India-Indonesia Investment Synergy Forum: Financing the Future - Koran Mandalika

India-Indonesia Investment Synergy Forum: Financing the Future

Senin, 16 Desember 2024 - 13:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari kiri ke kanan: Nitin Jaishwal – Kepala Hubungan Eksternal Asia-Pasifik, Bloomberg, Oki Ramadhana – Commissioner of IDX, Raunak Kapoor – MicroSave Consulting, Duta Besar India untuk Indonesia H.E Sandeep Chakravorty, Neeraj Tyagi – Co-Founder of Avinya VC Fund, Sandip Shah – Head of IFSC Department, GIFT City, Kumar Ankit – Senior Vice President, International of Paytm,  Aris Sutantio – Business Development Director of Bank SBI Indonesia

Jakarta, 16 Desember 2024 – Kedutaan Besar India untuk Indonesia bersama Kamar Dagang India-Indonesia (IndCham) menggelar acara “India-Indonesia Investment Synergy Forum: Bridging the Future” pada Jumat (6/12/2024) di Hotel Borobudur, Jakarta, untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Duta Besar India untuk Indonesia, H.E. Sandeep Chakravorty. Dalam sambutannya, Sandeep menyatakan bahwa India dan Indonesia memiliki kesamaan dalam proses pembangunan ekonomi. “Kita semua tahu tujuan Indonesia Emas pada 2045 dan kami (Republik India) juga bercita-cita menjadi Viksit Bharat pada 2047,” ujarnya. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sandeep menambahkan bahwa kerja sama antara kedua negara harus diperkuat, dengan India siap berbagi pengalaman dalam pembangunan ekonomi, digitalisasi, dan pengembangan ekosistem startup. “Apa yang ingin saya sampaikan adalah selama sepuluh tahun terakhir, kami (Republik India) telah memulai perjalanan menuju kemandirian, menuju ‘Make in India’, menuju digitalisasi India, dan menciptakan ekosistem startup yang kuat. Ini adalah pelajaran-pelajaran yang ingin kami bagikan dengan Indonesia,” ujarnya. 

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, memberikan sambutan pembukaan acara 'India-Indonesia Investment Synergy Forum: Bridging the Future' di Jakarta, Jumat (6/12/2024).

Sesi panel diskusi kedua yang diadakan pada acara “India-Indonesia Investment Synergy Forum: Bridging the Future” yang mengusung tema “Financing the Future” dipandu oleh Nitin Jaiswal, Kepala Hubungan Eksternal Asia-Pasifik di Bloomberg. Panelis dalam diskusi kedua di antaranya adalah Raunak Kapoor, Mitra Asosiasi di MicroSave Consulting; Oki Ramadhana, Komisaris IDX; Kumar Ankit dari Patym; Sandip Shah, Kepala Departemen IFSC di GIFT CITY; Paneet Punj dari Direktur dan Kepala Pasar Keuangan Global DBS Bank; serta Aris Sutantio, Direktur Pengembangan Bisnis di Bank SBI Indonesia. 

Baca Juga :  Sulit Menabung dengan Target Terlalu Besar? Begini Cara Mengatasinya

Panel diskusi kedua yang bertajuk “Financing the Future” membahas strategi pengembangan pasar modal dengan mengambil pelajaran dari bursa saham India. GIFT City dijadikan sebagai contoh inovasi keuangan dan inklusi, sementara pembahasan mencakup insentif investasi, peran perusahaan India dalam mengelola risiko, dan tantangan pembiayaan startup. Panel ini juga mengeksplorasi bagaimana solusi berbasis teknologi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi global yang tidak stabil. 

Puneet Punj, Direktur dan Kepala Pasar Keuangan Global DBS Bank, saat pemaparan untuk diskusi panel kedua di acara 'India-Indonesia Investment Forum: Bridging the Future' di Jakarta, Jumat (6/12/2024).

Puneet Punj dari DBS Bank mengungkapkan pandangannya tentang prospek ekonomi India, mengatakan, “India menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa di sisi PDB, tetapi dalam beberapa tahun mendatang, saya kira kita akan melihat angka pertumbuhan sekitar enam setengah persen. Inflasi sedang turun, dan kami memprediksi akan stabil di sekitar empat persen, yang kemungkinan akan mendorong Bank Sentral India untuk menurunkan suku bunga.” Pernyataan ini menggambarkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi India dan kebijakan moneter yang lebih akomodatif di masa depan.

Sandip Shah, Kepala Departemen IFSC di GIFT CITY (kiri) dan Nitin Jaishwal, Kepala Hubungan Eksternal Asia-Pasifik, Bloomberg (kanan), saat diskusi panel kedua 'Financing the Future' di acara 'India-Indonesia Investment Synergy Forum: Bridging the Future; di Jakarta, Jumat (6/12/2024).

