Harga Emas Pekan Kedua Juni Berpotensi Konsolidasi Setelah Reli Tajam - Koran Mandalika

Harga Emas Pekan Kedua Juni Berpotensi Konsolidasi Setelah Reli Tajam

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas dunia pada pekan kedua Juni diperkirakan masih akan menarik perhatian pelaku pasar. Setelah mencatat kenaikan yang cukup kuat dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, logam mulia ini berpotensi memasuki fase koreksi jangka pendek sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya. Meskipun tren jangka pendek masih menunjukkan kecenderungan positif, sejumlah indikator teknikal mengisyaratkan bahwa momentum kenaikan mulai melambat.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe H1 menunjukkan adanya perubahan tren yang cukup signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya. Penguatan yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir berhasil membawa harga mencapai target resistance yang sebelumnya telah diproyeksikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat beli masih cukup kuat dan mampu mendorong harga bergerak lebih tinggi.

Namun setelah mencatat kenaikan yang relatif cepat, pasar mulai menunjukkan tanda-tanda perlunya penyesuaian harga. Dalam kondisi seperti ini, koreksi sering kali dianggap sebagai bagian normal dari pergerakan pasar. Koreksi tidak selalu menandakan berakhirnya tren naik, tetapi lebih sebagai upaya pasar untuk mencari keseimbangan baru sebelum melanjutkan pergerakan berikutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Geraldo, emas saat ini berpotensi memasuki fase rebalancing price atau penyesuaian harga setelah reli yang cukup agresif. Fase tersebut biasanya ditandai dengan munculnya tekanan jual jangka pendek yang bertujuan mengoreksi kenaikan sebelumnya. Dalam analisis teknikal, kondisi seperti ini sering disebut sebagai secondary trend atau tren koreksi sementara.

Secara teknikal, area support di level 4.119 menjadi titik yang cukup penting untuk diperhatikan pelaku pasar. Level tersebut diperkirakan menjadi target koreksi terdekat apabila tekanan jual mulai meningkat dalam beberapa hari ke depan. Selama harga masih mampu bertahan di area tersebut, peluang untuk kembali bergerak naik tetap terbuka.

Baca Juga :  WEEKEND SERU BARENG JASON HUSH PUPPIES, BELANJA MAKIN UNTUNG!

Sinyal perlambatan momentum juga terlihat dari terbentuknya swing high baru setelah harga mencapai puncak kenaikan terbaru. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kekuatan beli mulai berkurang dibandingkan sebelumnya. Selain itu, harga juga terlihat mulai tertahan di sekitar area Moving Average (MA) 21 dan MA 34 yang saat ini berfungsi sebagai area penghalang pergerakan jangka pendek.

Indikator stochastic turut memberikan sinyal yang serupa. Setelah sebelumnya bergerak di area overbought atau jenuh beli, indikator tersebut kini mulai berbalik turun. Kondisi ini umumnya menunjukkan bahwa momentum kenaikan mulai melemah dan pasar berpotensi memasuki fase konsolidasi atau koreksi.

Meski begitu, koreksi yang berpotensi terjadi saat ini masih dianggap sebagai bagian dari pergerakan normal setelah kenaikan yang cukup tajam. Selama tidak terjadi tekanan jual yang terlalu besar dan harga mampu bertahan di area support utama, peluang pemulihan masih tetap terbuka.

Selain faktor teknikal, pergerakan emas pada pekan ini juga akan dipengaruhi oleh berbagai sentimen fundamental yang datang dari Amerika Serikat. Salah satu faktor yang menjadi perhatian utama investor adalah arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Saat ini pasar masih menilai bahwa bank sentral Amerika Serikat berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama. Ekspektasi tersebut muncul karena sejumlah data ekonomi Amerika Serikat masih menunjukkan kondisi yang relatif kuat. Data tenaga kerja yang solid, inflasi yang belum sepenuhnya turun ke target, serta aktivitas ekonomi yang masih stabil membuat pasar belum melihat adanya urgensi bagi The Fed untuk segera memangkas suku bunga.

Baca Juga :  Shaun the Sheep Ramaikan Hublife Taman Anggrek Residences

Situasi tersebut memberikan dukungan terhadap dolar AS. Ketika dolar menguat, harga emas biasanya menghadapi tantangan karena menjadi lebih mahal bagi investor global yang menggunakan mata uang lain. Akibatnya, permintaan terhadap emas dapat berkurang dan membatasi ruang kenaikan harga.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang masih bertahan di level tinggi juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Yield yang tinggi membuat instrumen pendapatan tetap menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak menawarkan imbal hasil. Kondisi ini dapat mendorong sebagian investor mengalihkan dana mereka ke aset berbasis dolar.

Di sisi lain, sentimen pasar global yang cenderung lebih stabil juga ikut memengaruhi pergerakan emas. Ketika pelaku pasar merasa optimistis terhadap prospek ekonomi dan pasar keuangan, minat terhadap aset safe haven biasanya menurun. Dana investasi cenderung bergerak ke instrumen yang menawarkan potensi keuntungan lebih besar, seperti saham dan aset berisiko lainnya.

Dengan mempertimbangkan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memperkirakan harga emas masih berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek pada pekan kedua Juni. Area 4.119 menjadi level yang akan menjadi perhatian utama pasar. Meskipun tren sebelumnya menunjukkan penguatan yang cukup kuat, investor tetap perlu mencermati potensi koreksi yang dapat terjadi sebelum emas menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Harga WTI Pekan Depan Dibayangi Tekanan Jual dan Ketidakpastian Pasokan
Pelindo Multi Terminal Belawan Catat Kinerja Positif hingga Agustus 2026
BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance
Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
Gelar Business & Service Immersion di JMTC, Jasa Marga Ajak Peserta P3MD Danantara Rasakan Langsung Bisnis dan Layanan Jalan Tol
BP Tapera Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian/Lembaga untuk Percepatan Pembangunan Perumahan Nasional
52 Siswa Bimbel Patriot Muda Training Centre Ikuti Wisuda Prabhatar 2026, Dua Raih Predikat Terbaik
Aplikasi Trading HSB Investasi Punya Empat Lapis Perlindungan Dana Nasabah

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:02

Harga WTI Pekan Depan Dibayangi Tekanan Jual dan Ketidakpastian Pasokan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:02

Pelindo Multi Terminal Belawan Catat Kinerja Positif hingga Agustus 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:02

BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:02

Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:02

Gelar Business & Service Immersion di JMTC, Jasa Marga Ajak Peserta P3MD Danantara Rasakan Langsung Bisnis dan Layanan Jalan Tol

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:02

52 Siswa Bimbel Patriot Muda Training Centre Ikuti Wisuda Prabhatar 2026, Dua Raih Predikat Terbaik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:02

Aplikasi Trading HSB Investasi Punya Empat Lapis Perlindungan Dana Nasabah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:02

Dari BINUS@Bekasi Menuju New Zealand, Perjalanan Global Marry Jane Jessica Tombeng

Berita Terbaru