Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai, Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi - Koran Mandalika

Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai, Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah mempercepat pengembangan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terintegrasi dari hulu ke hilir sebagai strategi utama mendorong hilirisasi mineral dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Proyek kolaborasi Grup MIND ID, PT Industri Baterai Indonesia (IBI), dan konsorsium Huayou (HYD) ini diharapkan menjadi motor bagi peningkatan daya saing industri nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem rantai industri baterai secara terintegrasi, mulai dari pertambangan nikel, smelter, high pressure acid leaching (HPAL), produksi precursor dan katoda, hingga manufaktur sel baterai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan total nilai investasi proyek diperkirakan mencapai US$ 7 miliar hingga US$ 8 miliar, pemerintah terus melanjutkan pengembangan fasilitas baterai dari tahap awal berkapasitas 10 gigawatt (GW) yang telah beroperasi sejak 2023.

Ke depan, kapasitas produksi akan ditingkatkan dengan tambahan 20 GW guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri baterai dan kendaraan listrik.

Baca Juga :  KAI Daop 1 Jakarta Berikan Penghargaan kepada Mitra Angkutan Barang sebagai Apresiasi atas Dukungan Layanan Logistik Nasional

“Kita ingin proyek ini memberikan nilai tambah maksimal bagi bangsa. Hilirisasi harus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat industri strategis di dalam negeri,” ujar Bahlil usai penandatanganan kerangka kerja sama (Framework Agreement) oleh konsorsium ANTAM-IBI-HYD, Jumat (31/1).

Bahlil menjelaskan rantai industri ekosistem baterai kendaraan listrik memiliki dampak yang sangat besar terhadap kemajuan ekonomi.

Bukan hanya meningkatkan nilai tambah mineral, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Bahlil menerangkan, Indonesia memiliki sumber bahan baku nikel, yang nantinya akan dipasok oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) yang berkolaborasi dengan konsorsium.

Pemerintah pun menargetkan kepemilikan mayoritas tetap berada di tangan negara, dengan porsi di atas 50%, bahkan di kisaran 60%–70%.

“Ini implementasi Pasal 33. Kekayaan alam harus dikelola negara dan diprioritaskan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujarnya.

Baca Juga :  EVOS Fams, Buat Kamu yang Pertama Kali Login di EVOS TOP UP: Dapat 3% Cashback

Sementara itu, Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya Farhan Arif menyatakan, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat hilirisasi sekaligus membangun kemandirian teknologi baterai di dalam negeri.

“Sejak awal, misi utama IBC adalah menyukseskan proyek Dragon dan Titan. Kerja sama dengan Huayou ini merupakan kelanjutan dari proyek Titan, setelah sebelumnya bersama LG. Kami ingin memastikan bahwa hilirisasi ini benar-benar memberikan nilai tambah optimal bagi Indonesia,” kata Aditya.

Menurut Aditya, kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan kapasitas produksi, tetapi juga penguatan penguasaan teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia nasional.

“Harapannya, partnership ini menjadi learning curve bagi Indonesia, sehingga ke depan kita tidak hanya menjual sumber daya, tetapi juga mampu memproduksi baterai dengan teknologi kita sendiri,” pungkasnya.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

FisTx Lengkapi NAWASENA Water Test Kit dengan Varian Nitrit, Pantau Tiga Parameter Kunci Tambak Lebih Mudah dan Terjangkau
Doran Gadget 23 Mall Semarang Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Ritel di Jawa Tengah
CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis
JETE 23 Mall Semarang Sudah Dibuka, Bawa Konsep Experience Store & Produk Unggulan
Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures
Metranet Perkuat Ekosistem Digital Koperasi di Kabupaten Bogor melalui KoperasiGO
Prediksi XAUUSD Hari Ini, Dupoin Futures Pantau Sinyal Pembalikan Tren Emas
Menteri PKP Apresiasi Kinerja Tiga Kedeputian BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

FisTx Lengkapi NAWASENA Water Test Kit dengan Varian Nitrit, Pantau Tiga Parameter Kunci Tambak Lebih Mudah dan Terjangkau

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

Doran Gadget 23 Mall Semarang Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Ritel di Jawa Tengah

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

JETE 23 Mall Semarang Sudah Dibuka, Bawa Konsep Experience Store & Produk Unggulan

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Prediksi XAUUSD Hari Ini, Dupoin Futures Pantau Sinyal Pembalikan Tren Emas

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Menteri PKP Apresiasi Kinerja Tiga Kedeputian BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:02

Berteman di Sanct Social Dimulai dari Bertemu Langsung: Episode 6 Mengikuti Satu Hari di Jakarta Bersama Teman dari Singapura dan Malaysia

Berita Terbaru