Implementasi ESG Lewat Mangrove: LindungiHutan Rilis eBook Panduan untuk Dunia Usaha di Tengah Krisis Iklim - Koran Mandalika

Implementasi ESG Lewat Mangrove: LindungiHutan Rilis eBook Panduan untuk Dunia Usaha di Tengah Krisis Iklim

Rabu, 6 Agustus 2025 - 16:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 6 Agustus 2025 – Di tengah meningkatnya urgensi krisis iklim global, LindungiHutan meluncurkan eBook edukatif bertajuk “Panduan Komprehensif Implementasi ESG untuk Perusahaan” sebagai bentuk kontribusi konkret untuk mendorong sektor bisnis mengambil peran aktif dalam perlindungan lingkungan. Fokus utama buku ini adalah pada carbon offset berbasis ekosistem mangrove, salah satu solusi alami paling efektif untuk menyerap emisi karbon dan mencegah bencana iklim di kawasan pesisir.

Menurut laporan Climate Watch dan data Kementerian LHK, emisi karbon Indonesia masih didominasi oleh sektor energi dan lahan. Sejumlah korporasi mulai mengadopsi target Net Zero Emission, namun masih banyak yang bingung dalam mengimplementasikan ESG secara terstruktur dan terukur. Di sinilah eBook ini hadir sebagai panduan praktis, mulai dari pemahaman dasar carbon offset, pentingnya karbon biru (blue carbon), hingga studi kasus lokasi penanaman mangrove dengan survival rate tertinggi.

“ESG bukan sekadar laporan untuk pemegang saham. Ia adalah peta jalan menuju keberlanjutan bisnis yang berdampak bagi Bumi dan masyarakat. Melalui eBook ini, kami ingin mendorong perusahaan mengambil peran lebih dalam aksi nyata,” ujar Ben, CEO LindungiHutan.

Salah satu bagian penting dalam eBook ini membahas tentang efektivitas mangrove sebagai solusi iklim. Mangrove mampu menyerap karbon 4–5 kali lebih besar dibanding hutan tropis daratan. Di sisi lain, mangrove juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir, mulai dari ketahanan pangan, perlindungan terhadap abrasi, hingga ekowisata.

LindungiHutan sendiri telah mencatat sejumlah keberhasilan proyek penanaman mangrove di wilayah-wilayah kritis. Misalnya di Pantai Mangunharjo, Semarang, tingkat keberhasilan penanaman mencapai 93% berkat kolaborasi dengan kelompok tani lokal. Sebanyak 120 ribu lebih pohon telah ditanam dan berhasil menghijaukan kembali area pantai seluas 1,2 hektare, menyerap lebih dari 5.900 kg CO₂eq. Hal serupa juga terjadi di Pesisir Tambakrejo dan Trimulyo yang sebelumnya mengalami abrasi berat akibat alih fungsi lahan dan pembangunan pesisir.

Namun, upaya ini tidak selalu mudah. Di Trimulyo misalnya, proyek konservasi sempat terhambat oleh pembangunan jalan tol yang melintasi area penanaman. Kasus ini memperlihatkan betapa masih kurangnya integrasi antara proyek pembangunan infrastruktur dan upaya perlindungan ekosistem, padahal keduanya seharusnya bisa berjalan selaras dalam kerangka ESG nasional.

Baca Juga :  Mengisi Akhir Pekan dengan Efektif: Cara Melakukan Evaluasi Jurnal Trading untuk Meningkatkan Konsistensi

“Masih banyak perusahaan yang ragu atau belum tahu harus mulai dari mana dalam menerapkan ESG. eBook ini kami susun agar dapat menjembatani kesenjangan itu, dengan pendekatan berbasis data, pengalaman lapangan, dan solusi yang mudah diakses,” tambah Ben.

LindungiHutan mengajak seluruh pelaku industri untuk mulai melihat ESG bukan sebagai beban, melainkan peluang. Peluang untuk membangun brand yang peduli, loyalitas pelanggan yang lebih kuat, hingga akses terhadap green financing dan insentif pajak yang kini mulai digulirkan pemerintah.

eBook ini dapat diunduh secara gratis di tautan berikut: https://lynk.id/lindungihutan/kOWyPXO

Dengan peluncuran eBook ini, LindungiHutan berharap lebih banyak sektor swasta tergerak untuk berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim melalui langkah nyata yang terukur dan kolaboratif. Karena menyelamatkan lingkungan bukan hanya tanggung jawab negara, melainkan juga misi bersama antar pelaku bisnis dan masyarakat sipil.

Berita Terkait

Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta
Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?
Gelar ICCE 2026, ICCA Hadirkan Konferensi Layanan Pelanggan dan Pameran Teknologi di Jakarta
Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026
Laba BRI Finance Melonjak 91,2% hingga Semester I2026, Ditopang Segmen Ini
Dari Masalah di Sekitar, Telkom AI Center Bandung Himpun Ide untuk Local AI Use Case
Dikta Meriahkan Jam Session di Grand Galaxy Park
Telkom AI Connect Papua Dorong Anak Muda Eksplorasi AI dalam Dunia Fotografi

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:02

Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta

Selasa, 22 September 2026 - 14:02

Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?

Selasa, 22 September 2026 - 13:02

Gelar ICCE 2026, ICCA Hadirkan Konferensi Layanan Pelanggan dan Pameran Teknologi di Jakarta

Selasa, 22 September 2026 - 13:02

Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026

Selasa, 22 September 2026 - 12:02

Dari Masalah di Sekitar, Telkom AI Center Bandung Himpun Ide untuk Local AI Use Case

Selasa, 22 September 2026 - 12:02

Dikta Meriahkan Jam Session di Grand Galaxy Park

Selasa, 22 September 2026 - 12:02

Telkom AI Connect Papua Dorong Anak Muda Eksplorasi AI dalam Dunia Fotografi

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

PTPN Group Dukung Kesejahteraan dan Pendidikan Anak Panti Asuhan di Semarang

Berita Terbaru

Teknologi

Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:02

Teknologi

Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:02