Harga Emas Naik Tipis Ditengah Tekanan Inflasi AS yang Meningkat - Koran Mandalika

Harga Emas Naik Tipis Ditengah Tekanan Inflasi AS yang Meningkat

Kamis, 13 Februari 2025 - 10:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas mengalami pemulihan tipis pada akhir sesi perdagangan Amerika Utara hari Rabu (13/2), setelah Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, menegaskan bahwa kebijakan moneter perlu tetap ketat di tengah meningkatnya tekanan inflasi. Sementara itu, ancaman tarif yang lebih tinggi dari Presiden AS Donald Trump semakin intensif, menciptakan ketidakpastian di pasar. XAU/USD diperdagangkan di sekitar $2.897, nyaris tidak berubah dari sesi sebelumnya.

Berdasarkan analisis teknikal dari Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk saat ini menunjukkan bahwa tren bullish masih mendominasi pergerakan harga emas. Proyeksi pergerakan emas hari ini memperkirakan XAU/USD berpotensi naik hingga mencapai level $2.941. Namun, jika terjadi reversal setelah kenaikan, harga emas bisa mengalami koreksi ke level $2.882 sebagai target terdekatnya.

Meskipun Indeks Harga Konsumen (IHK) AS melonjak di atas 3% pada bulan Januari, emas kembali berusaha untuk rebound pada hari Kamis (13/2), diperdagangkan di sekitar level $2.900. Penguatan harga emas ini terjadi meskipun ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed mulai menurun. Data terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menunjukkan bahwa inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi membuat The Fed mempertahankan kebijakan ketatnya lebih lama.

Pada pekan lalu, kontrak berjangka suku bunga federal funds untuk bulan Desember menunjukkan bahwa pelaku pasar mengantisipasi pelonggaran kebijakan sebesar 40 basis poin (bp). Namun, setelah rilis data IHK terbaru, ekspektasi tersebut menurun menjadi hanya 30 bp pemotongan suku bunga pada akhir tahun ini. Hal ini berdampak pada imbal hasil obligasi pemerintah AS dan nilai tukar Dolar AS (USD), yang sempat menguat tetapi kemudian kehilangan momentum pasca-rilis data inflasi, dengan Indeks Dolar AS (DXY) berada di level 107,98.

Sebelumnya, Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan kesaksiannya di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat AS, menegaskan bahwa upaya pengendalian inflasi masih belum selesai. Pernyataan Powell diperkuat oleh Presiden The Fed Atlanta, Raphael Bostic, yang menyatakan bahwa inflasi diperkirakan baru mencapai target 2% pada tahun 2026. Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, juga menambahkan bahwa data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Januari mengindikasikan bahwa perjuangan The Fed dalam menurunkan inflasi masih berlanjut.

Baca Juga :  Dukung Perkembangan Industri Gim Indonesia, Indigo Bersama Nuon Digital, Gameloft Indonesia, dan Kemenparekraf RI Selenggarakan Indigo Game Clinic

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun mengalami kenaikan sebesar 9,5 basis poin menjadi 4,635%. Sementara itu, imbal hasil riil AS, yang berkorelasi terbalik dengan harga emas, melonjak hampir 9 basis poin menjadi 2,157%, yang menjadi hambatan bagi kenaikan harga emas. Meskipun demikian, emas masih mendapat dukungan dari ketidakpastian kebijakan moneter AS dan potensi kenaikan tarif perdagangan.

Secara keseluruhan, meskipun emas menghadapi tekanan dari data inflasi dan kebijakan The Fed yang masih ketat, tren bullish masih bertahan dalam jangka pendek. Jika momentum kenaikan harga tetap terjaga, emas berpotensi menguji level $2.941. Namun, apabila tekanan inflasi terus meningkat, peluang pemangkasan suku bunga The Fed akan semakin kecil, yang dapat menekan harga emas. Selain itu, jika pasar mulai meragukan keberlanjutan kebijakan ketat The Fed, emas dapat kembali menguat. 

Berita Terkait

Nikmati Tiket Spesial Cinema Day di FLIX Cinema
Konflik Timur Tengah dan Penurunan Stok AS Topang WTI, Dupoin Futures Pantau Tren Bullish
Prediksi Harga Emas Hari Ini: Dupoin Futures Proyeksikan XAUUSD Turun ke US$4.040
Material Besi Sampai di Proyek, Siapa yang Memeriksa Sebelum Dibongkar?
Tren Futures Kripto Global Meningkat, Bittime Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko
Metranet Perkuat Pengelolaan Data Terintegrasi Berbasis AI di DPR RI untuk Peningkatan Akurasi dalam Fungsi Legislasi
Furniture Kantor Custom atau Beli Jadi, Mana yang Masuk Akal?
Sira Village Hadirkan Fashion Show dengan Konsep Sustainability melalui Labdanation Fashion Week Season III

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:02

Nikmati Tiket Spesial Cinema Day di FLIX Cinema

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:02

Konflik Timur Tengah dan Penurunan Stok AS Topang WTI, Dupoin Futures Pantau Tren Bullish

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:02

Prediksi Harga Emas Hari Ini: Dupoin Futures Proyeksikan XAUUSD Turun ke US$4.040

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:02

Material Besi Sampai di Proyek, Siapa yang Memeriksa Sebelum Dibongkar?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:02

Tren Futures Kripto Global Meningkat, Bittime Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:02

Furniture Kantor Custom atau Beli Jadi, Mana yang Masuk Akal?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:02

Sira Village Hadirkan Fashion Show dengan Konsep Sustainability melalui Labdanation Fashion Week Season III

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:02

Yang Dibawa Pulang Sanct Social dari Tar2Cup SMA Tarakanita 2: Senyum yang Sama dari 112 Pelajar dan Orang Tua yang Mampir ke Booth

Berita Terbaru

Nikmati Tiket Spesial Cinema Day di FLIX Cinema

Teknologi

Nikmati Tiket Spesial Cinema Day di FLIX Cinema

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:02