IDX, BRIDS, dan IIX Perkuat Ekosistem Obligasi Tematik untuk Mengembangkan Potensi Pasar Senilai Rp7.800 Triliun - Koran Mandalika

IDX, BRIDS, dan IIX Perkuat Ekosistem Obligasi Tematik untuk Mengembangkan Potensi Pasar Senilai Rp7.800 Triliun

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IDX, IIX, dan BRIDS menyelenggarakan Indonesia Thematic Bonds Roundtable untuk membahas peluang pengembangan obligasi tematik dalam mendukung perekonomian yang inklusif dan tangguh.

Dengan Orange Bond sebagai salah satu studi kasus utama, forum ini mempertemukan pelaku pasar untuk membahas peluang pasar, praktik terbaik, serta langkah konkret dalam memperluas pipeline obligasi tematik di Indonesia.

Jakarta,
13 Agustus 2026
– Indonesia memiliki salah satu pasar
obligasi mata uang lokal terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai outstanding
mencapai sekitar Rp7.800 triliun (setara dengan USD480 miliar). Pemerintah
Indonesia juga telah menunjukkan kepemimpinan global dalam pengembangan
keuangan berkelanjutan, termasuk sebagai penerbit green sukuk terbesar di dunia,
sebuah instrumen pembiayaan inovatif yang kini telah direplikasi oleh berbagai
negara berkembang lainnya. Saat ini, surat utang negara mencakup lebih dari 90%
pasar obligasi domestik, mencerminkan peran sentral obligasi pemerintah
sekaligus menjadi fondasi yang kuat bagi pengembangan keuangan berkelanjutan di
masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah kondisi
tersebut, Indonesia mencatat tonggak baru dengan menjadi negara dengan komitmen
penerbitan Orange Bond terbesar di dunia sekaligus negara pertama yang
menerbitkan Orange Sukuk. Pencapaian ini justru didorong oleh sektor korporasi.
Jika penerbitan obligasi tematik di Indonesia selama ini banyak ditopang oleh
pemerintah, transaksi ini menandai semakin besarnya peran korporasi dalam
mendorong keuangan berkelanjutan, sekaligus membuka potensi pertumbuhan pasar
yang saling melengkapi. 

Sejalan
dengan momentum tersebut, Indonesia juga menargetkan penghimpunan Orange
Capital sebesar USD10 miliar pada tahun 2030, sebagaimana disepakati bersama
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional (Bappenas). Pendanaan ini ditujukan untuk memberdayakan 100 juta
perempuan, anak perempuan, dan kelompok minoritas gender, khususnya dalam
mendukung aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan yang berperspektif gender.

Untuk
memperkuat momentum tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (IDX), Impact
Investment Exchange (IIX)
, dan PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS)
menyelenggarakan Indonesia Thematic Bonds Roundtable bertajuk “Indonesia’s
Trillion-Rupiah Opportunity: Advancing an Inclusive and Resilient Economy
through Thematic Bonds” yang diselenggarakan di Main Hall Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga :  Perusahaan Startup/Teknologi yang Gagal di Indonesia Berhasil Bangkit Kembali

Forum
ini mempertemukan calon penerbit obligasi dan para pelaku pasar modal untuk
membahas perkembangan pasar obligasi tematik di Indonesia, termasuk kerangka
kerja sebelum dan sesudah penerbitan (pre- and post-issuance framework) yang
diterapkan oleh para penerbit, dengan Orange Bond sebagai studi kasus utama.
Selain itu, forum ini juga akan membagikan pembelajaran dan praktik terbaik
dari berbagai penerbitan obligasi tematik, sekaligus merumuskan langkah-langkah
konkret untuk memperluas pipeline transaksi obligasi berbasis dampak
(impact-linked bonds) di Indonesia.

Listyorini Dian
Pratiwi, Wakil Direktur Pengembangan Perusahaan Tercatat Bursa Efek Indonesia,

mengatakan, “Momentum saat ini memberikan keyakinan kepada kami bahwa
target perolehan dana dari penerbitan instrumen utang berkelanjutan sebesar
lebih dari Rp200 triliun pada 2030, sebagaimana ditetapkan dalam Sustainable
Finance Roadmap, dapat tercapai. Nilai perolehan dana dari instrumen utang
berkelanjutan terus menunjukkan tren peningkatan dan sejak 2023 telah
berkontribusi lebih dari 10% terhadap total nilai perolehan dana instrumen
utang kami. Penerbitan Orange Bond dan Orange Sukuk oleh PNM tahun lalu yang
menjadi terobosan baru juga menunjukkan adanya permintaan yang jelas dari pasar
Indonesia terhadap peluang investasi yang berfokus pada gender. Seiring dengan
terus bertumbuhnya basis investor di pasar kami, kami meyakini pasar Indonesia
mampu menyerap lebih banyak penawaran instrumen utang berkelanjutan yang
inovatif dengan skala lebih besar di masa mendatang.”

