ION Launch Workshop Tampilkan Potensi Open Network bagi UMKM Indonesia - Koran Mandalika

ION Launch Workshop Tampilkan Potensi Open Network bagi UMKM Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ION Launch Workshop Tampilkan Potensi Open Network bagi UMKM Indonesia

Jakarta — Indonesia Open Network (ION) mendorong pengembangan ekosistem digital terbuka yang dinilai dapat memperluas akses UMKM Indonesia ke perdagangan digital, layanan logistik, hingga pembiayaan dalam satu jaringan yang saling terhubung. Hal tersebut terlihat dalam penutupan ION Launch Workshop di SMESCO, Jakarta, Jumat (22/5/2026), yang menampilkan berbagai aplikasi berbasis open network hasil pengembangan developer dari Indonesia dan India selama empat hari pelatihan intensif.

Workshop tersebut dihadiri oleh Chairman Apindo sekaligus Mission Governance ION Shinta Kamdani, Mission Governance ION sekaligus Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty, Founding MD dan CEO ONDC India sekaligus Mission Governance ION T Koshy, serta Steering Committee ION Dr Bayu Prawira Hie.

Dalam sambutannya, CEO Indonesia Economic Forum (IEF) sekaligus salah satu penggerak ION, Sachin V. Gopalan, menjelaskan bahwa workshop tersebut dirancang untuk menunjukkan bagaimana pengembangan aplikasi digital kini dapat dilakukan jauh lebih cepat melalui dukungan AI dan open network.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan, berbagai aplikasi yang ditampilkan dalam workshop dibangun dari nol hingga siap didemonstrasikan hanya dalam beberapa hari.

“Biasanya pengembangan software seperti ini membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan, tetapi kali ini bisa dilakukan hanya dalam dua sampai tiga hari dengan bantuan AI,” ujarnya.

Menurut Sachin, konsep open network memungkinkan produk dan layanan dari satu aplikasi dapat diakses oleh berbagai aplikasi lain dalam satu jaringan terbuka. Hal itu dinilai berbeda dengan model platform digital konvensional yang cenderung tertutup.

“Ke depannya akan ada ratusan aplikasi buyer di Indonesia. Semua saling terhubung sehingga siapa pun bisa membeli dari mana saja. Itulah kekuatan network dibandingkan platform,” katanya.

Ia menambahkan bahwa ION dibangun untuk mengurangi hambatan bagi pelaku usaha maupun pengembang aplikasi dalam masuk ke ekosistem digital.

Demonstrasi Marketplace hingga Kredit UMKM

Dalam sesi demonstrasi, sejumlah perusahaan dan pengembang mempresentasikan aplikasi berbasis ION yang mencakup marketplace UMKM, distribusi rantai pasok, social commerce, hingga layanan pembiayaan UMKM.

Salah satu demonstrasi memperlihatkan bagaimana penjual dapat mempublikasikan katalog produk ke dalam jaringan terbuka sehingga dapat diakses oleh berbagai aplikasi pembeli secara bersamaan.

Sistem tersebut juga memungkinkan transaksi, pelacakan pengiriman, hingga sistem rating berjalan lintas aplikasi.

“Seller app yang sudah terkoneksi akan langsung tersedia di seluruh buyer app dalam jaringan,” jelas salah satu peserta dalam demonstrasi.

Selain itu, terdapat demonstrasi aplikasi social commerce yang menghubungkan kampanye influencer dengan penjualan produk melalui open network. Platform tersebut menggunakan AI untuk memprediksi performa konten dan meningkatkan konversi penjualan.

Baca Juga :  Crypto Summit Gedung Putih dan Dampaknya Terhadap Pasar Kripto Indonesia

Perusahaan pengembang menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dilakukan untuk mendorong adopsi open network dengan memanfaatkan kebiasaan masyarakat yang sudah aktif menggunakan media sosial dan mobile commerce.

“Yang paling penting adalah network effect dan adopsi solusi agar ekosistem ini berhasil dalam jangka panjang,” ujar salah satu perwakilan perusahaan teknologi yang mengikuti workshop.

Peserta lain dari perusahaan teknologi Ayantram juga memanfaatkan teknologi AI dan voice interaction dalam demonstrasi mereka. Salah satu peserta menjelaskan bahwa sistem tersebut digunakan untuk membantu pencarian produk, menerjemahkan katalog, hingga mendukung proses transaksi secara lebih natural dan multibahasa.

“AI membantu kami memahami permintaan pengguna, menerjemahkan katalog dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, hingga memandu pengguna dari proses pencarian produk sampai pemesanan,” ujar salah satu peserta workshop dari Ayantram.

Ia menambahkan bahwa penggunaan AI juga membantu pengalaman pengguna menjadi lebih mudah digunakan dalam berbagai alur transaksi digital.

Workshop juga menampilkan solusi kredit UMKM yang memungkinkan produk pembiayaan dari lembaga keuangan langsung tersedia di berbagai aplikasi konsumen dalam jaringan ION.

“Produk kredit yang dipublikasikan langsung tersedia untuk jutaan konsumen di berbagai aplikasi dalam jaringan,” ujar salah satu peserta dari perusahaan teknologi asal India.

