Indonesia Bidik Investasi dan Alih Teknologi melalui Kemitraan Perkapalan dengan Rusia - Koran Mandalika

Indonesia Bidik Investasi dan Alih Teknologi melalui Kemitraan Perkapalan dengan Rusia

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia dan Rusia memperkuat penjajakan kerja sama industri perkapalan melalui forum Building an Indonesia–Russia Shipbuilding Partnership: Developing Maritime Industrial Cooperation for Indonesia, Russia and the ASEAN Market yang digelar di Indonesia Pavilion, Hall 4, pada ajang INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia. Forum tersebut menjadi wadah bagi pelaku industri kedua negara untuk menjajaki peluang investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan produksi bersama guna meningkatkan daya saing industri maritim Indonesia serta memperluas akses ke pasar ASEAN.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kerja sama industri perkapalan dengan Rusia menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas industri maritim melalui investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi produksi. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri perkapalan nasional sekaligus memperluas akses ke pasar ASEAN. “Indonesia memandang kerja sama industri perkapalan dengan Rusia sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas industri maritim nasional,” ujar Agus dalam keterangannya pada forum tersebut (8/7).

Forum tersebut mempertemukan asosiasi industri perkapalan dan komponen kapal dari Indonesia dengan perusahaan-perusahaan galangan kapal Rusia untuk membahas peluang kolaborasi bisnis dan pengembangan teknologi. Diskusi dipandu oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, Feby Setyo Hariyono. Penyelenggaraan forum ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama perkapalan Indonesia–Rusia pada Desember 2025. Kesepakatan tersebut menjadi dasar pengembangan kolaborasi di bidang pembangunan kapal, teknologi maritim, rekayasa kelautan, pengembangan SDM industri, dan investasi.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki kebutuhan besar terhadap industri perkapalan yang mampu mendukung distribusi logistik, transportasi antarpulau, sektor perikanan, kegiatan energi lepas pantai, hingga pemerataan pembangunan ekonomi. Di sisi lain, Rusia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan industri perkapalan, mulai dari desain dan pembangunan kapal niaga hingga teknologi sistem propulsi dan rekayasa maritim. Karakteristik tersebut menjadikan kedua negara memiliki potensi kerja sama yang saling melengkapi. Peluang kolaborasi juga diperkirakan semakin terbuka setelah ditandatanganinya Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang diharapkan dapat memperkuat perdagangan, investasi, kemitraan industri, serta pertukaran teknologi antara Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU).

Dalam forum tersebut, kedua negara membahas berbagai peluang kerja sama, antara lain pembangunankapa l penumpang dan feri, kapal logistik, kapal perikanan, kapal patroli, kapal pendukung lepas pantai, pengembangan industri komponen kapal, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja industri maritim. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin RI, Tri Supondy, mengatakan Indonesia dan Rusia memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi dalam membangun industri perkapalan yang lebih kompetitif. Indonesia menawarkan pasar yang besar dan kapasitas industri yang terus berkembang, sementara Rusia memiliki keunggulan teknologi serta pengalaman dalam pengembangan berbagai jenis kapal.

Baca Juga :  AnyLogi dari AnyMind Group menyambungkan koneksi API dengan FedEx

“Kami berharap forum ini menghasilkan kolaborasi konkret antarpelaku industri, mulai dari alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, investasi, hingga joint production yang dapat memperkuat industri perkapalan nasional dan memperluas akses ke pasar ASEAN,” ujar Tri.

Melalui forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi industri di sektor maritim melalui kemitraan yang saling menguntungkan dengan Rusia. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan proyek-proyek konkret yang mampu mempercepat transformasi industri perkapalan nasional, meningkatkan penguasaan teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur maritim yang melayani pasar domestik maupun kawasan ASEAN.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Komitmen Terapkan K3, PT Railink dan Sudin Damkar Jaktim Gelar Diklat Pemadam Kebakaran
neobank PLUS Cashback-nya: Ada Cashback Neo Pinjam hingga Rp200 Ribu
Bittime Soroti Rencana Regulasi Tokenisasi Aset di Indonesia
Binance Luncurkan Fitur Trading AI, Pengguna Bisa Buat Strategi Tanpa Coding
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si. sebagai Pj. Bupati Sinjai: Sosok Birokrat Sederhana dan Merakyat
ITE Business Session at Trade Expo Indonesia 2026 Unlocking the Way for Indonesian Exporters to the Russian and Eurasian Markets
Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026
Global Millennial Model United Nations 2026 Edisi Ke-22 Kembali Sukses: Lebih dari 1.200 Delegasi dari 12 Negara Perkuat Diplomasi Pemuda

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:30

Komitmen Terapkan K3, PT Railink dan Sudin Damkar Jaktim Gelar Diklat Pemadam Kebakaran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:02

neobank PLUS Cashback-nya: Ada Cashback Neo Pinjam hingga Rp200 Ribu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:02

Bittime Soroti Rencana Regulasi Tokenisasi Aset di Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:02

Binance Luncurkan Fitur Trading AI, Pengguna Bisa Buat Strategi Tanpa Coding

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:02

ITE Business Session at Trade Expo Indonesia 2026 Unlocking the Way for Indonesian Exporters to the Russian and Eurasian Markets

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:02

Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:02

Global Millennial Model United Nations 2026 Edisi Ke-22 Kembali Sukses: Lebih dari 1.200 Delegasi dari 12 Negara Perkuat Diplomasi Pemuda

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:02

Prudential Syariah Dukung Syariah Financial Fair OJK di Aceh, Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Buka Peluang bagi UMKM

Berita Terbaru