Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Gelar IRRDB Socio-Economic Seminar 2026 - Koran Mandalika

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Gelar IRRDB Socio-Economic Seminar 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bali – PT Riset Perkebunan Nusantara melalui Pusat Penelitian Karet, entitas dari Holding Perkebunan Nusantara, bekerja sama dengan International Rubber Research and Development Board (IRRDB) menyelenggarakan IRRDB Socio-Economic Seminar 2026 pada 30 Juni–2 Juli 2026 di Hotel Aryaduta, Kuta, Bali.

Mengusung tema “Strengthening Economic Resilience and Value Addition in the Global Natural Rubber Supply Chain”, seminar ini menjadi forum internasional yang mempertemukan para peneliti, pembuat kebijakan, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas tantangan serta peluang dalam pengembangan industri karet alam global.

Seminar ini dihadiri oleh sejumlah tamu yang mewakili pemerintah, asosiasi industri, dan organisasi internasional, di antaranya Wakil Sekretaris Jenderal IRRDB, Dr. Wan Abdul Rahaman, Direktur Hasil Hutan dan Industri Perkebunan Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI, Direktur Sabah Rubber Industry Board (Malaysia), Ketua International Rubber Consortium (IRCo), Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO), dan Ketua Asosiasi Produsen Ban Indonesia (APBI). Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut semakin menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas negara dalam mendorong kemajuan industri karet alam yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Seminar dibuka dengan sambutan dari Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), Dr. Iman Yani Harahap, yang menyoroti berbagai tantangan global yang saat ini memengaruhi industri karet, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga meningkatnya biaya produksi.

Dalam sambutannya, Dr. Iman Yani Harahap menyampaikan bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah telah memberikan dampak nyata terhadap pasar energi dunia, yang berujung pada kenaikan harga minyak serta meningkatnya biaya produksi di berbagai sektor.

“Sebagai produsen karet alam terbesar kedua di dunia, Indonesia menghadapi tantangan berupa meningkatnya biaya logistik, transportasi, serta harga pupuk yang semakin membebani sektor perkebunan karet. Melalui seminar ini, kami berharap lahir berbagai gagasan, rekomendasi, dan solusi praktis untuk menjawab tantangan sosial ekonomi yang terus berkembang dalam industri karet global,” ujar Dr. Iman Yani Harahap.

Baca Juga :  Syailendra Capital dan Hana Bank Perluas Akses Investasi Ritel Melalui Enam Produk Reksa Dana Unggulan

Seminar ini diikuti lebih dari 80 peserta yang berasal dari negara Jepang, Malaysia, Thailand, India, Singapura, Sri Lanka, Vietnam dan Indonesia. Peserta berasal dari berbagai kalangan, termasuk lembaga penelitian, perusahaan perkebunan dan industri karet, asosiasi petani, organisasi internasional, lembaga pembangunan, perguruan tinggi, serta instansi pemerintah dan perbankan. Kehadiran beragam institusi tersebut mencerminkan kuatnya sinergi kolaborasi lintas negara dan lintas sektor dalam mendukung pengembangan industri karet alam yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Selama tiga hari pelaksanaan seminar, peserta mengikuti pemaparan materi utama, sesi teknis, diskusi ilmiah, dan berbagi pengalaman yang menghadirkan para pakar dari negara-negara anggota IRRDB, organisasi internasional, akademisi, serta pelaku industri karet.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, IRRDB bersama PT Riset Perkebunan Nusantara berharap dapat memperkuat sinergi internasional dalam merumuskan strategi yang mampu meningkatkan ketahanan ekonomi, keberlanjutan, nilai tambah, serta daya saing industri karet alam di tingkat global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda
Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan
Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang
KAI Bandara Raih Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Railink Magazine Vol. 4
Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen
Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang
Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%
Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:02

Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02

Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02

Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:02

Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02

Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:20

Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

HP 2 Jutaan Ini Punya 2 Layar, Bisa Selfie Pakai Kamera Utama! Intip Harga dan Spesifikasi itel A300+

Berita Terbaru