Hilirisasi Mineral Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Nasional - Koran Mandalika

Hilirisasi Mineral Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Nasional

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Selama bertahun-tahun, kekayaan mineral Indonesia lebih banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah dengan nilai tambah terbatas. Pola tersebut membuat manfaat ekonomi yang dihasilkan belum optimal dalam mendukung penguatan struktur perekonomian nasional.

Melalui kebijakan hilirisasi, pemerintah mendorong pengolahan mineral di dalam negeri agar nilai tambah dapat dinikmati secara lebih luas. Kebijakan ini mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya peran sektor pertambangan tidak hanya sebagai penghasil komoditas, tetapi juga sebagai pemasok bahan baku strategis bagi industri manufaktur nasional.

Peran sektor pertambangan terhadap ekonomi nasional pun terus menunjukkan kontribusi yang signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertambangan dan penggalian menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II 2026 dengan nilai mencapai Rp229,9 triliun atau setara 8,87 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Transformasi tersebut tidak terlepas dari kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah yang mendorong pelaku usaha untuk membangun fasilitas pengolahan di dalam negeri. Dengan demikian, komoditas tambang tidak lagi berhenti sebagai bahan mentah, melainkan berkembang menjadi produk antara yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dan menjadi input penting bagi industri hilir.

Baca Juga :  Tumbuh 17 Persen, Kinerja Angkutan Retail KAI Logistik Sepanjang Semester I 2026 Semakin Positif

Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development Universitas Indonesia (RESSED UI) Ali Ahmudi menilai pengelolaan sumber daya alam, termasuk melalui hilirisasi, harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi negara sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.

“Sebesar-besarnya manfaat dari kegiatan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam, termasuk pertambangan, harus memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, termasuk terhadap pemasukan negara, baik melalui pajak, bagi hasil, maupun mekanisme lainnya,” ujar Ali.

Dalam konteks tersebut, hilirisasi menjadi instrumen penting untuk memastikan peningkatan nilai tambah benar-benar berujung pada kontribusi ekonomi yang lebih besar. Proses ini menciptakan rantai nilai industri yang lebih panjang, memperluas aktivitas ekonomi, serta memperkuat ketahanan industri nasional.

Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, menjalankan pengelolaan mineral secara terintegrasi bersama anggota holdingnya. Sepanjang 2025, MIND ID mencatat Generated Economic Value sebesar Rp185,16 triliun dan Distributed Economic Value sebesar Rp180,30 triliun yang disalurkan kepada negara, pekerja, mitra usaha, investor, dan masyarakat.

Kontribusi tersebut mencerminkan bagaimana pengelolaan sumber daya mineral yang terintegrasi mampu menciptakan nilai ekonomi yang mengalir ke berbagai sektor, sekaligus memperkuat peran industri pertambangan dalam mendukung perekonomian nasional.

Baca Juga :  Bagaimana Sertifikasi PSE Membentuk Masa Depan E-Commerce di Indonesia

Salah satu contoh konkret terlihat pada pengembangan ekosistem bauksit menjadi alumina dan aluminium. Melalui proses hilirisasi, komoditas bauksit yang sebelumnya memiliki nilai relatif rendah sekitar US$40 per metrik ton, dapat diolah menjadi aluminium dengan nilai mencapai sekitar US$3.400 per ton.

Produk aluminium tersebut memiliki peran strategis sebagai bahan baku utama bagi berbagai sektor industri, mulai dari konstruksi, transportasi, kelistrikan, hingga energi baru terbarukan seperti panel surya. Ketersediaan aluminium di dalam negeri tidak hanya meningkatkan stabilitas pasokan, tetapi juga membuka peluang efisiensi biaya serta memperkuat daya saing industri manufaktur nasional.

Ali menilai keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari peningkatan penerimaan negara, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan basis industri baru serta memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.

Dengan arah kebijakan tersebut, sektor pertambangan diharapkan tidak lagi bergantung pada aktivitas ekstraksi semata yang dipengaruhi permintaan global, melainkan berkembang menjadi pilar penting industrialisasi nasional. Konsistensi dalam mendorong hilirisasi menjadi kunci agar kekayaan mineral Indonesia dapat terus memberikan nilai tambah dan kontribusi berkelanjutan bagi perekonomian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia
Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan
Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis
Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?
1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam
Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM
PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear
Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:02

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02

Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Berita Terbaru

Daerah

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Okt 2026 - 19:01