Harga Emas Tertekan, Dupoin Futures Waspadai Penurunan XAUUSD - Koran Mandalika

Harga Emas Tertekan, Dupoin Futures Waspadai Penurunan XAUUSD

Rabu, 9 September 2026 - 10:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas atau XAUUSD masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari Rabu (9/9). Berdasarkan analisis Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, pergerakan emas pada time frame Daily masih menunjukkan tekanan bearish. Kondisi tersebut terlihat dari terbentuknya pola Head & Shoulder yang membuka peluang bagi harga emas untuk bergerak menuju area support terdekat di level 4.281 hingga 4.221.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai pola Head & Shoulder yang terbentuk pada grafik harian menjadi sinyal penting bagi arah XAUUSD dalam jangka pendek. Pola tersebut umumnya menunjukkan adanya potensi perubahan momentum setelah harga mengalami penguatan sebelumnya. Dengan struktur tersebut, Dupoin Futures melihat ruang penurunan masih terbuka selama tekanan jual tetap mendominasi pergerakan emas.

Area 4.281–4.221 menjadi zona support yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Menurut analisis Dupoin Futures, apabila tekanan bearish berlanjut, XAUUSD berpotensi bergerak secara bertahap menuju support tersebut. Level 4.281 menjadi area yang dapat diuji terlebih dahulu, sementara penurunan lebih lanjut berpotensi membawa harga menuju 4.221.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, respons harga ketika mencapai area support akan menjadi faktor penting untuk menentukan arah berikutnya. Jika support mampu menahan tekanan jual, peluang terjadinya rebound masih terbuka. Sebaliknya, apabila XAUUSD menembus zona tersebut, tekanan bearish dapat semakin kuat dan membuka ruang bagi pelemahan berikutnya. Karena itu, Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menempatkan area support tersebut sebagai level penting yang perlu dicermati.

Secara fundamental, harga emas pagi ini bergerak di sekitar US$4.350 per troy ounce dan masih berada di bawah tekanan setelah mengalami penurunan selama tiga sesi perdagangan terakhir. Pergerakan tersebut terjadi di tengah kombinasi sentimen pasar yang cenderung membebani emas, terutama kenaikan harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko inflasi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca Juga :  Inovasi Teknologi Solusi Cepat Wujudkan Program Pembangunan 3 Juta Rumah

Kenaikan harga minyak menjadi perhatian karena dapat meningkatkan tekanan inflasi melalui kenaikan biaya energi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika inflasi diperkirakan bertahan lebih tinggi, ruang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga dapat semakin terbatas.

Bagi pasar emas, kondisi tersebut menjadi tantangan karena ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi cenderung memberikan dukungan terhadap dolar AS dan yield Treasury Amerika Serikat. Kenaikan yield dapat meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi. Dalam situasi tersebut, XAUUSD berpotensi menghadapi tekanan tambahan.

Dupoin Futures melihat pergerakan yield Treasury dan dolar AS masih menjadi indikator penting bagi harga emas hari ini. Jika keduanya terus menguat akibat meningkatnya ekspektasi suku bunga The Fed, tekanan terhadap XAUUSD berpotensi semakin besar. Kondisi tersebut dapat memperkuat peluang harga emas untuk menguji support 4.281–4.221 sesuai proyeksi teknikal Geraldo Kofit.

Di sisi lain, perkembangan konflik Timur Tengah juga menghadirkan sentimen yang berlawanan. Meningkatnya ketegangan geopolitik biasanya mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Investor dapat meningkatkan kepemilikan emas ketika ketidakpastian global meningkat. Namun, dampak konflik terhadap kenaikan harga minyak dan inflasi membuat pengaruh geopolitik terhadap emas menjadi lebih kompleks.

Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada data inflasi Amerika Serikat. Setelah pergerakan harga emas mendapatkan tekanan dari ekspektasi kenaikan suku bunga, data Consumer Price Index atau CPI akan menjadi salah satu indikator penting untuk menentukan arah kebijakan The Fed. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dan berpotensi menekan emas.

Baca Juga :  KA Cikuray Hadir dengan Rangkaian Baru, Relasi Garut - Pasar Senen Berangkat Perdana Hari Ini Dengan Okupansi Lebih Dari 100 Persen

Sebaliknya, apabila inflasi menunjukkan perlambatan, ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dapat kembali meningkat. Kondisi tersebut berpotensi menekan dolar AS dan yield Treasury sehingga memberikan ruang bagi emas untuk melakukan pemulihan. Dengan demikian, hasil CPI dapat menjadi katalis penting yang menentukan apakah tekanan bearish XAUUSD akan berlanjut atau mulai mereda.

Berdasarkan kombinasi teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures masih melihat risiko pelemahan harga emas pada perdagangan hari ini. Geraldo Kofit memproyeksikan XAUUSD berpotensi turun menuju area support 4.281 hingga 4.221 setelah terbentuk pola Head & Shoulder pada time frame Daily.

Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan dolar AS, yield Treasury, harga minyak, serta data inflasi AS dalam menentukan arah XAUUSD selanjutnya. Selama tekanan jual masih dominan dan pola Head & Shoulder belum menunjukkan pembatalan, Dupoin Futures menilai peluang pelemahan menuju support 4.281–4.221 masih terbuka.

Dengan demikian, prediksi harga emas hari ini dari Dupoin Futures masih cenderung bearish. Area 4.281–4.221 menjadi target support utama, sementara perkembangan inflasi AS dan ekspektasi kebijakan The Fed akan menjadi katalis penting yang dapat menentukan seberapa kuat tekanan terhadap harga emas dalam perdagangan berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat
Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia
Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma
Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya
BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Kelapa Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Kelapa Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

Ika Afifah Terpilih sebagai Salah Satu dari 30 Perempuan ASEAN & Australia yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru