IDDB Menjadi Proyek Tokenisasi Surat Utang Pertama di Indonesia yang Resmi Dalam Proses Menjadi Peserta Sandbox OJK dan Akan Diperdagangkan di Crypto Exchange Nanovest - Koran Mandalika

IDDB Menjadi Proyek Tokenisasi Surat Utang Pertama di Indonesia yang Resmi Dalam Proses Menjadi Peserta Sandbox OJK dan Akan Diperdagangkan di Crypto Exchange Nanovest

Kamis, 22 Agustus 2024 - 14:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 21 Agustus 2024 – PT Sejahtera Bersama Nano secara resmi berkolaborasi dengan PT Tumbuh Bersama Nano (Nanovest) menghadirkan inovasi produk tokenisasi obligasi pertama di Indonesia. Projek tokenisasi obligasi yang disebut dengan ID Digital Bonds (IDDB) merupakan proyek pertama di Indonesia yang melakukan adopsi tokenisasi pada aset keuangan dalam bentuk obligasi (bonds). Proyek IDDB ini merupakan hasil pengembangan dan kolaborasi antara Nanovest sebagai crypto exchange yang terdaftar sebagai CPFAK, PT Sejahtera Bersama Nano (SBN) selaku token issuer, STAR Asset Management selaku mitra manajer investasi dan Bank Sinarmas selaku kustodian yang melakukan penyimpanan aset keuangan obligasi.

Bank Indonesia (BI) mencatat telah terjadi keluarnya dana atau modal dari dalam negeri ke luar, baik secara langsung maupun tidak langsung (capital outflow) sebesar Rp 780 miliar sepanjang tanggal 19-20 Juni 2024. Aliran modal asing itu keluar melalui jual neto pasar saham senilai Rp 1,42 triliun. Sementara itu, aliran modal asing masuk melalui beli neto Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 450 miliar dan melalui SRBI (Sekuritas Bank Indonesia) sebesar Rp 190 miliar. 

Berdasarkan informasi di atas, tingginya capital outflow tersebut membuat proyek IDDB ini digagas dan dirancang dalam tujuan membantu pembangunan negara. Pada tahap awal, kami akan mengembangkan proyek tokenisasi pada obligasi pemerintah dengan seri INDON 34 menggunakan mata uang USD (dolar Amerika Serikat). Melalui token IDDB, investor akan dapat mengakses obligasi dengan lebih mudah dikarenakan modal minimum yang dibutuhkan untuk membeli token IDDB akan jauh lebih kecil dibanding membeli obligasi seri INDON 34.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga saat ini, pasar tokenisasi global telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat mencengangkan yang berdampak besar pada ekonomi global. Menurut Markets & Markets, pasar tokenisasi diperkirakan akan meluas dari $2,3 miliar pada tahun 2021 menjadi $5,6 miliar pada tahun 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 19%. Saat ini, tokenisasi memiliki potensi yang sangat besar dan terus berkembang seiring dengan teknologi blockchain. 

Baca Juga :  Antisipasi Lalu Lintas Wisata Idulfitri 1447H, JTT Pastikan Kesiapan Layanan di Ruas Tol Surabaya–Gempol

Dilansir dari laporan Coingecko, RWA (Real World Asset) merupakan narasi paling populer di kuartal 1 & 2 pada tahun 2024 yang menangkap 35,7% pangsa pasar. Sementara itu, untuk RWA sendiri menyumbang total 11% dalam traffic web pada narasi yang terdaftar di CoinGecko. Token RWA sendiri merupakan token yang merepresentasikan aset nyata seperti emas, saham, rumah, dan aset lainnya, yang dibuat melalui proses tokenisasi menggunakan smart contract di blockchain. 

Saat ini, token IDDB secara resmi dalam proses menjadi peserta Sandbox OJK. Para calon investor tentunya akan mendapatkan berbagai keuntungan menarik melalui token IDDB ini. Dikutip dari Bank Panin, transaksi obligasi negara khususnya INDON 34 membutuhkan nilai transaksi paling sedikit USD $200.000 atau sekitar Rp3 Miliar. Adanya token IDDB dapat membuka peluang bagi para calon investor agar dapat membeli obligasi seri INDON 34 dengan nominal transaksi yang lebih terjangkau, yaitu mulai dari USD $1000. Melalui Token IDDB, para calon investor akan diberikan kesempatan untuk terlibat dengan aset keuangan berisiko rendah namun berkualitas tinggi dengan cara yang lebih mudah, lebih aman, minimum pembelian yang lebih kecil, serta lebih efisien daripada sebelumnya.

Gumarus Dharmawan William, CEO PT Sejahtera Bersama Nano mengatakan, “Kami bangga mempersembahkan inovasi produk terbaru kami dengan menghadirkan token ID Digital Bonds (IDDB) kepada masyarakat Indonesia. Melalui proyek ini, kami berkomitmen untuk terus memenuhi permintaan investor yang semakin berkembang dengan memberikan akses ke Real World Asset (RWA) token dengan underlying aset keuangan obligasi. Kami yakin IDDB dapat menghadirkan likuiditas, transparansi, dan aksesibilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya di aset keuangan obligasi sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi dalam membangun negeri dengan meningkatkan capital inflow positif ke Indonesia.”.

Baca Juga :  Cari Info Tiket Kereta Api Lebaran?, KAI Daop 1 Jakarta Sampaikan Tiket Dapat Dipesan H-45

Billy Surya Jaya, Direktur Utama Nanovest menambahkan, “Nanovest sebagai crypto exchange tentu sangat senang menjadi fasilitator transaksi token IDDB kepada konsumen publik, dalam peluncuran produk terbaru ini tentunya para calon investor semakin dimanjakan dengan berbagai pilihan portofolio yang menguntungkan. Lebih dari itu para investor juga akan memiliki rasa aman karena IDDB menjadi token pertama dengan underlying asset obligasi yang secara resmi sedang dalam proses menjadi peserta sandbox di OJK (Otoritas Jasa Keuangan)”.

Token IDDB kedepannya akan segera diperdagangkan melalui Nanovest, platform investasi  yang menyediakan berbagai pilihan aset digital mulai dari Saham Amerika Serikat, aset Kripto, dan juga Emas Digital. Nanovest mempunyai misi untuk selalu memberikan kemudahan, keamanan, serta pengalaman yang menyenangkan bagi pelanggan di Indonesia saat berinvestasi. Tampilan aplikasi yang praktis dan simple juga mendorong khususnya generasi millenial dan Gen-Z untuk bisa mulai berinvestasi di berbagai aset yang tersedia. 

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai berbagai kegiatan dan produk terkini dari Nanovest, silakan mengunjungi situs resmi Nanovest di http://www.nanovest.io atau melalui berbagai kanal media sosial, yaitu: Instagram Nanovest, Youtube Nanovest, Facebook Nanovest, TikTok Nanovest dan Telegram Nanovest.

Berita Terkait

Ekspor Timur Tengah Naik, Harga WTI Berpotensi Lanjut Turun
Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Simak Level 4.109–4.086
Tigo AI Hadirkan Alur Distribusi Iklan Terintegrasi ke Berbagai Platform Digital
Pastikan Kualitas Rumah Subsidi bagi MBR, BP Tapera dan Kementerian PKP Tinjau Buana Subang Raya 2
BP Tapera dan Bank bjb Perkuat Ekosistem Pembiayaan Perumahan bagi MBR di Jawa Barat
BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang
Proyek Siring Pengaman Sungai di Kalimantan Selatan Gunakan CCSP Waskita Beton Precast
Surat Berharga Multifinance Turun, BRI Finance Tetap Jaga Fleksibilitas Pendanaan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:02

Ekspor Timur Tengah Naik, Harga WTI Berpotensi Lanjut Turun

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:02

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Simak Level 4.109–4.086

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:02

Tigo AI Hadirkan Alur Distribusi Iklan Terintegrasi ke Berbagai Platform Digital

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02

Pastikan Kualitas Rumah Subsidi bagi MBR, BP Tapera dan Kementerian PKP Tinjau Buana Subang Raya 2

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02

BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02

Proyek Siring Pengaman Sungai di Kalimantan Selatan Gunakan CCSP Waskita Beton Precast

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02

Surat Berharga Multifinance Turun, BRI Finance Tetap Jaga Fleksibilitas Pendanaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:02

OSL Indonesia Dorong Strategi Investasi Aset Digital yang Lebih Terarah dan Hadirkan Auto-Invest, OSL Elite, dan Launchpool

Berita Terbaru