Indonesia Perkuat Diplomasi Industri Lewat Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia - Koran Mandalika

Indonesia Perkuat Diplomasi Industri Lewat Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia Perkuat Diplomasi Industri Lewat Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia

Pasar Rusia dan Eurasia Kian Terbuka untuk produk kelapa sawit dan turunannya

Pemerintah Indonesia memanfaatkan Forum Bisnis Indonesia–Rusia pada ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi industri melalui pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit. Forum bertema Palm Oil and the Future of Sustainable Energy tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan inovasi industri nasional sekaligus membuka peluang kerja sama investasi, perdagangan, dan pengembangan teknologi dengan Rusia serta negara-negara di kawasan Eurasia.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit melalui kerja sama dengan Rusia dan negara-negara Eurasia. Melalui inovasi, hilirisasi, dan kerja sama internasional, kami ingin menjadikan industri sawit tidak hanya sebagai penggerak ekonomi nasional, tetapi juga sebagai bagian dari solusi menuju ketahanan energi dan pembangunan industri yang berkelanjutan,” ujar Menteri Perindustrian

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Rusia (8/7). Partisipasi Indonesia dalam forum tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk

memperluas akses pasar industri nasional melalui kolaborasi internasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap energi yang lebih bersih, Indonesia menawarkan pengalaman dan kapasitas industrinya dalam mengembangkan bioenergi berbasis kelapa sawit sebagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Forum yang dihadiri lebih dari 100 pemimpin industri, pejabat pemerintah, pelaku usaha, dan pengunjung INNOPROM 2026 itu menjadi ruang dialog antara pelaku industri Indonesia dan Rusia untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring bisnis, serta menjajaki peluang investasi dan pengembangan teknologi di sektor bioenergi.

Baca Juga :  VRITIMES dan Rehyangnews.com Jalin Kerja Sama Strategis dalam Distribusi Berita

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian RI, Tri Supondy, mengatakan forum tersebut menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan bahwa transformasi industri sawit Indonesia telah berkembang jauh melampaui perannya sebagai komoditas ekspor. “Forum ini sangat bagus dan merupakan kesempatan berharga untuk menyampaikan bahwa Indonesia bukan cuma menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, tapi juga terus berinovasi melalui produk unggulan industri nasional,” ujar Tri di Ekaterinburg Expo, Rusia.

Sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia memanfaatkan forum tersebut untuk memperlihatkan kesiapan industrinya dalam mendukung transisi energi global. Salah satu langkah yang dipaparkan adalah penerapan mandatori biodiesel B50 yang mulai berlaku pada Juli 2026. Program ini mewajibkan penggunaan bahan bakar diesel yang mengandung 50 persen biodiesel berbahan baku minyak sawit, sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor, memperkuat ketahanan energi nasional, serta menekan emisi karbon. Indonesia juga memperkenalkan berbagai kebijakan yang mendukung keberlanjutan industri sawit, mulai dari program peremajaan kebun rakyat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan teknologi di industri biodiesel dan produk turunannya melalui Indonesia Plantation Fund (IPF). Selain itu, penerapan sistem sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) terus diperkuat agar produksi kelapa sawit Indonesia memenuhi standar keberlanjutan global dan semakin kompetitif di pasar internasional.

Baca Juga :  Indonesia Blockchain Week 2024: Sukses Gaet Lebih dari 1.700 Peserta

Direktur Urusan Hukum dan Kerja Sama Kelembagaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Pangihutan Siagian, mengatakan keberhasilan program biodiesel nasional menunjukkan bahwa pengembangan industri sawit dapat berjalan seiring dengan agenda transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, dukungan BPDPKS juga mencakup program peremajaan kebun rakyat, pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta pembangunan sarana dan prasarana perkebunan untuk memperkuat daya saing industri sawit Indonesia dari hulu hingga hilir.

Selain mempromosikan inovasi bioenergi, forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperluas kerja sama ekonomi Indonesia dengan Rusia. Salah satu peluang yang mengemuka adalah penguatan hubungan perdagangan melalui penyelesaian perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU). Dengan posisi Rusia sebagai salah satu mitra utama di kawasan tersebut, kolaborasi di sektor bioenergi diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan kerja sama industri, investasi, transfer teknologi, dan perluasan akses pasar bagi produk manufaktur Indonesia.

Melalui Forum Bisnis Indonesia–Rusia di INNOPROM 2026, Indonesia menegaskan bahwa inovasi bioenergi berbasis kelapa sawit bukan hanya menjadi bagian dari strategi transisi energi nasional, tetapi juga instrumen diplomasi industri untuk membangun kemitraan yang lebih erat dengan Rusia. Dengan memadukan kekuatan inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi internasional, Indonesia berharap dapat menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan industri sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis di kawasan Eurasia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Perkuat Akses Perlindungan Pekerja, BRI BO Wonosari Bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui BRILink Agen
Kapan Harus Membayar Pinjaman? Pahami Jatuh Tempo dan Pilihan Pelunasan Lebih Awal
NEXTGEN MANAGER 2026 – KESEMPATAN UNTUK MENGUJI DAN MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MANAJERIAL
BRI Unit Ciracas Konsisten Dukung Pelaku UMKM Menjadikan Atin Kurniawati Sukses Kembangkan Usaha Siomay dan Batagor Berkat KUR BRI
Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS
Sebelum Gadai Barang Mewah, Konsumen Perlu Memeriksa Legalitas hingga Ketentuan Penebusan
Pasar Kripto Dilanda Extreme Fear, Bitcoin Hadapi Tekanan Baru
Perkuat Penanganan Dampak Karhutla, Elnusa Petrofin Pasok Alat Medis untuk 3 Rumah Oksigen di Kalsel

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 21:02

Perkuat Akses Perlindungan Pekerja, BRI BO Wonosari Bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui BRILink Agen

Minggu, 8 November 2026 - 20:02

Kapan Harus Membayar Pinjaman? Pahami Jatuh Tempo dan Pilihan Pelunasan Lebih Awal

Minggu, 8 November 2026 - 19:02

NEXTGEN MANAGER 2026 – KESEMPATAN UNTUK MENGUJI DAN MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MANAJERIAL

Minggu, 8 November 2026 - 18:02

BRI Unit Ciracas Konsisten Dukung Pelaku UMKM Menjadikan Atin Kurniawati Sukses Kembangkan Usaha Siomay dan Batagor Berkat KUR BRI

Minggu, 8 November 2026 - 15:02

Sebelum Gadai Barang Mewah, Konsumen Perlu Memeriksa Legalitas hingga Ketentuan Penebusan

Minggu, 8 November 2026 - 14:02

Pasar Kripto Dilanda Extreme Fear, Bitcoin Hadapi Tekanan Baru

Minggu, 8 November 2026 - 12:02

Perkuat Penanganan Dampak Karhutla, Elnusa Petrofin Pasok Alat Medis untuk 3 Rumah Oksigen di Kalsel

Minggu, 8 November 2026 - 08:02

Kenali Keunggulan Charm Pantyliner Cooling Fresh

Berita Terbaru