Prof.
Shahnaz, CEO dan Founder Impact Investment Exchange (IIX),
mengatakan, “Selama lebih dari dua dekade, IIX membangun
infrastruktur pasar modal yang mampu menyalurkan investasi swasta untuk
mendorong kesetaraan gender dan ketahanan terhadap perubahan iklim. Indonesia
telah lama menjadi pasar prioritas bagi kami, mengingat besarnya pasar modal
nasional serta ambisi Indonesia dalam mengembangkan keuangan berkelanjutan. Penerbitan
perdana Orange Bond di Indonesia, yang didorong oleh sektor korporasi,
membuktikan bahwa modal tematik dapat bergerak melampaui neraca pemerintah dan
masuk ke arus utama pasar. Seiring Indonesia berupaya memobilisasi Orange
Capital sebesar USD10 Miliar pada 2030, kami terus bekerja bersama para mitra
ekosistem, termasuk BEI, BRIDS, serta para penerbit, investor, dan regulator
yang membentuk pasar ini, untuk menjalankan misi kami membangun perekonomian
yang inklusif dan tangguh melalui pasar modal yang memberikan manfaat bagi
semua. Roundtable ini merupakan bentuk kolaborasi yang kami butuhkan untuk
mewujudkannya.”

Baca Juga :  Call Center dan WhatsApp Business API: Meningkatkan Respons Pelanggan

Plt.
Direktur Utama, Fifi Virgantria
mengatakan, “Obligasi
tematik membuka peluang besar untuk menghubungkan kebutuhan pendanaan korporasi
dengan meningkatnya minat investor terhadap investasi berkelanjutan. Sebagai
Joint Lead Underwriter (JLU) yang telah memimpin sejumlah penerbitan Orange
Bond dan Orange Sukuk, termasuk untuk PNM dan FIF, BRIDS melihat langsung
besarnya potensi pasar ini. Melalui kolaborasi dengan IDX dan IIX, kami
berharap semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan obligasi tematik sebagai
alternatif pendanaan sekaligus mempercepat terbentuknya pipeline penerbit
obligasi tematik di Indonesia.”

Rangkaian
acara roundtable meliputi pemaparan utama dari Bursa Efek Indonesia, sesi
pengenalan Orange Bond beserta peluang pasarnya oleh IIX, serta talk show
mengenai penerbitan Orange Bond pertama di Indonesia yang menghadirkan BRI
Danareksa Sekuritas, IIX, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Acara akan
dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan networking.

Indonesia
Thematic Bonds Roundtable diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas
partisipasi sektor korporasi dalam pasar obligasi tematik sekaligus mendukung
target nasional menghimpun Orange Capital sebesar USD10 miliar pada tahun 2030,
sejalan dengan posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar dan salah satu pasar
modal paling berkembang di Asia Tenggara.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Orange
Capital dan kerangka kerja Orange Bond, kunjungi https://orangemovement.global/

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Peringati Hari Tani Nasional, Linknet Tanam Ribuan Pohon Bersama Petani Hutan
Supplier dan distributor sparepart Komatsu
Menara Jakarta: New Business Address at The Kemayoran CBD
Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat
Bitcoin Bertahan di Kisaran US$80.000, Bittime: Pasar Kripto Tangguh di Tengah Ketidakpastian CLARITY Act
Trail in Cuan: Aktivitas Seru neobank untuk Pelari Kalcer di VOTCHA 2026
Info Kesehatan : Skrining Bisa Cegah Thalassemia Sejak Dini
Road to ENSIA 2026, SUCOFINDO Dorong Inovasi untuk Bisnis Berkelanjutan dan Masyarakat Tangguh

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 15:02

Peringati Hari Tani Nasional, Linknet Tanam Ribuan Pohon Bersama Petani Hutan

Kamis, 24 September 2026 - 15:02

Supplier dan distributor sparepart Komatsu

Kamis, 24 September 2026 - 15:02

Menara Jakarta: New Business Address at The Kemayoran CBD

Kamis, 24 September 2026 - 15:02

Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat

Kamis, 24 September 2026 - 14:02

Bitcoin Bertahan di Kisaran US$80.000, Bittime: Pasar Kripto Tangguh di Tengah Ketidakpastian CLARITY Act

Kamis, 24 September 2026 - 12:02

Info Kesehatan : Skrining Bisa Cegah Thalassemia Sejak Dini

Kamis, 24 September 2026 - 11:02

Road to ENSIA 2026, SUCOFINDO Dorong Inovasi untuk Bisnis Berkelanjutan dan Masyarakat Tangguh

Kamis, 24 September 2026 - 11:02

Enam Tahun Berturut-turut, BINUS Business School Pertahankan Posisi #1 di Indonesia dalam QS Global MBA Rankings 2027

Berita Terbaru

Teknologi

Supplier dan distributor sparepart Komatsu

Kamis, 24 Sep 2026 - 15:02

Teknologi

Menara Jakarta: New Business Address at The Kemayoran CBD

Kamis, 24 Sep 2026 - 15:02