Harga Emas Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS, Pasar Menanti Kepastian Kebijakan The Fed - Koran Mandalika

Harga Emas Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS, Pasar Menanti Kepastian Kebijakan The Fed

Kamis, 13 November 2025 - 17:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAUUSD) pada awal pekan ini kembali menunjukkan performa yang solid, seiring meningkatnya minat pasar terhadap aset lindung nilai. Penguatan harga emas didorong oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental, terutama ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve di tengah melemahnya indikator ekonomi Amerika Serikat. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa momentum bullish pada emas masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.

Pada sesi perdagangan hari Jumat minggu lalu (7/11), emas menguat 0,64% dan ditutup di level $4.002 setelah sempat terkoreksi ke $3.974. Kenaikan tersebut berlanjut di sesi Asia pada hari Senin (10/11) dengan harga diperdagangkan di sekitar $4.050, mencerminkan respon pasar terhadap melemahnya data ketenagakerjaan AS.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, secara teknikal emas masih berada dalam fase tren bullish, tercermin dari pola candlestick harian yang membentuk higher low serta posisi harga yang bertahan di atas garis Moving Average utama. “Struktur teknikal emas saat ini cukup kuat. Selama harga tidak menembus support kunci, bias penguatan masih dominan,” jelas Andy.

Proyeksi pergerakan emas hari ini potensi kenaikan menuju $4.083 apabila tekanan beli tetap konsisten. Namun apabila terjadi koreksi teknikal, level $3.989 menjadi support yang perlu diawasi.

Data pemutusan hubungan kerja Challenger yang mencatat lebih dari 150.000 PHK sepanjang Oktober menjadi sinyal bahwa pasar tenaga kerja mulai mengalami tekanan. Hal ini memperbesar peluang penurunan suku bunga, yang menjadi katalis penting untuk kenaikan harga emas.

Dari sisi fundamental, pelemahan data ekonomi AS memberi tekanan pada Dolar AS, yang membuat harga emas yang berdenominasi dolarlebih menarik bagi investor global. Indeks Dolar AS (DXY) tercatat melemah 0,15% ke level 99,55, sementara imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun stabil di sekitar 4,085%. Penurunan imbal hasil obligasi meningkatkan daya tarik emas karena menurunkan biaya peluang untuk memiliki aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga :  Sertifikasi POM Batch Ke-4 Telah Digelar Energy Academy untuk Pengawas Menengah

Sentimen konsumen AS juga mengalami kontraksi, dengan indeks Universitas Michigan turun ke 50,3, titik terendah dalam tiga setengah tahun terakhir. Kekhawatiran terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi semakin memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian.

Meski demikian, kabar bahwa penutupan sebagian pemerintah AS kemungkinan akan segera berakhir menjadi faktor penyeimbang. Kembalinya kegiatan pemerintahan dapat meredakan sebagian permintaan safe haven dalam jangka pendek.

Namun, Andy Nugraha menilai dampaknya terhadap pergerakan emas bersifat sementara. “Sentimen pasar saat ini masih berpusat pada prospek kebijakan moneter The Fed. Selama ekspektasi pemangkasan suku bunga tetap menguat, emas berpeluang mempertahankan momentum bullishnya,” kata Andy.

Secara keseluruhan, arah harga emas hari ini akan sangat ditentukan oleh respons pasar terhadap perkembangan data ekonomi lanjutan dan pernyataan pejabat The Fed. Namun untuk saat ini, bias penguatan dinilai masih dominan dengan kecenderungan pasar mencari perlindungan dari ketidakpastian ekonomi global.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Punya Simpanan Sejak Lama, Kapan Reksa Dana Bisa Dicairkan?
IRGCE 2026 CONCLUDES WITH STRONG INTERNATIONAL PARTICIPATION AND BUSINESS PROSPECTS
Software Distributor: 5 Kebocoran Margin yang Tak Terlihat di Laporan Manual
Dokumen yang Belum Bisa Ditandatangani Secara Elektronik di Indonesia
Komisioner BP Tapera Dampingi Menteri PKP dalam Kunjungan Program Bedah Rumah dan Gentengisasi di Purwakarta
Sinyal The Fed Berubah, Bitcoin Belum Lepas dari Konsolidasi US$83.000
Semangat BRILiaN di Lembang, BO Rawamangun Perkuat Kebersamaan dan Budaya Kerja
HUT ke-70 SUCOFINDO: Dukung Akses Air Bersih untuk Negeri melalui Sumur Bor di Kalimantan Barat

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:02

Punya Simpanan Sejak Lama, Kapan Reksa Dana Bisa Dicairkan?

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:03

IRGCE 2026 CONCLUDES WITH STRONG INTERNATIONAL PARTICIPATION AND BUSINESS PROSPECTS

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:02

Software Distributor: 5 Kebocoran Margin yang Tak Terlihat di Laporan Manual

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:02

Dokumen yang Belum Bisa Ditandatangani Secara Elektronik di Indonesia

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:02

Komisioner BP Tapera Dampingi Menteri PKP dalam Kunjungan Program Bedah Rumah dan Gentengisasi di Purwakarta

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:47

Semangat BRILiaN di Lembang, BO Rawamangun Perkuat Kebersamaan dan Budaya Kerja

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:02

HUT ke-70 SUCOFINDO: Dukung Akses Air Bersih untuk Negeri melalui Sumur Bor di Kalimantan Barat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:02

Beralihlah dari Kartu Nama Kertas, KartuNamaDigital.id Resmi Diluncurkan: Hadirkan Solusi Profil Profesional Interaktif Berbasis QR Code

Berita Terbaru