UMKM Dinilai Akan Lebih Mudah Masuk Ekosistem Digital

Beberapa peserta workshop yang berasal dari sektor UMKM dan pengembang aplikasi lokal menyebut ION berpotensi mempermudah proses digitalisasi usaha kecil di Indonesia.

Salah satu peserta mengatakan penggunaan open network membuat data penjual menjadi lebih terintegrasi sehingga proses transaksi dan distribusi produk menjadi lebih mudah.

“Kesimpulan dari workshop hari ini, data penjual akan lebih terpusat sehingga mempermudah ke depannya,” ujar salah satu peserta workshop.

Peserta lain yang mengembangkan platform untuk ribuan UMKM binaan mengatakan bahwa ION membuka peluang baru agar produk UMKM dapat lebih mudah dipublikasikan ke jaringan digital yang lebih luas.

“Kami membawahi lebih dari 10 ribu UMKM. Setelah belajar mengenai ION, kami membuat aplikasi agar UMKM bisa mempublish produk mereka ke network,” katanya.

ION Dinilai Bisa Perluas Inklusivitas Digital

Sandeep Chakravorty mengatakan berbagai use case yang ditampilkan dalam workshop menunjukkan bahwa open network memiliki peluang besar untuk berkembang di Indonesia.

“Untuk pertama kalinya saya melihat secara langsung apa yang bisa dicapai hanya dalam dua hari. Semua use case yang ditampilkan sangat menarik dan menunjukkan potensi besar pengembangan open network,” ujarnya.

Baca Juga :  Agile Resmi Luncurkan APCO Digital Twin, Terobosan Revolusioner untuk Bisnis di Indonesia

Ia juga menilai keterbukaan ekosistem digital akan menjadi faktor penting dalam memperluas partisipasi UMKM dan pengembang lokal di Indonesia.

“Saya sangat mendukung inisiatif ini dan berharap dapat mencapai critical mass sehingga benar-benar memberikan dampak,” katanya.

Shinta Kamdani menilai implementasi ION berpotensi memperluas akses digital bagi UMKM Indonesia, terutama setelah melihat berbagai demonstrasi aplikasi yang dikembangkan dalam waktu singkat.

“Saya baru kembali dari berbagai aktivitas dan bertemu banyak UMKM. Ini membuka peluang besar agar UMKM bisa lebih terkoneksi, baik dari sisi aksesibilitas maupun affordability,” ujarnya.

Ia juga menilai open network dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif karena memungkinkan lebih banyak pelaku usaha memanfaatkan AI dan e-commerce secara terbuka.

“Sangat penting ketika ini benar-benar diluncurkan, masyarakat bisa excited dan memanfaatkannya. Open network dapat membuka banyak kemungkinan baru,” katanya.

Sementara itu, T Koshy mengapresiasi hasil workshop yang dinilai berhasil menunjukkan potensi besar pengembangan aplikasi berbasis open network dalam waktu singkat.

“Ini baru hasil pekerjaan sekitar tiga hari. Bayangkan jika program seperti ini dilakukan setiap bulan di kota dan desa, maka dalam enam bulan akan ada ratusan aplikasi yang dibangun,” ujarnya.

Menurutnya, dalam beberapa tahun ke depan, open network berpotensi mengubah lanskap perdagangan digital Indonesia secara signifikan.

Diharapkan Jadi Fondasi Baru Ekonomi Digital

ION tidak hanya ditujukan sebagai proyek teknologi, tetapi diharapkan berkembang menjadi fondasi baru perdagangan digital yang lebih terbuka di Indonesia. Dengan konsep open network, pelaku usaha kecil tidak lagi bergantung pada satu platform tertentu untuk menjangkau pasar, melainkan dapat terhubung ke berbagai aplikasi dan layanan dalam satu ekosistem yang saling terkoneksi.

Melalui workshop tersebut, ION juga ingin menunjukkan bahwa pengembangan teknologi digital kini tidak lagi eksklusif bagi perusahaan besar. Dengan dukungan AI dan sistem terbuka, pengembang lokal, startup, hingga UMKM dinilai memiliki peluang lebih besar untuk membangun solusi digital sendiri sesuai kebutuhan pasar Indonesia.

Ke depan, ION diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak aplikasi lokal, memperluas inklusivitas digital, sekaligus membuka akses ekonomi digital bagi pelaku usaha di berbagai daerah yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau oleh ekosistem digital nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Gelar Rapat Kerja, Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Program TJSL Berdampak Terukur bagi Masyarakat
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Mas
Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027
Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2
Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman
Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar
Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 14:02

Gelar Rapat Kerja, Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Program TJSL Berdampak Terukur bagi Masyarakat

Sabtu, 7 November 2026 - 12:02

Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya

Sabtu, 7 November 2026 - 10:02

DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027

Sabtu, 7 November 2026 - 09:02

Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2

Sabtu, 7 November 2026 - 08:02

Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman

Sabtu, 7 November 2026 - 08:02

Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar

Sabtu, 7 November 2026 - 06:02

Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah

Sabtu, 7 November 2026 - 00:02

Jakarta, Indonesia Bioluminesensi Nusantara: Fuguku Luncurkan “Nudi Series” yang Skulptural dan Bawa Streetwear Bertekstur Uniseks ke USS 2026

Berita Terbaru