Hilirisasi Digenjot, Komoditas NTB Disiapkan Tembus Pasar Global - Koran Mandalika

Hilirisasi Digenjot, Komoditas NTB Disiapkan Tembus Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 - 19:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menandatangani MoU dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Langkah tersebut diambil untuk mendorong hilirisasi produk perkebunan di NTB sehingga memiliki nilai tambah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) NTB, Lalu Wiranata, mengatakan Program tersebut, diluncurkan oleh Special Mission Vehicle (SMV) yang merupakan lembaga di bawah Kemenkeu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“8 perusahaan dari SMV itu kita minta untuk bergabung sama kita untuk hilirisasi sekarang. Jadi produk-produk kita, seperti kemiri, mente, kopi, kakao, pokoknya komoditas NTB ini kita mau mulai tingkatkan nilai tambahnya,” kata Wiranata, Kamis (24/9).

Baca Juga :  Pastikan Pasokan Cabai Tercukupi, Pemprov NTB Siapkan Program Penguatan Produksi

Ia menjelaskan berdasarkan arahan dari Gubernur NTB, kemiri akan memasuki hilirisasi tahap dua, sehingga menjadi beberapa produk olahan.

“Jadi bukan hanya kupas, bungkus, trus olah sedikit. Tapi nanti sudah menjadi minyak kemiri, sudah jadi kosmetik dan sebagainya,” jelas Wiranata.

Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman tersebut, NTB dapat memperoleh berbagai bantuan, seperti permodalan, pelatihan, hingga sarana pendukung.

“Kemudian akses pasarnya nanti kita dibantu termasuk kita sedang bicarakan titip ekspor dari sini agar devisa ekspornya itu dapatnya untuk NTB,” ucap Wiranata.

Baca Juga :  Video Pengakuan Eks Santriwati Viral, Dinsos P3A NTB Buka Suara

Saat ini, Pemerintah Provinsi NTB telah mengekspor dua komiditas perkebunan, seperti kemiri dan vanili. Dua komiditas itu dikirim ke dua negara berbeda.

Untuk kemiri, jelas Wiranata, akan dikirim ke Jepang, sedangkan Vanili akan dikirim ke Amerika denga berat masing-masing 5 ton.

“Nilainya 350 juta yang kemiri, jadi 1 kilonya Rp70 ribu, kalau kita beli di pasar kan Rp12 ribu harganya. Rp2 juta sampai Rp3 juta kalau vanili itu kalau 1 ton aja udah 2 sampai 3 miliar, kali lima kan,” pungkasnya. (dik)

Berita Terkait

Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah
Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih
Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB
Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar
MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda
275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama
Hotel Penuh, UMKM Ketiban Rezeki! Ini Dampak MotoGP Mandalika bagi NTB
Iqbal dan Dinda Satu Suara: Marquez! Sembeq Sasak Ikut Mengiringi

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:02

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02

Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Berita Terbaru

Daerah

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Okt 2026 - 19:01