Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kinerja Kopi PalmCo Tetap Solid di Tengah Tekanan Cuaca - Koran Mandalika

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kinerja Kopi PalmCo Tetap Solid di Tengah Tekanan Cuaca

Selasa, 21 April 2026 - 18:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo yang merupakan bagian dari Holding Perkebunan Nusantara mencatatkan kinerja positif pada segmen komoditas kopi di tengah tantangan anomali iklim pada awal 2026. Tingginya curah hujan yang memengaruhi ritme produksi tidak menghalangi perusahaan untuk tetap membukukan laba pada triwulan I 2026.

Subholding PTPN III (Persero) tersebut mencatat laba sebelum pajak dari komoditas kopi sebesar Rp3,43 miliar pada triwulan I 2026. Capaian ini diraih di tengah keputusan manajemen untuk menunda panen raya guna menjaga kualitas biji kopi.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan peningkatan kinerja terutama ditopang oleh lonjakan penjualan yang signifikan pada awal tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penjualan meningkat cukup tinggi. Di saat yang sama, kami tetap menjaga arus kas operasional agar tetap sehat,” ujar Jatmiko, Selasa (7/4/2026).

Data perusahaan menunjukkan penjualan bersih kopi hampir berlipat ganda secara tahunan. Pada triwulan I 2025, penjualan tercatat Rp10,94 miliar, sementara pada periode yang sama tahun ini meningkat menjadi Rp21,78 miliar.

Baca Juga :  Memahami Quiet Financial Anxiety, Bisikan Cemas di Balik Gemerlap Digital

Kendati demikian, peningkatan penjualan tidak sepenuhnya diikuti lonjakan laba operasional. EBITDA tercatat sebesar Rp3,70 miliar per Maret 2026, sedikit menurun dibandingkan Rp3,82 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, perusahaan menilai kemampuan menghasilkan kas masih relatif terjaga.

Panen Diundur, Mutu Dijaga

Di balik capaian finansial tersebut, perusahaan menghadapi tantangan di sisi hulu. Curah hujan tinggi menyebabkan berkurangnya intensitas penyinaran matahari yang dibutuhkan tanaman kopi untuk proses fotosintesis dan pematangan buah.

Akibatnya, buah kopi atau cherry berkembang lebih lambat dari biasanya. Kondisi ini terjadi di sejumlah wilayah operasional utama.

Di kawasan Java Coffee Estate (JCE) di lereng Dataran Ijen, Jawa Timur, misalnya, curah hujan mencapai 120 milimeter dengan 21 hari hujan sepanjang triwulan pertama. Sementara itu, di wilayah Jambi, tercatat curah hujan 57 milimeter dengan 10 hari hujan.

Manajer KSO Java Coffee Estate, Hastudy Yunarko, menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat perusahaan harus mengambil langkah antisipatif.

Baca Juga :  5 Tren Teknologi AI Tahun 2024, Makin Canggih!

“Kalau panen dipaksakan saat buah belum matang sempurna, kualitas seduhan kopi akan turun. Itu berisiko terhadap standar mutu produk,” kata Hastudy.

Karena itu, manajemen memutuskan untuk menggeser jadwal panen raya ke Mei 2026 sesuai dengan potensi kematangan kopi cherry merah secara alami. Langkah ini dinilai memberi waktu tambahan bagi buah kopi untuk mencapai tingkat kematangan optimal.

Menurut Hastudy, keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga kualitas di tengah tekanan faktor cuaca. “Kami memilih menunggu agar kualitas tetap terjaga saat produk masuk ke pasar,” ujarnya.

Di tengah dinamika iklim yang semakin sulit diprediksi, pelaku industri perkebunan dituntut lebih adaptif. Bagi PTPN IV PalmCo, menjaga keseimbangan antara kuantitas produksi dan kualitas hasil menjadi kunci untuk mempertahankan kinerja sekaligus menjaga daya saing kopi di pasar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Risiko Menggunakan Sparepart Komatsu Non-Original dan Cara Mendapatkan Part Asli Bergaransi melalui UT Connect
Perkuat Sinergi Asuransi dan Dunia Usaha, BRI Insurance Jalin Kerja Sama Strategis dengan KADIN Indonesia
BINUS UNIVERSITY Ajak Siswa SMA Eksplorasi Dunia Teknologi Lewat Computer Science Festival 2026, Hadirkan Puluhan Karya Teknologi Mahasiswa
ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia
Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan
Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis
Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?
1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:02

Risiko Menggunakan Sparepart Komatsu Non-Original dan Cara Mendapatkan Part Asli Bergaransi melalui UT Connect

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:02

Perkuat Sinergi Asuransi dan Dunia Usaha, BRI Insurance Jalin Kerja Sama Strategis dengan KADIN Indonesia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:02

BINUS UNIVERSITY Ajak Siswa SMA Eksplorasi Dunia Teknologi Lewat Computer Science Festival 2026, Hadirkan Puluhan Karya Teknologi Mahasiswa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:02

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Berita Terbaru