Investasi Minerba Sentuh US$6,7 miliar, Tingkatkan Nilai Tambah SDA Nasional - Koran Mandalika

Investasi Minerba Sentuh US$6,7 miliar, Tingkatkan Nilai Tambah SDA Nasional

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sektor mineral dan batu bara terus berkontribusi bagi peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional. Perusahaan-perusahan pertambangan terus mengejar target pembangunan dan pengoperasian proyek strategis hilirisasi, guna memastikan investasi yang dikeluarkan mampu segera menciptakan produk bahan baku yang mendukung transformasi industri Indonesia.

Laporan capaian kinerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi investasi sektor mineral dan batu bara (minerba) menyentuh angka US$6,7 miliar, didorong oleh penyelesaian sejumlah proyek strategis nasional.

Adapun, proyek-proyek yang berkontribusi pada realisasi investasi sektor Minerba pada 2025 seperti hilirisasi nikel dari Grup MIND ID yakni PT Vale Indonesia Tbk dengan tiga proyek Indonesia Growth Project (IGP) Sorowako Limonite, IGP Morowali, dan IGP Pomalaa yang terus di bangun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Investasi keseluruhan proyek yang diperkirakan mencapai US$8,7 miliar ini, menjadi penghubung bagi nikel Indonesia agar mampu menciptakan produk bahan baku yang siap mendukung berbagai industri termasuk industri baterai kendaraan listrik.

Selanjutnya ada proyek Grup MIND ID PT Freeport Indonesia yakni pabrik pemurnian logam mulia atau precious metal refinery (PMR) dengan nilai investasi keseluruhan mencapai US$630 juta di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Proyek strategis ini, menjadi bagian dari program hilirisasi untuk mengolah anoda slime menjadi precious metal seperti emas dan perak.

Baca Juga :  Sejarah dan Asal Usul Bubur Ayam Jakarta 46

Selanjutnya, ada juga proyek Grup MIND ID Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan investasi US$ 900 juta. Proyek yang beroperasi pada 2025 ini menjadi penghubung rantai pasok hilirisasi bauksit, alumina dan aluminium Indonesia.

Selain dari Grup MIND ID, sektor swasta juga memberi kontribusi pada peningkatan investasi minerba nasional. Pabrik PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA) di Kawasan Industri Tunas Prima, Batam yang diresmikan Juli 2025 ini bernilai Rp400 miliar.

Selanjutnya, ada pula peresmian pabrik hilirisasi timah milik PT Batam Timah Sinergi (BTS) di Kawasan Industri Sei Lekop, Batam dengan nilai investasi sebesar Rp1 triliun. Proyek ini mengolah timah menjadi berbagai produk bahan baku industri seperti Stannic Chloride, Dimethyl Tin Dichloride (DMCTL) dan Methyl Tin Mercaptide.

Chairman Indonesia Mining Institute (IMI) Irwandi Arif mengatakan sejumlah investasi pada hilirisasi merupakan upaya sektor minerba nasional menjawab tantangan industri.

Baca Juga :  Rekor Baru Bitcoin: Imbas dari Pelantikan Donald Trump?

Menurutnya investasi dari sektor minerba mampu mendukung Indonesia untuk tidak lagi ekspor bahan mineral mentah, tetapi produk hilir dan downstream yang bernilai tambah tinggi. Investasi ini juga menjadi gerbang bagi Indonesia untuk meningkatkan perannya dalam mendukung transisi energi global.

“Kita punya tantangan mendasar, meningkatkan aktivitas eksplorasi untuk memastikan sustainability cadangan dan daya saing jangka panjang. Di sisi lain, demand akan sejumlah produk mineral kritis juga harus dimanfaatkan,” ujarnya saat dihubungi.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Watch Ferdy Hasiman mengatakan capaian investasi 2025 diharapkan dapat dilanjutkan dan ditingkatkan pada tahun ini.

Kendati demikian, dia mengkhawatirkan sejumlah pengetatan produksi di sejumlah menjadi tantangan tersendiri.

“Kita berharap ada investasi yang lebih besar supaya mendukung pertumbuhan dan peningkatan nilai tambah ekonomi yang ditargetkan pemerintah. Hanya saja, saya khawatir, pembatasan produksi dari pemerintah memengaruhi kinerja sektor minerba,” katanya.

Kendati demikian, Ferdy berharap strategi pemerintah dengan membatasi produksi pertambangan, juga mengerek harga komoditas. Selain itu, dirinya juga berharap sektor swasta juga menjadi penggerak investasi utama minerba.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Krakatau Steel Dorong Kehadiran Negara Hadapi Distorsi Pasar Baja Global
Profesor BINUS Masuk Top 50 Most Influential People in Tacit Knowledge Dunia
Binusian Hadir di Art Jakarta Papers 2026: Mengangkat Eksplorasi Seni Berbasis Kertas
Emas Masih di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju $5.220
Hero Masa Depan Lahir di Sini: Pororo Star Chajgi Final Show Siap Cetak Hero Masa Depan di Pondok Indah Mall
Melalui PT Enero, Holding Perkebunan Nusantara Sukses Produksi 32 Juta Liter Bioetanol
Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Daop 9 Jember Perkuat Infrastruktur dan Siagakan Petugas Ekstra
Optimalkan Nilai Kendaraan, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Cepat dan Aman

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:02

Krakatau Steel Dorong Kehadiran Negara Hadapi Distorsi Pasar Baja Global

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:17

Profesor BINUS Masuk Top 50 Most Influential People in Tacit Knowledge Dunia

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:13

Binusian Hadir di Art Jakarta Papers 2026: Mengangkat Eksplorasi Seni Berbasis Kertas

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:53

Hero Masa Depan Lahir di Sini: Pororo Star Chajgi Final Show Siap Cetak Hero Masa Depan di Pondok Indah Mall

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:35

Melalui PT Enero, Holding Perkebunan Nusantara Sukses Produksi 32 Juta Liter Bioetanol

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:23

Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Daop 9 Jember Perkuat Infrastruktur dan Siagakan Petugas Ekstra

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:24

Optimalkan Nilai Kendaraan, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Cepat dan Aman

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:46

5 Pemimpin Global Pengiriman Internasional dan Rahasia Kesuksesan Mereka

Berita Terbaru

NTB Terkini

‎Pemprov NTB Buka Suara Soal Video Viral WNI di Libya

Jumat, 27 Feb 2026 - 18:05