Hilirisasi Mineral Tetap Mampu Jaga Kelestarian Alam Indonesia - Koran Mandalika

Hilirisasi Mineral Tetap Mampu Jaga Kelestarian Alam Indonesia

Senin, 25 Agustus 2025 - 12:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertambangan kerap mengubah ekologi lingkungan di daerah operasionalnya. Namun, dengan praktik yang baik dan pemanfaatan teknologi, industri pertambangan Indonesia mampu memberi manfaat besar bagi perekonomian sekaligus menjaga kelestarian alam.

Dosen Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, Imam Santoso, menegaskan bahwa kemajuan peradaban masa depan Indonesia tidak akan lepas dari kontribusi pertambangan.

“Pertambangan memang melakukan engineering alam, dan itu seperti dua sisi mata uang. Karena itu, kita harus menerapkan praktik terbaik agar manfaat ekonominya bisa dirasakan, sekaligus alamnya tetap terjaga,” jelasnya dalam Sosialisasi MediaMIND di ITB Bandung belum lama ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Imam menyampaikan bahwa saat ini sektor pertambangan Indonesia sudah banyak menggunakan teknologi seperti real-time monitoring, VR, hingga control room yang mengendalikan alat berat dari jarak jauh.

Teknologi ini tidak hanya meningkatkan keselamatan pekerja, tetapi juga membuat operasional tambang lebih efisien dan semakin rendah emisi gas rumah kaca (GRK).

Baca Juga :  ORIJIN JAPANESE DINING MENGHADIRKAN HIRUDOKI CITA RASA JEPANG, DIRANCANG KHUSUS UNTUK MAKAN SIANG

Hal ini salah satunya dilaksanakan oleh Freeport Indonesia di tambang tembaga di Papua. Dengan Minegem Productivity Improvement Project, operasional tambang dijalankan melalui control room yang jaraknya 7 km dari tambang.

Ia menambahkan, tailings pertambangan kini sudah banyak dikembangkan dan diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat serta bernilai tambah ekonomi.

Ke depan, industri daur ulang barang elektronik, telepon seluler, hingga baterai diprediksi akan menjadi sektor turunan pertambangan yang semakin berkembang.

Dengan begitu, limbah produk yang sarat dengan mineral dan logam dapat diminimalisir, dan sirkular ekonomi yang mendukung kelestarian lingkungan.

Adapun, proyek daur ulang ini juga tengah dikembangkan oleh Grup MIND ID dalam ekosistem baterai EV. Grup MIND ID memastikan baterai yang habis masa guna nantinya akan dapat didaur ulang sehingga kebutuhan terhadap mineral tambang dari dalam bumi dapat dikurangi di masa depan.

Selain itu, pertambangan Indonesia juga menghasilkan bahan baku penting untuk pengembangan energi berkelanjutan, seperti panel surya.

Baca Juga :  Gagal Berkali-kali, Freelancer Ini Ubah Nasib Lewat Platform Sribu

Tren ini akan membuat konsumsi energi terbarukan nasional semakin besar, sekaligus menurunkan ketergantungan Indonesia terhadap batu bara maupun impor bahan bakar fosil.

Dalam hal ini, Grup MIND ID pun telah memiliki produk tin intermediate dengan yang menjadi bahan baku bagi pelapis panel surya. Dengan kapasitas produksi 8.000 ton/tahun, Grup MIND ID mampu menjawab kebutuhan industri energi terbarukan dalam negeri.

Lebih lanjut, Imam percaya bahwa sumber daya manusia Indonesia sudah sangat berkualitas untuk mewujudkan pertambangan berkelanjutan.

Universitas-Universitas di Indonesia khususnya ITB memiliki bidang keilmuan di pertambangan, teknologi industri, hingga lingkungan yang siap menjadi penggerak bagi sektor industri pertambangan masa depan Indonesia.

“Indonesia tidak pernah kekurangan sumber daya manusia. Kita hanya perlu mengoptimalkan potensi yang kita punya, agar tambang bisa menjadi bagian dari peradaban yang lebih baik, ramah lingkungan, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” pungkasnya.

Berita Terkait

SCALECON 2027, Konferensi Agentic AI Untuk Bisnis Indonesia
BINUS @Semarang Dorong Transformasi Digital melalui Peluncuran Program Artificial Intelligence
Rayakan 12 Tahun, Waskita Beton Precast Hadirkan Berbagai Aksi Nyata melaluii Program TJSL
Bantu Warga Terdampak Karhutla, PT PSL Salurkan 94000 Liter Air Bersih dan Alat Kesehatan di Mempawah
PTPN Group bersama Satgas Karhutla Kolaborasi Atasi Karhutla
Strategi Jhonny Thio Doran Pilih 23 Mall Semarang untuk Ekspansi JETE & Doran Gadget
Shopvaganza 2026 Hadir di Mitra10, Ada Mobil Listrik hingga Paket Liburan ke Jepang
Solana Bersiap Menembus US$125, SOL Punya Peluang Reli di Oktober

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:04

Minat Kendaraan Listrik Menguat, Pembiayaan EV BRI Finance Tumbuh 13,8 Kali

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:09

BRI BO Jatinegara Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:52

BRI Region 6 Gelar Upacara Kesaktian Pancasila, Perkuat Semangat Kebangsaan Insan BRI

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:56

BRIDS Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemulihan Pascagempa di Nusa Tenggara Timur

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:10

Waskita Beton Precast Kembali Tanam 228 Pohon pada September 2026, Lanjutkan Komitmen Pehijauan Bersama Pelanggan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:49

SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:45

Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 - 04:32

Minat Internasional Meningkat Seiring Dimulainya Automechanika Jakarta Besok, Hadirkan Partisipasi Global

Berita Terbaru