Dalam diskusi yang sama, Duta Besar India, Sandeep Chakravorty, juga berbicara tentang peran penting International Financial Services Centre (IFSC) India dalam menarik investasi global. Ia menjelaskan, “Pada tahun 2015, Pemerintah India memberlakukan zona yang dikenal sebagai International Financial Services Centre. Jika tujuan Anda adalah berinvestasi di India, GIFT City menyediakan platform yang memungkinkan Anda untuk membuat struktur yang mempermudah investasi di India.”

Komisaris IDX, Oki Ramadhana, saat diskusi panel kedua di acara 'india-Indonesia Investment Forum: Bridging the Futue' di Jakarta, Jumat (6/12/2024).

Sementara itu, Oki Ramadhana, Komisaris IDX, berbicara mengenai target ambisius Indonesia untuk mendorong pertumbuhan investasi dan ekspor. Ia mengatakan, “Kita perlu keluar dari jebakan pendapatan menengah. Mengapa 8%? Karena kita harus menggandakan laju pertumbuhan investasi. Dari saat ini sekitar 4-5%, kita perlu mencapai 10% dalam hal pertumbuhan investasi. Selain itu, ekspor kita juga perlu meningkat menjadi 9%.”

Baca Juga :  Menghadapi 2026 dengan Lebih Siap: Strategi Arus Kas untuk Kelas Menengah di Tengah Tantangan Ekonomi

Raunak Kapoor, Mitra Asosiasi, MicroSave Consulting, saat diskusi panel kedua di acara 'India-Indonesia Investment Synergy Forum: Bridging the Future' di Jakarta, Jumat (6/12/2024).

Raunak Kapoor dari MicroSave Consulting menekankan pentingnya inklusi keuangan untuk pembangunan ekonomi masa depan. Ia berpendapat, “Masa depan keuangan adalah di mana setiap warga negara, tanpa memandang status sosial-ekonomi, memiliki akses ke layanan keuangan yang tepat dan terjangkau.” Pernyataan ini mencerminkan pentingnya membangun sistem keuangan yang inklusif untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Kumar Ankit, Senior Vice President, International Paytm, berbicara dalam diskusi panel kedua di 'India-Indonesia Investment Synergy Forum: Bridging the Future' di Jakarta, Jumat (6/12/2024)

Kumar Ankit juga menyoroti transformasi dalam sistem pembayaran digital di India, yang telah mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. “Lima tahun yang lalu, pangsa pembayaran tunai di titik penjualan adalah 82%. Angka ini sekarang telah turun menjadi hanya 18%. Bayangkan perubahan besar yang terjadi di India dalam lima tahun terakhir,” ujarnya, menggambarkan pergeseran cepat menuju pembayaran digital yang lebih efisien dan terjangkau di India.

Diskusi panel ini memberikan wawasan yang berharga mengenai bagaimana kedua negara sedang mengelola perekonomian mereka dan bagaimana investasi lintas negara serta kolaborasi dapat berperan penting dalam mewujudkan ambisi pertumbuhan mereka. Topik-topik seperti transformasi digital, inklusi keuangan, dan inovasi kebijakan menjadi kunci dalam membentuk masa depan sektor keuangan di kedua negara.

Berita Terkait

7 Tips Meeting Management untuk Rapat Multinasional
WASPADAI OSTEOPOROSIS, PATAH TULANG PANGGUL DAPAT MENINGKATKAN RISIKO KEMATIAN PADA LANSIA
7 Teknik Persuasi Ampuh untuk Meyakinkan Calon Pelanggan
5 Tips Membuat Follow Up Email Setelah Meeting dengan Prospek
TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan melalui Sinergi dengan BPDP
Target 1,69 Juta Ton Udang 2029: FisTx Bagikan Ensiklopedia Budidaya 12 Bab Gratis untuk Petambak
Apakah neobank Gratis Transfer? Simak Info Detailnya
The Fluffy Pumpkin Fest, Keseruan Halloween di Hublife

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:02

7 Tips Meeting Management untuk Rapat Multinasional

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:02

WASPADAI OSTEOPOROSIS, PATAH TULANG PANGGUL DAPAT MENINGKATKAN RISIKO KEMATIAN PADA LANSIA

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:02

7 Teknik Persuasi Ampuh untuk Meyakinkan Calon Pelanggan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:02

5 Tips Membuat Follow Up Email Setelah Meeting dengan Prospek

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:02

Target 1,69 Juta Ton Udang 2029: FisTx Bagikan Ensiklopedia Budidaya 12 Bab Gratis untuk Petambak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:02

Apakah neobank Gratis Transfer? Simak Info Detailnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:02

The Fluffy Pumpkin Fest, Keseruan Halloween di Hublife

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:02

Industri Kripto Indonesia Terus Tumbuh, Investor Perlu Pilih Platform Legal

Berita Terbaru

Teknologi

7 Tips Meeting Management untuk Rapat Multinasional

Jumat, 16 Okt 2026 - 21:02

Nasional

ITDC Tembus 33 Besar CX-100, Bukti Layanan Makin Moncer

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:07

Teknologi

7 Teknik Persuasi Ampuh untuk Meyakinkan Calon Pelanggan

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:02