Holding Perkebunan Nusantara Siaga Hadapi Kemarau, PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla dan Strategi Agronomi - Koran Mandalika

Holding Perkebunan Nusantara Siaga Hadapi Kemarau, PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla dan Strategi Agronomi

Selasa, 7 April 2026 - 19:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Holding Perkebunan Nusantara Siaga Hadapi Kemarau, PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla dan Strategi Agronomi

PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau tahun 2026, seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap anomali iklim yang kerap dikaitkan dengan fenomena El Nino.

Wacana kemarau ekstrem yang belakangan populer dengan sebutan “El Nino Godzilla” memicu perhatian berbagai pihak, termasuk pelaku industri perkebunan. Meski istilah tersebut tidak dikenal secara ilmiah, potensi kekeringan tetap menjadi perhatian serius, khususnya bagi sektor kelapa sawit yang sangat bergantung pada keseimbangan curah hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menegaskan bahwa istilah tersebut tidak dikenal dalam kajian klimatologi. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyampaikan bahwa klasifikasi El Nino secara resmi terbagi menjadi lemah, moderat, dan kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat ini prediksi kami menunjukkan peluang 50–60 persen terjadinya El Nino lemah hingga moderat setelah semester kedua,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, PTPN IV PalmCo menetapkan status siaga dengan pendekatan mitigasi yang dilakukan secara dini dan terukur. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa perusahaan memilih langkah konservatif dalam menghadapi potensi risiko iklim. “Kami tidak ingin mengambil risiko. Kesiapsiagaan tetap kami jalankan seolah menghadapi skenario terburuk,” kata Jatmiko, Selasa (31/3/2026), di Jakarta.

Baca Juga :  Perkuat Komitmen Pelayanan Nasabah, BRI Life Hadirkan Wajah Baru Kantor Layanan di Denpasar

Salah satu fokus utama adalah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang menjadi risiko signifikan saat kemarau panjang, terutama di wilayah operasional Sumatera dan Kalimantan. Pendekatan penanganan yang sebelumnya bersifat responsif kini diperkuat menjadi preventif berbasis teknologi.

Perusahaan mengandalkan sistem berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ARFINA (Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara) untuk memantau potensi kebakaran secara real time. “Sistem ini membantu kami mendeteksi titik panas lebih awal, sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum api meluas,” ujarnya.

Meski demikian, Jatmiko menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia di lapangan. Setiap peringatan dari sistem akan langsung ditindaklanjuti oleh tim siaga di wilayah operasional.

Selain penguatan sistem deteksi dini, perusahaan juga memperkuat infrastruktur pendukung, seperti pembangunan embung dan sekat kanal di area rawan kekeringan. Upaya ini turut dilengkapi dengan kolaborasi bersama aparat TNI dan Polri dalam patroli serta aksi tanggap darurat karhutla.

Di sisi lain, potensi kemarau juga berdampak langsung terhadap produktivitas tanaman. Jatmiko menjelaskan bahwa kekeringan berkepanjangan dapat memicu berbagai risiko, mulai dari gangguan pertumbuhan hingga penurunan hasil produksi.

Baca Juga :  Kewajiban Pajak bagi Badan Usaha Milik Asing: Yang Perlu Diketahui

“Kemarau panjang membawa efek domino, seperti potensi ledakan hama, kekeringan tanah, hingga penurunan rendemen. Ini harus diantisipasi secara menyeluruh,” katanya.

Perhatian khusus diberikan pada tanaman belum menghasilkan (TBM), yang dinilai lebih rentan terhadap stres air karena sistem perakarannya belum optimal. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini berpotensi memengaruhi keberhasilan investasi jangka panjang perusahaan.

Selain itu, perubahan kondisi lingkungan akibat kekeringan juga dapat meningkatkan populasi hama, seperti hewan pengerat dan serangga, yang mencari sumber makanan baru di area perkebunan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, perusahaan menerapkan strategi agronomi adaptif, termasuk pengelolaan kelembapan tanah serta tata kelola air yang lebih efisien.

“Fokus kami adalah menjaga kondisi tanaman tetap optimal, terutama tanaman muda, serta memastikan siklus produksi tidak terganggu di tengah tekanan iklim,” ujar Jatmiko.

Melalui berbagai langkah tersebut, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas operasional sekaligus meminimalkan dampak lingkungan dan sosial yang kerap menyertai musim kemarau panjang.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Obat Pegal Linu Herbal dan Data WHO soal 619 Juta Orang dengan Nyeri Punggung Bawah
Menabung demi Idola: Cara Fans Menyiapkan Dana untuk Konser, Album, dan Fan Meeting
Street Food Jadi Favorit Baru, Berburu Kuliner Kaki Lima Kini Bagian dari Gaya Hidup Urban
KAI Logistik Perpanjang Promo Diskon Pengiriman ke Bandar Lampung hingga Akhir Tahun
Bikin Konten Fashion Makin Standout Tanpa Ribet dengan Kamera dan Galaxy AI di Galaxy S26 FE
Wali Kota Surakarta dan Wali Kota Padang Sampaikan Usulan Perumahan kepada Menteri PKP, BP Tapera Sampaikan Perkembangan FLPP
Kenali Peran Mineral dalam Kehidupan, Booth MIND ID Hadirkan Aktivitas Interaktif
ezSign Sediakan Stempel Waktu Resmi untuk Dokumen Elektronik

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:02

Obat Pegal Linu Herbal dan Data WHO soal 619 Juta Orang dengan Nyeri Punggung Bawah

Kamis, 5 November 2026 - 19:02

Menabung demi Idola: Cara Fans Menyiapkan Dana untuk Konser, Album, dan Fan Meeting

Kamis, 5 November 2026 - 19:02

Street Food Jadi Favorit Baru, Berburu Kuliner Kaki Lima Kini Bagian dari Gaya Hidup Urban

Kamis, 5 November 2026 - 18:02

KAI Logistik Perpanjang Promo Diskon Pengiriman ke Bandar Lampung hingga Akhir Tahun

Kamis, 5 November 2026 - 17:03

Wali Kota Surakarta dan Wali Kota Padang Sampaikan Usulan Perumahan kepada Menteri PKP, BP Tapera Sampaikan Perkembangan FLPP

Kamis, 5 November 2026 - 17:02

Kenali Peran Mineral dalam Kehidupan, Booth MIND ID Hadirkan Aktivitas Interaktif

Kamis, 5 November 2026 - 17:02

ezSign Sediakan Stempel Waktu Resmi untuk Dokumen Elektronik

Kamis, 5 November 2026 - 16:02

Arus Kas Usaha Belum Lancar, Pemilik Barang Mewah Punya Alternatif lewat Luxury Pawn

Berita Terbaru