Harga Minyak Pekan Depan Berpeluang Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Sorotan - Koran Mandalika

Harga Minyak Pekan Depan Berpeluang Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Sorotan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Minyak Pekan Depan Berpeluang Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Sorotan

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpeluang mempertahankan momentum penguatan pada pekan depan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan WTI pada timeframe Daily masih menunjukkan kecenderungan bullish selama harga bertahan di atas zona support US$95,23–US$97,70. Jika momentum kenaikan berlanjut, harga berpotensi menguji resistance berikutnya di US$104,15–US$106,62.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai bahwa zona US$95,23–US$97,70 menjadi area teknikal penting untuk mempertahankan prospek penguatan minyak mentah. Selama harga mampu bertahan di atas rentang support tersebut, peluang kelanjutan tren bullish masih terbuka. Sebaliknya, apabila tekanan jual meningkat dan harga menembus zona support, skenario kenaikan perlu dievaluasi kembali.

Dalam analisis Dupoin Futures, rentang US$104,15–US$106,62 menjadi area resistance yang perlu diperhatikan jika WTI melanjutkan penguatan. Pergerakan menuju zona tersebut akan bergantung pada kemampuan harga mempertahankan momentum beli serta dukungan sentimen fundamental. Dengan demikian, respons harga di sekitar support dan perkembangan risiko pasokan menjadi dua faktor penting dalam menilai prospek minyak pada pekan mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi fundamental, risiko gangguan pasokan di Timur Tengah masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi menopang harga minyak. Berdasarkan rangkuman Reuters, serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah target di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keamanan infrastruktur energi dan kelancaran distribusi minyak di kawasan tersebut. Jika eskalasi konflik mengancam fasilitas produksi atau jalur distribusi, pasar dapat memperhitungkan risiko berkurangnya pasokan yang tersedia.

Baca Juga :  Roadmap OJK: Industri Kripto Indonesia Bidik Transaksi Rp1.000 Triliun di 2028

Selain ketegangan di Timur Tengah, gangguan produksi di Libya turut menambah perhatian terhadap kondisi pasokan global. Ketika produksi dari sejumlah negara terganggu secara bersamaan, keseimbangan antara pasokan dan permintaan dapat semakin ketat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan dukungan terhadap WTI, terutama jika kebutuhan energi tetap kuat dan pasokan pengganti belum mampu menutup kekurangan yang terjadi.

Ketidakpastian pasokan Rusia akibat sanksi dan konflik geopolitik juga menjadi faktor yang perlu dipantau. Perubahan kebijakan, hambatan ekspor, maupun gangguan distribusi dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap ketersediaan minyak mentah. Menurut skenario fundamental yang dirangkum Reuters, tingginya risiko gangguan pasokan dapat membantu mempertahankan sentimen bullish selama belum terdapat perkembangan yang secara signifikan meredakan kekhawatiran tersebut.

Baca Juga :  Membongkar Stigma Kripto: Aman dan Potensial, Tips Hindari Penipuan!

Meski demikian, kenaikan harga minyak tidak berlangsung tanpa risiko. Kemajuan diplomasi yang menurunkan ketegangan geopolitik dapat mengurangi premi risiko yang tercermin dalam harga. Selain itu, pelemahan permintaan global berpotensi menekan prospek konsumsi energi dan membatasi penguatan WTI. Data persediaan minyak mentah Amerika Serikat juga menjadi perhatian karena dapat memberikan gambaran mengenai keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar utama.

Dupoin Futures melihat bahwa prospek harga WTI pekan depan masih cenderung positif selama harga bertahan di atas support US$95,23–US$97,70. Resistance US$104,15–US$106,62 menjadi sasaran teknikal yang perlu dicermati apabila penguatan berlanjut. Namun, perkembangan konflik Timur Tengah, keamanan jalur pelayaran, gangguan produksi Libya, ketidakpastian pasokan Rusia, dan data persediaan minyak AS tetap dapat memengaruhi arah pergerakan.

Dengan demikian, prediksi WTI pekan depan menurut analisis Dupoin Futures masih membuka peluang kelanjutan tren bullish, dengan risiko koreksi apabila sentimen pasokan mereda atau permintaan melemah. Analisis ini merupakan skenario berdasarkan kondisi teknikal dan fundamental, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026
Dari Ruang Kelas ke Panggung MotoGP Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra
GADAI ATAU JUAL ASET? MANA YANG LEBIH TEPAT SAAT MEMBUTUHKAN DANA?
Prediksi XAUUSD Pekan Depan: Koreksi Naik Terbuka, Dolar AS Jadi Penentu
ASHTA District 8 Menjadi Ruang Eksplorasi Kreatif Dalam Rangkaian WCCE 2026E
BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro Dorong Digitalisasi UMKM Pasar Kranggan Melalui QRIS, Transaksi Belanja Makin Praktis
Anggaran Renovasi Selalu Meleset? Pos Ini Sering Terlupa
BRI Branch Office Yogyakarta Cik Ditiro Hadirkan BRICafe, Layanan Perbankan dan Kafe dalam Satu Ruang

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:24

KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:02

Dari Ruang Kelas ke Panggung MotoGP Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:02

GADAI ATAU JUAL ASET? MANA YANG LEBIH TEPAT SAAT MEMBUTUHKAN DANA?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:02

Harga Minyak Pekan Depan Berpeluang Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Sorotan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:02

Prediksi XAUUSD Pekan Depan: Koreksi Naik Terbuka, Dolar AS Jadi Penentu

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:02

BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro Dorong Digitalisasi UMKM Pasar Kranggan Melalui QRIS, Transaksi Belanja Makin Praktis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:02

Anggaran Renovasi Selalu Meleset? Pos Ini Sering Terlupa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:02

BRI Branch Office Yogyakarta Cik Ditiro Hadirkan BRICafe, Layanan Perbankan dan Kafe dalam Satu Ruang

Berita Terbaru