Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina - Koran Mandalika

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina

MEDAN — Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Regional 2 membuka akses edukasi lapangan di Kebun Adolina bagi 126 pekebun sawit asal Kabupaten Simalungun yang mengikuti Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan teknis budidaya kelapa sawit yang digelar Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS)–PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) di Medan pada 13–19 September 2026.

Kunjungan ke Kebun Adolina menjadi sarana untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh peserta selama pelatihan dengan praktik tata kelola dan budidaya perkebunan secara langsung di lapangan, guna mempercepat peningkatan produktivitas kebun rakyat.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menilai penguatan kapasitas pekebun menjadi bagian penting dalam mendorong produktivitas sawit rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peningkatan produktivitas harus dibangun melalui penguatan kapasitas pekebun, penerapan praktik budidaya yang tepat, serta pembelajaran langsung dari tata kelola perkebunan yang telah berjalan secara terukur.”

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, M. Yusuf Lubis, menekankan pentingnya memastikan kualitas bahan tanam sejak awal karena kesalahan memilih bibit dapat berdampak panjang terhadap produktivitas kebun.

Baca Juga :  Komitmen Berkelanjutan KAI Daop 6 Salurkan Bantuan Sosial-Lingkungan Sebesar Rp319,9 Juta Hingga Mei 2025

“Jangan tanam sekarang, lima tahun kemudian baru tahu hasilnya gagal. Sudah capek menunggu bertahun-tahun, hasilnya tidak memuaskan,” ujar Yusuf.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi pekebun sawit rakyat Simalungun yang saat ini menghadapi kesenjangan produktivitas. Kebun swadaya di daerah tersebut umumnya menghasilkan sekitar 12–15 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun, sementara perkebunan perusahaan mampu mencapai rata-rata hingga 24 ton TBS per hektare per tahun.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, menyebut luas perkebunan sawit rakyat di wilayahnya mencapai 38.905,5 hektare dengan total produksi sekitar 317.771 ton TBS. Besarnya areal tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas, tanpa harus memperluas tutupan lahan, berpotensi memberikan dampak terhadap peningkatan produksi sekaligus perekonomian masyarakat.

“Produktivitas perkebunan swadaya selama ini selalu lebih rendah dibandingkan perusahaan. Inilah yang harus kita ubah,” tegas Jenri.

Ia mendorong pekebun menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) secara konsisten, termasuk melalui pemupukan berimbang, pengendalian gulma, pemantauan organisme pengganggu tanaman (OPT), dan perawatan kebun secara rutin.

Penguatan kapasitas tersebut selanjutnya diperkuat melalui pembelajaran lapangan di Kebun Adolina PTPN IV Regional 2. Para peserta dapat melihat secara langsung bagaimana tata kelola dan standar operasional perkebunan diterapkan dalam pengelolaan kebun, sehingga materi pelatihan tidak berhenti pada pemahaman teoritis tetapi dapat dibandingkan dengan kondisi kebun rakyat masing-masing.

Baca Juga :  Pilihan Program S2 Kelas Karyawan Cocok Untuk Pekerja Profesional

Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara dan PTPN Group, PTPN IV PalmCo terus membuka ruang kolaborasi yang menghubungkan pengalaman pengelolaan perkebunan perusahaan dengan kebutuhan pekebun rakyat. Jatmiko menegaskan bahwa kolaborasi antara perusahaan, lembaga riset, pemerintah, dan pekebun dapat menjadi ruang untuk mempercepat transfer pengetahuan sekaligus memperkuat ekosistem perkebunan sawit rakyat.

“Kami ingin pengetahuan dan praktik yang dipelajari dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing kebun, sehingga peningkatan produktivitas benar-benar terlihat dalam keberjalanan pengelolaan kebun petani.”

Penguatan produktivitas juga diarahkan pada pemanfaatan program pemerintah, termasuk Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan bantuan sarana produksi. Dengan dukungan bahan tanam yang legal dan berkualitas, penerapan GAP, serta pembelajaran langsung dari kebun perusahaan, pekebun diharapkan memiliki referensi yang lebih konkret untuk memperbaiki praktik budidaya di kebun masing-masing.

Keberadaan Kebun Adolina sebagai ruang pembelajaran lapangan memperkuat peran PTPN IV PalmCo, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara/ PTPN Group, dalam membangun konektivitas antara praktik perkebunan perusahaan dan kebutuhan pekebun rakyat. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan dapat memperkuat efisiensi, keberlanjutan kebun, dan kesejahteraan pekebun dalam jangka panjang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru
Perkuat Aksi Kemanusiaan, BRI Finance dan YBM BRILiaN Bantu Masyarakat Terdampak Gempa NTT
NPF di Bawah Rata-Rata Industri, BRI Finance Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan
Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
Mengapa Pemeriksaan Keaslian Menjadi Langkah Penting dalam Gadai Tas Branded?
Profesor Kardiologi University College London (UCL) Inggris: Pencegahan Jadi Kunci Penting Ketahanan Kesehatan
Di Balik Infrastruktur Energi, Ada Semangat Muda yang Terus Menyala
PLN NPC Perkuat Kepedulian Sosial melalui Penyerahan Bantuan Paket Kesehatan dan Gizi Anak

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

Perkuat Aksi Kemanusiaan, BRI Finance dan YBM BRILiaN Bantu Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

NPF di Bawah Rata-Rata Industri, BRI Finance Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:02

Profesor Kardiologi University College London (UCL) Inggris: Pencegahan Jadi Kunci Penting Ketahanan Kesehatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:02

Di Balik Infrastruktur Energi, Ada Semangat Muda yang Terus Menyala

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:02

PLN NPC Perkuat Kepedulian Sosial melalui Penyerahan Bantuan Paket Kesehatan dan Gizi Anak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:02

SWM Returns to EICMA with Four World Premieres “Smart Evolution · Boundless Adventure”

Berita Terbaru