Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Tata Kelola Berbasis Data, Akurasi Produksi Sawit PTPN IV Regional III Tembus 96,77 Persen - Koran Mandalika

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Tata Kelola Berbasis Data, Akurasi Produksi Sawit PTPN IV Regional III Tembus 96,77 Persen

Sabtu, 28 Maret 2026 - 06:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru — Holding Perkebunan Nusantara terus mendorong penguatan tata kelola operasional berbasis data di seluruh entitasnya. Salah satunya diwujudkan melalui transformasi on-farm yang dijalankan oleh PTPN IV Regional III dengan mengedepankan implementasi trossen telling atau perhitungan bunga buah sebagai fondasi estimasi produksi.

Dalam dua tahun terakhir, pendekatan tersebut menjadi instrumen utama dalam meningkatkan akurasi perencanaan dan realisasi produksi tandan buah segar (TBS). Sepanjang 2025, dari total produksi sebesar 1,6 juta ton TBS, tingkat akurasi perhitungan bunga buah tercatat mencapai 96,77 persen.

Bahkan, dibandingkan dengan prognosa pada periode yang sama, realisasi produksi mencapai 100,46 persen dengan deviasi hanya 0,46 persen. Capaian ini mencerminkan selisih yang sangat tipis antara estimasi dan realisasi di lapangan, sekaligus menegaskan tingkat presisi yang tinggi dalam pengelolaan produksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil konsistensi dalam membangun budaya kerja berbasis presisi.

“Di PTPN IV Regional III, kami memastikan bahwa produksi tidak berjalan berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan data yang terukur. Sepanjang 2025, akurasi trossen telling kami mencapai 96,77 persen. Bahkan realisasi terhadap prognosa menyentuh 100,46 persen dengan deviasi hanya 0,46 persen. Ini menunjukkan validitas data yang kami bangun benar-benar presisi,” kata dia dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga :  Fundamental Bisnis Tetap Solid, BRI Finance Siap Hadapi Tekanan Suku Bunga

Menurut Bambang, trossen telling bukan sekadar metode penghitungan bunga buah, melainkan parameter utama dalam memproyeksikan produksi TBS selama satu tahun penuh. Data tersebut menjadi dasar penyusunan kebutuhan operasional dari hulu ke hilir, mencakup tenaga kerja, material, transportasi, hingga aspek pendukung lainnya atau labor, material, transport, and others (LMTO).

“Dengan forecast yang akurat, kami dapat menghindari kehilangan momentum saat panen puncak terjadi. Tidak ada keterlambatan tenaga, tidak ada kekurangan armada, dan tidak ada keputusan yang diambil tanpa dasar,” katanya.

Secara teknis, evaluasi akurasi dilakukan dalam dua periode, yakni Semester I dan Semester II 2025, dengan pembobotan mengacu pada kontribusi masing-masing kebun terhadap target RKAP. Tiga indikator utama menjadi dasar penghitungan, yakni jumlah tandan berbobot 80 persen, berat tandan rata-rata (BTR) sebesar 10 persen, serta volume TBS sebesar 10 persen.

Data realisasi produksi diperoleh dari sistem SAP berdasarkan jumlah tandan dan volume TBS yang diterima di pabrik kelapa sawit. Pengukuran akurasi dilakukan menggunakan metode deviasi absolut antara hasil estimasi dan realisasi produksi, dengan patokan terbaik berada pada deviasi 0 persen.

Baca Juga :  2.262 Wisudawan BINUS UNIVERSITY Siap Berdampak bagi Bangsa!

Sepanjang 2025, manajemen menetapkan tiga kebun dan 12 afdeling dengan tingkat akurasi terbaik. Sementara itu, unit dengan deviasi absolut di atas 10 persen menjadi perhatian khusus untuk perbaikan metode pada 2026.

Lebih lanjut, Bambang menambahkan bahwa capaian tersebut sejalan dengan arahan Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, yang menekankan pentingnya validitas data, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta integritas dalam setiap lini operasional.

“Arahan beliau tentang validitas data, kepatuhan pada SOP, dan integritas seluruhnya tercermin dalam capaian ini. Inilah transformasi yang kami jalankan, presisi sebagai budaya kerja, data sebagai fondasi keputusan, dan produksi yang dikelola secara terukur, akuntabel, serta berkelanjutan,” ujarnya.

Di tengah tantangan fluktuasi produksi dan tuntutan efisiensi, pendekatan berbasis data tersebut menjadi strategi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan potensi deviasi perencanaan.

Dengan akurasi yang mendekati 97 persen dan deviasi yang nyaris nol terhadap prognosa, PTPN IV Regional III menegaskan langkah transformasi tata kelola on-farm yang semakin solid. Melalui penguatan ini, PTPN Group terus menempatkan data sebagai kompas utama dalam mengelola operasional perkebunan secara presisi, akuntabel, dan berkelanjutan di Bumi Lancang Kuning.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar
PLN NPC Catatkan Milestone Baru, PLTMG Sekupang 50 MW Resmi Capai COD
PLN NPC dan PLN UIP Nusra Teken Kontrak Penyiapan Infrastruktur PLTP Atadei
Sanct Social Bergabung dalam Delegasi Bisnis Indonesia ke Global Digital Trade Expo 2026 di Hangzhou, Jajaki Kemitraan dan Pelajari Kacamata Pintar serta Model AI Tiongkok
SUCOFINDO BERSAMA DISPERINDAG JATIM PERKUAT SINERGI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT BAHAN KIMIA
Pertamina melalui Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?
KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:29

Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01

Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:41

Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:31

Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:19

Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:13

Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:45

BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:51

NTB Perkuat SDM, Data Berkualitas Jadi Dasar Keputusan Pembangunan

Berita Terbaru

Teknologi

Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar

Rabu, 7 Okt 2026 - 22:02