal, peluang kenaikan terdekat diproyeksikan menuju area $4.050, level yang kini berfungsi sebagai resistance awal bagi emas sebelum dapat mencatat pemulihan lebih solid.

Selain faktor kebijakan moneter AS, pasar juga menyoroti perkembangan dari Tiongkok. Bank sentral negara tersebut diperkirakan kembali meningkatkan kepemilikan emasnya dengan menambah 15 ton pada bulan September. Langkah ini memperkuat pandangan bahwa akumulasi emas oleh bank sentral dunia menjadi tren jangka panjang, sebagai cara untuk mengurangi risiko geopolitik dan volatilitas keuangan global. Secara tidak langsung, pembelian dalam jumlah besar dari negara seperti Tiongkok dapat membantu menahan tekanan penurunan lebih dalam pada harga emas.

Di sisi lain, dinamika imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memainkan peran penting. Imbal hasil Treasury 10 tahun turun tipis ke 4,133%, sementara imbal hasil riil AS merosot ke 1,852%. Meski penurunan imbal hasil biasanya menjadi katalis positif untuk emas, dampaknya kali ini terbatas karena dolar AS masih mempertahankan momentum penguatannya. Pernyataan dari pejabat The Fed, termasuk Presiden Fed Atlanta Bostic dan Fed Kansas City Schmid, semakin menegaskan bahwa risiko inflasi belum sepenuhnya mereda, dan suku bunga kemungkinan tetap tinggi untuk jangka waktu lebih lama.

Baca Juga :  KAI Daop 1 Jakarta Lakukan Pengecekan Lintas dalam Rangka Persiapan Angkutan Nataru 2025/2026

Wakil Ketua The Fed, Philip Jefferson, turut menambahkan bahwa tekanan inflasi kini mulai menunjukkan tanda penurunan, namun kondisi pasar tenaga kerja masih menjadi perhatian. Ia menilai kebijakan moneter saat ini sudah cukup restriktif, memberikan sinyal bahwa Fed lebih cenderung mempertahankan suku bunga dibanding segera menurunkannya.

Dengan tekanan fundamental dan teknikal yang masih dominan, Andy Nugraha menilai pergerakan emas hari ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga mempertahankan level $3.987. Jika gagal, tren bearish diperkirakan berlanjut. Namun, jika level tersebut bertahan, peluang koreksi menuju $4.050 tetap terbuka sebelum pasar memasuki fase yang lebih sensitif menjelang data NFP.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRI BO Kalimalang Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Cempaka Mas Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Salah Pilih Media Filter Air Bisa Menambah Biaya Operasional, Begini Cara Menentukannya
Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir dan Syukur kepada 1.200 Anak Binaan
Angkutan Retail KAI Logistik Catat Kinerja Tertinggi pada Triwulan III 2026
Hasil SKD Sekolah Kedinasan 2026 Keluar, Patriot Muda Training Centre Buka Pendampingan Tes Lanjutan di 27 Kota
Memaknai 70 Tahun Pengabdian, SUCOFINDO Bangun Sumur Bor Air Bersih di Kalimantan Selatan
K Mall dan Plataran Hidupkan Minggu Pagi bersama Komunitas Lari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:07

BRI BO Kalimalang Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:05

BRI BO Cempaka Mas Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:02

Salah Pilih Media Filter Air Bisa Menambah Biaya Operasional, Begini Cara Menentukannya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:02

Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir dan Syukur kepada 1.200 Anak Binaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:02

Angkutan Retail KAI Logistik Catat Kinerja Tertinggi pada Triwulan III 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02

Memaknai 70 Tahun Pengabdian, SUCOFINDO Bangun Sumur Bor Air Bersih di Kalimantan Selatan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02

K Mall dan Plataran Hidupkan Minggu Pagi bersama Komunitas Lari

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02

BRI BO Tanjung Priok Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Berita Terbaru